
°^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sera akhir nya pulang di gendong oleh sang kakak, senyuman manis terlihat di wajah nya membuat siapa saja yang melihat nya akan langsung ingin mencubit dan mencium nya.
"Mau" kata Sera saat melihat anak-anak yang berlari membawa bola.
"Nanti beli, sekarang pulang dulu" sahut Nino masih menggendong adik nya.
"Hem, berat nggak?" tanya Sera mengalungkan tangannya ke leher sang kakak.
"Nggak" sahut Nino cepat.
"Tapi kata Mommy berat" balas Sera lagi.
"Bagaimana kalau setelah ini hanya kakak yang menggendong mu?" tawar Nino.
Mendengar ucapan Sera membuat dia tidak tega, ya sebenarnya Sera memang sangat manja pada Mommy nya bahkan tak jarang selalu meminta di gendong.
Nino sudah terbiasa menggendong Sera sehingga dia tidak keberatan, padahal Sera lumayan berat karena berat badan nya hampir 21 kg.
"Daddy Mommy?" tanya Sera.
"Boleh, tapi hanya sesekali tapi kalau mau di gendong minta kakak saja, bagaimana?" tanya balik Nino.
Sera terdiam nampak menimbang sampai akhirnya dia memilih mengangguk, dia langsung mencium pipi sang kakak, karena Sera memang sangat mengidolakan kakak nya yang menurutnya sangat sempurna.
Kelembutan Nino dan kebaikan kakak nya membuat Sera sangat menyukai apapun yang dimiliki kakak nya, seperti ketampanan nya menurut Sera di sekolahnya tidak ada yang setampan kakak nya.
Banyak yang ompong botak dan juga nakal, tapi tidak ada yang seperti kak Nino ku. kira-kira seperti itulah jawaban Sera saat ditanya oleh Joy siapa anak laki-laki paling tampan.
"Ote" sahut nya singkat tapi dengan wajah cantiknya.
Tak lama kemudian Nino dan Sera akhirnya sampai di halaman rumah dan saat kedua nya akan masuk Sera mendengar suara klakson mobil.
"Daddy!" teriak Sera happy.
Nino menurunkan adik nya, Sera langsung berlari dengan tubuh gembul nya yang membuat Nino tersenyum gemas.
__ADS_1
Sedangkan Sera sendiri dia malah terlihat kesal karena sepatu nya yang berwarna putih sudah kotor.
"Oh no ini jelek" Sera melepaskan sepatu nya.
"Halo girls" sapa Willy langsung membawa tubuh gembul sang putri ke gendongan nya.
Cup..
Willy mengecup pipi putrinya, dia benar-benar gemas dengan pipi chubby putrinya yang selalu dia rindukan di kala sedang bekerja.
"Daddy membawa cookies?" tanya Sera dengan senyuman nya.
"Hem, nanti Daddy akan memesan nya lewat Om Yuda" balas Willy sambil berjalan.
"Daddy melupakan makanan kesukaan ku, itu menyebalkan" Sera memanyunkan bibirnya sebal karena biasanya Daddy nya selalu membawa pulang makanan kesukaan nya.
"Mommy bilang kau harus diet sayang, jadi tidak ada makan cookies dan cake lagi" jelas Willy lagi sambil masuk ke rumah nya.
Saat masuk Willy langsung di sambut dengan Vicky, putranya sudah terlihat segar dan tampan dengan pakaian santai nya.
"Halo son, sedang apa?" Willy mendudukkan putrinya di sofa dekat Vicky.
Vicky menjadi tidak manja lagi, semenjak memiliki adik Willy selalu berusaha manjadi mandiri, dia tidak mau merepotkan Mommy nya apalagi sekarang usianya juga sudah cukup besar.
"Dan kakak mu?" tanya Willy lagi.
"Sedang mandi tadi habis lari sore" jelas Vicky lagi.
Willy mengangguk lalu melirik putrinya yang terlihat kesal.
Dia tau putrinya sedang marah karena tidak mendapatkan apa yang di inginkan nya, Vicky melihat itu merasa gemas karena Sera selalu manyun saat sedang kesal.
"Ada apa Dad, wajah Sera terlihat kesal" tanya Vicky sambil mengusap pipi Sera lembut.
"Daddy pelit seperti Mommy" sahut Sera dengan wajah kesalnya.
"Tidak ada seperti itu, berat badan mu sudah 21kg sayang, Daddy hanya ingin kau tumbuh ke atas, jadi kalau mau makan cookies dan cake harus makan sayur dulu" kata Willy lalu pergi ke kamar nya untuk mandi.
"Daddy nakal! aku mau sama Oma dan Opa aja" Sera turun dan langsung pergi ke kamar nya.
__ADS_1
Vicky yang melihat itu tertawa, pemandangan seperti ini lah yang selalu dia lihat dan entah kenapa dia selalu menyukai sikap menggemaskan adik nya itu.
Saat makan malam Joy mengerutkan kening nya tak melihat putrinya, dia langsung menanyakan pada Vicky dan suaminya dan keduanya menjawab jika Sera mengunci diri di kamar.
"Astaga si Endut" Joy menggelengkan kepalanya.
Begitulah Sera yang sangat manja dan keras kepala, selalu marah jika keinginan nya tidak langsung di turuti.
"Mom biar aku aja" Nino langsung berdiri.
"Bujuk makan sayur ya kak" kata Joy.
"Iya Mom" sahut Nino lalu pergi ke kamar Sera.
Tok..tok..
"Sera ini kakak, lihat sekarang kakak bawa apa ayo keluar kita akan makan" kata Nino lembut.
Dari dalam kamar Sera yang sedang makan coklat cadangan nya langsung berdiri, dia menyembunyikan coklat sisa nya di balik selimut dan setelah itu dia berjalan ke pintu kamar nya.
"Males ahk, pasti Mam sayur" Sera merajuk.
Dia melihat coklat di tangan nya, dan dengan cepat Sera langsung membalikkan tubuhnya untuk menjilatinya tangan nya yang ada di coklat nya.
Manis. batin nya dengan senyuman menggemaskan nya.
"Iya Mam sayur nanti kakak ajak beli es krim, mau?" tawar Nino.
Mendengar kata es krim Sera terdiam, dia masih menimbang sampai akhirnya ia pun memilih mengangguk.
"Ote, es krim nya dua ya" sahut Sera lagi.
Dan Nino hanya mengangguk, lalu keduanya pun pergi ke meja makan, Sera yang pendek duduk di kursi yang di beri batal, dan setelah itu keluarga kecil Willy Joy pun makan dengan khitmat.
Tentunya dengan drama Sera yang terus menolak makan sayur.
"Pait, ihk Ndak enak ah mau ayam aja enak" sepanjang makan Sera terus mengatakan nya.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏