Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Menunda kehamilan


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Entah siapa yang memulai tapi yang jelas sekarang kedua insan itu tengah berbagi kehangatan, dingin nya AC bahkan tidak menjadi penghalang untuk keduanya menunda apa yang sudah mereka rasakan saat ini.


Sera tidak berhenti menatap wajah yang tengah menggauli nya, rasa sakit dia tahan karena tidak ingin mengecewakan suami nya lagi.


Oughh..


Lenguhan panjang terus keluar dari bibir seksi gadis muda itu, rasa sakit bercampur nikmat Sera rasakan tanpa tangisan nya lagi.


"Hah, kak" sentak Sera saat merasakan ritme yang cepat.


"Tahan dulu sayang" kata Nino sambil membungkam bibir istrinya dengan sebuah ciuman.


Sedari tadi Nino mencoba mengalihkan rasa sakit Sera dengan ciuman, dan hal itu berhasil membawa Sera melupakan rasa sakit nya meski hanya sebentar.


Sera melotot saat merasakan perasaan yang aneh, hingga akhirnya tiba-tiba dia merasakan ingin mengeluarkan hal yang aneh dari area sensitif nya.


Arghhh..


Sera membusungkan dada nya saat merasakan pelepasan pertamanya, tubuhnya melemah dan dia merasa sangat lega di saat yang bersamaan.


"Pintar" Nino mengecup hidung Sera lembut.


"Kakak, aku lelah" kata Sera saat Nino masih melanjutkan permainan nya.


Dan ucapan Sera kali ini tidak Nino hiraukan, dia sudah ditengah jalan dan tidak akan berhenti hanya karena mendengar kata lelah istrinya.


"Kak!" Sera merasa tidak ingin melanjutkan nya.


"No, aku belum merasakan nya" kata Nino sambil memberikan rangsangan kecil di dada Istri nya.

__ADS_1


Ahk..


Desaaah Sera panjang saat merasakan ritme cepat dari suaminya.


Nino seperti menunggang kuda, dan Sera merasa menjadi kuda nya di mana dia terus di naiki tanpa tahu kapan selesainya.


"Kak" Sera tidak bisa diam.


Tangan nya memeluk tubuh Nino erat, Sera merasakan ingin keluar lagi dan bukan hanya itu saja Nino juga merasa ingin melepaskan nya bersama.


"Tahan sayang" kata Nino sambil menatap wajah istri nya.


"Aku sudah menahan terus" sahut Sera sedikit sewot.


Nino tidak mendengarkan dia menghujami lebih dalam lagi, dan setalah di rasa Sera kesakitan Nino pun langsung mengeluarkan semuanya di milik istrinya.


Hah!


Nafas Sera terengah-engah saat merasakan rasa yang sangat dahsyat, penuh dan terasa nikmat.


Sera tidak tau jika proses nya selama ini, bisa di hitung dari saat dirinya menggoda Nino di kamar mandi, Sera dan Nino membuang waktu setengah jam untuk bermain panas seperti ini.


Perlahan Nino melepaskan pelukan nya, dia mencabut penyatuan nya dan menggulingkan tubuhnya ke samping istrinya.


Cup..


Satu kecupan Nino berikan pada gadis muda yang telah menjadi istri nya sepenuh nya.


"Terimakasih" kata Nino setelah memberikan kecupan manisnya.


"Makasih untuk apa?" tanya Sera menatap suaminya yang tengah menatap nya.


"Untuk cinta dan pembuktian nya" balas Nino lagi.

__ADS_1


"Pembuktian apa?" Sera tidak paham.


Bukan nya menjawab Nino malah memberikan kecupan di bibir istrinya, tapi Sera yang mengira itu adalah ciuman malah membalas nya dan membuka mulutnya sehingga keduanya berakhir berciuman lama.


Sambil berciuman mata nakal Sera melihat ke bawah sana, di sana terlihat jelas jika milik suaminya masih berdiri kokoh yang membuat Sera menelan ludahnya dengan kasar.


Perasaan kemarin nggak gede banget. batin Sera.


"Tidurlah" kata Nino saat melepaskan ciumannya.


"Bukan nya kita mau belanja bulanan?" tanya Sera bingung.


"Belanja nya besok lagi, hari ini kita malas-malasan di kamar" kata Nino sambil membawa Sera ke pelukan nya.


Dalam dekapan suaminya Sera bisa dengan jelas merasakan detak jantung yang berpacu cepat milik suami tercinta nya.


"Apa setelah ini aku akan hamil?" tanya Sera.


"Kenapa? apa kamu tidak siap?" tanya balik Nino, tangan nya mengusap kepala istrinya penuh sayang.


Nino merasa beruntung karena dia bukan hanya menjadi pemilik hati istrinya, tapi juga mendapatkan kesucian istrinya yang pada akhirnya menjadi miliknya, suami dari Sera.


"Entahlah" sahut Sera mencium dada terbuka suaminya.


"Jika tidak siap aku tidak akan memaksa, tapi jangan memakai pil KB" jelas Nino.


"Kenapa?" tanya Sera banyak tanya.


"Itu tidak baik untuk kesuburan, ada cara lain untuk menahan kehamilan tapi tidak dengan pil KB" lanjut Nino.


Sera hanya mangut-mangut meski dia sebenarnya tidak paham, Sera mencoba mengerti dan mempercayai setiap apa yang Nino ucapakan, Sera yakin Nino tidak mungkin berani membuat Sera kecewa, ya Sera yakin dengan hal itu.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2