Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Ketampanan


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Nino keluar dari ruangan nya dan saat melewati tempat duduk Bella, dia melihat Bella yang terlihat aneh memandang ke arah nya.


Itu lebih baik dari pada aku harus di ganggu oleh manusia ambisius seperti dia. batin Nino.


Sedangkan Bella dia masih bingung antara percaya atau tidak percaya, Bella yakin jika Nino bukan lah Gay, tapi dia ingat akan kata-kata Nino saat di mobil tadi.


Dan hal itu tentu membuat Bella bimbang akan perasaan nya, ya meski Nino kaya dan seorang Bos besar tapi jika Nino adalah seorang Gay Bella juga tidak ingin.


Tampan juga kalau belok buat apa, mana mempan bikin anak ganteng. batin Bella.


"Urus semuanya aku akan langsung pulang" kata Nino dingin.


"Baik tuan" sahut Bella tidak berniat melihat ke arah Nino.


Dia masih merinding membayangkan jika Bos nya yang tampan itu adalah seorang Gay, dan untuk Nino sendiri dia tidak perduli akan semua pikiran Bella pada nya.


Menurut Nino Bella yang sudah berhenti mendekatinya itu saja sudah lebih dari cukup, dia tidak akan menjelaskan karena itu bukan lah hal yang penting untuk nya.


Drett !


"Halo"


"Kakak cepatlah datang, teman-teman ku sudah ingin menjemput ku"


"Hem, kakak sedang dalam perjalanan ke sekolah, tunggulah"


"Oke, bye kakak muachh!"


Nino menghela nafasnya panjang, kata terakhir yang keluar dari bibir Sera membuat Nino merasa tak nyaman.


"Sadar Nino, dia adik mu yang harus kau jaga dan sayangi, dia bukan wanita yang harus kau cintai" gumam Nino menyadarkan dirinya akan fakta itu.

__ADS_1


Dia tidak tau seperti apa perasaan nya untuk Sera, entah sayang untuk adik atau rasa sayang untuk seorang wanita, Nino tidak tau.


Tak lama kemudian mobil Nino sampai di halaman sekolah, Nino langsung turun dan dia mendapatkan banyak perhatian dari siswi-siswi centil.



"Halo kak Nino, antar aku dong" ucap salah satu teman Sera.


"Iya kak antar aku pulang dong, mau di ajak mojok juga boleh kak, aku mau pasrah kak" lanjut salah satu teman Sera lagi.


"Apaansih, kalian genit banget" Sera mencubit lengan salah satu teman nya.


"Sakitttt Sera!"


"Biarin, habisnya genit segala minta pasrah dasar gatel" kata Sera sewot.


"Dih, kok kamu sewot sih" teman Sera menatap Sera dengan sebal.


Dan saat Sera akan menjawab dia langsung di tarik oleh Nino untuk masuk ke dalam mobil, Nino tidak ingin adiknya berdebat hanya karena masalah spele.


"Makanlah, tadi kakak lewat gerai langganan kita dan kakak teringat akan cookies itu" kata Nino sambil menyalakan mesin mobilnya.


Sera akhirnya tidak bisa marah, dia memilih makan cookies nya sambil menatap wajah kakak nya yang tampan.


"Ada apa?" tanya Nino tahu jika Sera terus melihat ke arah nya.


"Nggak papa" sahut Sera cepat dengan menggelengkan kepalanya.


"Bohong" kata Nino tidak percaya.


Sera menarik nafasnya panjang, dia menyimpan cookies nya dan tangan nya sekarang mengusap lengan besar kakak nya.


"Aku nggak bisa bayangin kalau kakak nikah, kakak akan perhatian lagi nggak sama aku?" ucap Sera terlihat serius.


Nino menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dia merasa Sera agak berbeda dari biasanya maka dari itu Nino ingin memastikan sendiri.

__ADS_1


"Kenapa, kamu takut kehilangan perhatian kakak?" tanya Nino.


"Apa aku egois?" tanya balik Sera.


Nino menggelengkan kepalanya.


"Tidak, tanpa kamu minta sekalipun kakak akan selalu ada untuk mu" jelas Nino.


"Really?"


"Hem, kakak yakin"


"Huh, kakak terlalu tampan sehingga banyak perempuan yang tergila-gila pada kakak, seharusnya kakak tidak setampan Oppa Sehun" kata Sera sambil mengusap pipi Nino dengan lembut.


Oppa Sehun?


"Siapa?" tanya Nino tidak paham.


"Dia adalah bias aku, anak piyak nya aku uh ganteng nya kebangetan tapi tetap kalah kok kalau di bandingkan sama kakak" sahut Sera dengan senang.


Nino hanya mangut-mangut, bukan hal baru lagi kalau Sera suka pria-pria berkulit putih seperti boy band Korea Selatan, bahkan aktor-aktor tampan pun takalah Sera idolakan karena ketampanan nya.


"Jadi menurut kamu kakak ini tampan?" tanya Nino.


Sera hanya menjawab dengan anggukan kecil, membuat Nino tersenyum.


"Lalu bagaimana dengan Kai?" tanya Nino lagi.


"Ganteng juga, sama-sama ganteng cuman beda nya kakak udah 26 tahun dan Kai masih 21 tahun" balas Sera cepat.


Nino tidak lagi bertanya, dia memilih melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sebenarnya Nino ingin menanyakan siapa yang akan di pilih Sera jika ada dua pilihan Nino dan Kai.


Tapi itu tidak dia lakukan karena Nino merasa itu kekanakan, takutnya Sera akan ilfil padanya dan berpikiran aneh tentang nya.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2