Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Ngidam bumil #4


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi harinya Willy yang baru bangun di buat kaget lagi saat tidak melihat istrinya di samping nya, pun dengan Radit yang menghilang entah kemana.


"Kemana mereka" gumam Willy sambil menguap lebar.


Dia masih melihat jam yang masih sangat pagi, dan yang membuat nya kesal adalah kemana istrinya pergi? biasnya Joy akan memeluk nya di setiap pagi untuk membangunkan nya.


Tapi sekarang? istrinya menghilang bersamaan dengan kakak ipar nya.


"Pasti tidak beres ini" ucap Willy langsung beranjak dari tempat tidur nya.


Willy keluar dari kamar dia mulai mencari Joy ke dapur, ruang tamu dan naik ke lantai atas untuk mencari di kamar nya, tapi nihil Joy sama sekali tidak di temukan.


"Awas saja jika dia berani macam-macam pada istriku" kesal Willy yang sudah siap memberikan bogeman pada Radit jika terbukti Radit yang membawa Joy pergi.


Sedangkan di tempat lain Joy terus menarik tangan Radit agar mengikuti nya, Radit yang masih mengantuk itu mau tak mau mengikuti kemana ibu hamil di depan nya membawa nya.


"Ayo sedikit cepat" kata Joy berlari kecil.


"Jalan pelan-pelan saja Joy, kau bisa jatuh" kata Radit memberikan peringatan.


Terlepas rasa kesal nya pada Willy Joy tetap gadis yang di sukai nya, meski rasa suka itu kini sudah berubah menjadi rasa sayang kakak untuk adik nya.


Radit tentu nya tidak mau terjadi apa-apa pada calon keponakan nya, dia sangat senang karena dia memiliki banyak keponakan dari Joy, adik nya.


"Kalau jalan pelan kita yang ada nggak keburu, yang punya rumah suka pergi nya pagi banget" jelas Joy lagi.


"Memang nya kita akan pergi ke rumah siapa?" tanya Radit bingung.


Joy menghentikan langkah nya karena dia merasa cape, lalu dia mengajak Radit untuk duduk di emperan membuat Radit sekali lagi menghela nafasnya panjang.


Ini kali pertamanya aku duduk ditempat seperti ini, tapi demi ngidam adik ku aku harus bisa menahan. batin Radit.

__ADS_1


"Kita akan ke rumah polisi, rumah nya di komplek C" jelas Joy.


Radit seketika membulatkan matanya sempurna mendengar hal itu, komplek C? mereka bahkan masih di komplek A karena perumahan Joy memang sangat luas.


"Seharusnya kita pakai motor saja kalau sejauh itu" Radit mencoba menahan kesal.


"Pakai motor nggak enak kak, lebih enak jalan gini biar bayi nya sehat" balas Joy tidak merasa bersalah.


"Kamu mau apa emang nya kalau ke rumah polisi?" tanya Radit kali ini serius.


Yang benar saja mereka keluar rumah jam 4 subuh, dan bahkan keduanya sekarang belum sholat karena Joy memaksa Willy untuk mengikuti keinginan nya.


"Minta manjatin mangga yang ada di belakang rumah, enak kan makan rujak mangga muda yang di petikin sama bapak polisi gagah" sahut Joy dengan tersenyum.


Radit menggelengkan kepalanya, tau seperti ini tadi malam dia seharusnya membuat alasan untuk tidak makan malam bersama adik nya, tapi nasi sudah menjadi bubur mau tak mau Radit harus di buat pusing dengan ngidam Joy.


.


.


.


"Kok tidur di sini?" tanya Joy pada suaminya.


Willy ingin sekali memarahi istrinya yang pergi tanpa pamit, tapi sekali lagi dia menahan emosi nya karena Joy sangat sensitif.


"Nungguin kamu" balas nya malas.


"Maaf, tadi aku habis dari komplek C" jelas Joy.


"Ngapain?" tanya Willy sambil menarik Joy agar duduk di dekat nya, dan saat Joy sudah duduk saat itu juga Willy memeluk dan mencium pipi istrinya.


"Aku kerumah bapak polisi yang kemarin kesini dianter kak Radit" jelas Joy.


Radit!

__ADS_1


"Lalu kemana si jomblo sabun itu?" tanya Willy sudah bersiap-siap memberikan tanda sayang nya.


"Lagi sholat di masjid sama pak polisi ganteng, udah yuk mending kita shalat subuh dulu mumpung baru adzan" balas Joy sambil melepaskan diri dan pergi berjalan menaiki tangga.


Willy mengikuti keinginan sang istri, dan dia menahan kesal nya karena istrinya memuji pria lain ganteng di depan nya.


Jam 6 pagi Joy dan Willy duduk di bangku taman merasakan cahaya mentari yang baru keluar, di pohon terlihat dua orang pria yang sedang mencari-cari mangga muda mangkal.


"Gimana pak dapat nggak?" tanya Radit.


"Saya belajar banyak cara melumpuhkan lawan tapi untuk sekarang saya ngaku kalah, tuan" kata polisi yang usianya 30 tahunan itu.


Untuk pertama kalinya dia harus memanjat pohon karena tidak tega melihat ibu hamil yang duduk di teras rumah nya, Joy mengatakan jika tidak mendapatkan mangga mangkal dari tangan pak polisi sendiri dia akan mogok makan.


Dan mau tak mau pak polisi nya pun setuju, tapi saat sampai rumah dia merasa senang karena ternyata ibu hamil yang ngidam itu adalah istri dari pemilik perusahaan media, dia berharap jika suatu saat nanti dia bisa masuk tv.


"Menurut bapak ini mangkal nggak?" tanya Radit sambil memetik satu mangga dan memberikan nya pada pak polisi.


Pak polisi mengendus bau mangga itu, lalu sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya.


"Bau mangga mangkal itu yang kaya gimana? saya kan nggak tau" balas si pak polisi sambil menggaruk tubuh nya yang terasa gatal.


Radit menghela nafasnya kesal, keduanya masih belum menemukan buah mangga mangkal yang di inginkan Joy.


Mata Radit melihat ke bangku taman di mana terlihat sepasang suami istri yang sedang tertawa di bawah sinar mentari pagi, wajah nya seketika masam karena melihat adegan di mana Willy mencium bibir Joy.


"Ambil yang mana aja pak, kalau perlu habiskan saja daun-daun nya" kata Radit yang kesal.


"Oh jadi semuanya?" tanya Pak polisi.


Dan Radit hanya mengangguk tanpa berniat menjawab, dia juga memetik mangga nya dan memasukkan nya ke kantung kresek yang di berikan Joy tadi.


Dia yang bikin anak aku yang repot, dasar William baaangkee. batin Radit menggerutu.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2