Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Di Kampus #2


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Joy sedari tadi hanya diam, dia pikir semuanya akan beres dalam satu jam ternyata tidak pak Banu ada kelas satu jam dan Joy datang saat Pak Banu baru mulai mengajar.


Diam-diam Radit terus mencuri pandang ke arah Joy, dia merasa tertarik dengan Joy dalam pandangan pertamanya.


"Apa di wajah ku ada yang salah?" tanya Joy.


Dia tentu merasakan jika Radit yaitu pria yang bersama nya terus melihat ke arah nya, dan bukan nya risih Joy malah terlihat biasa saja.


"Tidak, hanya saja pipi mu Chubby aku baru melihat gadis berpipi chubby seperti dirimu" balas Radit.


Joy ingin tertawa rasanya mendengar ucapan Radit yang mengatakan jika dia adalah seorang gadis.


Dia mungkin akan syok jika melihat aku yang dulu, tapi suamiku dia bahkan mencintaiku apa adanya, baik Joy yang gendut ataupun Joy yang cantik, batin Joy.


"Aku bukan ga_" ucap Joy terhenti karena melihat pak Banu yang baru keluar.


"Radit terimakasih, aku akan ke ruangan pak Banu dulu" kata Joy langsung pergi mengikuti pak Banu.


Radit melihat Joy yang berlari kecil mengikuti langkah pak Banu yang memang cepat, sudut bibir nya terangkat untuk tersenyum kecil.


"Dia benar-benar beda, di saat gadis-gadis lain ingin menguruskan badan nya menjadi seperti tiang listrik dia bahkan memiliki tubuh yang seksi, pipi nya chubby. dia benar-benar cantik" gumam Radit sambil tersenyum.


Karena masih penasaran dengan Joy Radit pun bolos pelajaran lagi, sebelumnya dia tidak masuk kelas karena lupa membawa tugas nya lebih tepat nya tertinggal di apartemen nya.


Tapi sekarang dia akan bolos untuk mengejar gadis yang telah memikat nya dari pandangan pertama.

__ADS_1



Radit berjalan ke arah ruang dosen, di sana dia melihat Joy yang sedang berbicara serius dengan pak Banu.


Satu jam berlalu..


Joy Akhirnya selesai dengan urusan nya.


"Sekali lagi makasih ya pak" kata Joy.


Pak Banu hanya mengangguk, dia memang seperti itu dan Joy sudah terbiasa memilih undur diri keluar dari ruangan dosen.


Dan saat keluar Joy kembali bertemu dengan Radit yang kembali menemani Joy mengelilingi kampus.


"Kamu ada urusan apa sama pak Banu?" tanya Radit.


"Masalah beasiswa" jelas Joy.


Joy menghentikan beasiswa nya, dia merasa sudah tidak pantas lagi mendapatkan nya karena Joy merasa jika dirinya mampu membayar nya, apalagi sekarang ini gaji nya selalu dia tabungan.


Belum lagi Joy punya uang saku 100 juta dalam satu bulan oleh suaminya, sehingga Joy memilih untuk tidak mengambil nya dan memberikan beasiswa nya pada teman-teman nya yang kemarin beasiswa nya di cabut.


"Aku harus minta pak Banu buat nggak cabut beasiswa Joy" batin Radit yang berpikir jika beasiswa Joy di cabut.


"Hey" Joy menepuk pelan pipi Radit.


"Ehk, iya" Radit kaget, dia melamun.


"Mikirin apa?" tanya Joy.

__ADS_1


"Nggak kok, ayo jalan lagi." sahut Radit bohong.


keduanya berjalan dengan mengobrol ringan, baik Joy dan Radit terlihat sangat santai bahkan keduanya tidak seperti orang yang baru saling mengenal.


Sampai di parkiran Joy pun mengucapakan terimakasih pada Radit karena telah menemani nya di kampus, Radit hanya membalasnya dengan senyuman dan setelah itu dia melihat Joy pergi dengan naik angkot.


"Kok nggak di antar Dit?" tanya teman Radit.


"Ya kali baru ketemu udah nganterin" sahut Radit.


"What? yang dulu-dulu bukan nya langsung masuk kamar?" goda salah satu teman Radit lagi.


Brugkkk !


"Kampret Lo" Radit memukul teman nya tadi.


Tiba-tiba Radit menepuk jidatnya pelan, membuat teman-teman nya itu saling melirik dengan bingung.


"Kenapa Dit?" tanya teman nya lagi.


"Bodoh! aku lupa meminta nomer ponsel nya" kesal Radit sambil mengusap wajah nya kasar.


"Seorang Radit kecolongan?" teman-teman nya meledek Radit.


Dan Radit tidak menghiraukan ejekan teman-temannya, dia hanya memikirkan Joy sampai akhirnya dia teringat akan pak Banu, Radit pun Akhirnya pergi ke ruangan dosen untuk meminta nomer ponsel Joy.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2