Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Calon istri.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Tidak!" tegas Joy dan Willy kompak.


"Why?" Sera butuh penjelasan.


"Pendidikan lebih penting" jawab Joy lagi.


Untuk kuliah Joy tidak akan menuntut anak perempuan nya memiliki ijazah tinggi, dia akan menyerahkan itu pada Sera sendiri yang akan menjalani nya.


"Bagaimana dengan kuliah?" tanya Nino.


"Itu terserah Sera, tapi yang Daddy lihat Sera malas belajar jadi Daddy tidak akan memaksa Sera mau kuliah" balas Willy.


Sera tersenyum mendengar ucapan Daddy nya, dia tak suka belajar dan lebih suka nonton bioskop bersama Nino.


Yes, bay bay semua tugas yang menyebalkan. batin Sera senang bukan main.


"Pinter itu nggak berat bawa-bawa, apalagi ilmu" kata Joy yang melihat senyuman putrinya.


"Ck, Mommy benar-benar menyebalkan, aku lebih suka nonton film drakor" balas Sera agak sewot.


"Ya ya, kau selalu begitu maka dari itu Mommy dan Daddy tak memaksa mu kuliah" sahut Joy lagi.


Nino mendengar itu hanya diam, terang-terangan Mommy dan Daddy nya memberikan kepercayaan untuk menjaga Sera padanya.


Dan itu tandanya tanggung jawab Nino bukan hanya pada perusahaan nya, tapi pada Sera yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


"Sera akan kuliah, aku ingin Sera menjadi wanita pintar" kata Nino mengeluarkan suaranya.


"Itu sangat bagus, Mommy dukung kakak" sahut Joy sambil tersenyum sumringah.


"Daddy juga setuju" timpal Willy yang juga setuju dengan ucapan Nino.


Tapi semua itu tentu tidak dengan Sera, dia mengembungkan pipi nya kesal karena pada akhirnya dia akan kembali belajar lagi.

__ADS_1


"Aku akan mengajari mu" kata Nino, yang sekarang selalu menggunakan aku dan kamu saat berbicara dengan Sera.


"Hem, terserah" Sera tidak lagi bersemangat.


Lalu Sera mengambil minum dan meneguk nya sedikit, mata Sera melihat ke Mommy Daddy dan kakak nya.


"Jadi nikah nya tetap tiga bulan lagi?" lanjut Sera dengan wajah imut nya.


"Memang nya mau kapan? di undur sampai lulus kuliah?" tanya Joy dengan alis terangkat sebelah ke atas.


"Mommy!" Sera manyun.


"Jangan-jangan harap bisa di cepetin, keputusan kita sudah bulat kamu nikah nanti setelah lulus SMA dan itu nggak bisa di ubah meski kamu nangis sekalipun" tegas Joy lagi yang membuat Sera semakin manyun.


Joy tidak perduli dengan wajah cemberut putrinya, dia berdiri dan melirik ke arah sang suami tercintanya.


"Ayo Dad, kita tidur" kata Joy sambil mengedipkan mata centil nya pada suaminya.


Willy yang tau kode istrinya itu langsung bangkit dan memeluk pinggang sang istri tercinta nya.


Nino dan Sera melihat keromantisan kedua orang tuanya hanya diam, keduanya sudah biasa di suguhkan pemandangan yang membuat pasangan lain menjadi iri.


"Iya Dad" sahut keduanya kompak.


Joy dan Willy berjalan dengan Willy yang memeluk pinggang istrinya, Sera dan Nino melihat itu hanya geleng-geleng kepala.


"Mereka sangat mesra ya kak" kata Sera menyenggol lengan Nino.


"Hem, Daddy adalah panutan ku" balas Nino yang sangat mengidolakan sosok Daddy nya.


Sera mendengar itu tersenyum, tangan nya dengan gemas mencubit pipi Nino dan itu membuat pandangan keduanya bertubrukan.


"Kenapa?" tanya Sera melihat pandangan kakak nya yang sangat lembut.


"Kamu cantik" balas Nino sambil tersenyum.


Mendengar itu seketika pipi Sera memerah, jantung nya berdebar kencang apalagi mendapatkan tatapan yang sangat lembut dari Nino.

__ADS_1



OMG ini pasti mau nyium. batin Sera.


Sera memejamkan matanya di rasa Nino semakin mendekatkan wajah nya, dalam hati Sera ingin menjerit-jerit tapi dia menahan nya karena tidak mau terlihat lebay..


Hingga..


"Ingat Cctv depan tv" teriak Joy di kejauhan.


"Astaga ibu-ibu ganggu terus" gerutu Sera sambil membuka mata nya.


"Sera Nino tidur!" lanjut Joy masih berteriak.


"Iya!!!" teriak Sera kesal.


Nino melihat wajah kesal Sera tersenyum, dia bangkit dan mengambil remote lalu mematikan TV.


"Aku masih ingin di sini" kata Sera.


"Sudah jam 10 malam, ayo tidur" Nino mengulurkan tangannya.


Sera melihat tangan kakak nya, lalu menerima uluran tangan itu dan keduanya berjalan bersama menaiki tangga, hingga akhirnya Nino sampai di depan pintu kamar Sera.


Cup..


Nino mengecup kening Sera singkat, dan setelah itu membenarkan anak rambut Sera yang berantakan.


"Jangan lupa cuci tangan cuci kaki, gosok gigi dan baca doa" kata Nino sambil tersenyum.


Sera yang semula tersenyum kini senyuman nya hilang, dia menatap kakak nya lalu mencubit gemas tangan Nino.


"Aku bukan anak kecil lagi, aku calon istrimu" tegas Sera sambil manyun.


🌹


Maaf telat up, aku nya lagi bad mood apalagi pas lihat komentar yang nyuruh ganti alur🥺 pliss kalau nggak suka jangan bikin komentar yang bikin author ragu akan tulisan yang udah beres tinggal di kirim🤗

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2