Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Dua adik kakak


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Saat ini Joy dan Willy sudah sampai di tempat yang akan membuat keduanya kenyang, tapi tentu tidak semudah itu karena Willy dan Joy memiliki pandangan berbeda.


"Aku mau di sini saja, tempat nya lebih nyaman" kata Joy menunjuk gerobak di pinggir jalan.


"Tidak, di restoran lebih nyaman" balas Willy kekeh.


"Di sana mahal, di sini 100 ribu pun masih mendapatkan kebalian untuk mengenyangkan perut" sahut Joy tidak mau kalah.


"Bahkan jika sampai satu juta dan lebih pun itu tidak akan membuat aku miskin, sudahlah kita di restoran saja aku ingin kita makan nyaman" jelas Willy juga sama tidak mau kalah.


Keduanya terus berdebat dengan dua tempat pilihan yang berbeda, sebenarnya alasan Willy bukan hanya melihat tempat nya saja yang bising.


Tapi juga di tempat yang Joy inginkan ia melihat banyak pria muda yang sedang nongkrong, dan ya.. sikap posesif Willy kembali keluar dan tidak mau berbagi pandangan dengan pria lain.


Sedangkan untuk Joy dia juga sebenarnya tidak masalah untuk makan di restoran, tapi entah kenapa untuk kali ini dia sangat ingin banyak memborong makanan.


Dan Joy sudah menghitung berapa banyak uang yang akan dia keluarkan jika dia memilih jajanan pedagang kaki lima, di bandingkan restoran yang menurutnya akan membuat dompet tipis.


"Kakak, apa di sana makanan nya enak?" suara anak kecil terdengar.


Membuat Joy dan Willy mengalihkan perhatian nya pada kedua anak laki-laki yang sedang berdiri di dekat nya itu.


"Tidak Dek, di sana tidak enak dan lebih enak di situ, ayo kakak belikan kamu makanan kesukaan kita" balas si kakak cepat.

__ADS_1


"Satu bungkus berdua lagi?" tanya si adik.


Joy dan Willy masih mendengarkan, keduanya bahkan terlihat fokus untuk hal itu.


Mata keduanya juga melihat ke arah karung berukuran besar yang berisi rongsokan plastik yang kedua adik kakak itu kumpulkan.


"Nanti kalau kakak punya banyak uang kakak belikan satu porsi untuk kamu, jadi kita makan nya bakalan kenyang" jelas si kakak sambil memegang tangan adik nya, berniat untuk menyebrang jalan.


"Tunggu" Joy akhirnya mengeluarkan suara nya.


Kedua anak laki-laki yang memiliki status adik dan kakak itu melirik ke arah Joy dengan suara bingung nya.


"Kenapa kak?" tanya si kakak bingung.


"Kalian mau makan di sana kan?" Joy menunjuk ke arah restoran.


Dan keduanya menggelengkan kepalanya.


Dia selalu mempercayai apapun yang di katakan kakak nya, karena dia hanya memiliki kakak nya.


Joy mendengar ucapan si adik entah kenapa dia merasa ingin menangis, dulu dia juga pernah ada di posisi kedua anak laki-laki itu, dimana Joy sangat ingin makan enak tapi tak mampu.


"Kakak sedang ulang tahun maukah kalian makan enak bersama kakak?" tanya Joy.


Kedua adik kakak itu saling melirik, sampai akhirnya keduanya menganggukkan kepalanya karena saat ini keduanya memang benar-benar lapar.


Joy mengajak kedua anak-anak itu untuk duduk di tempat yang di sediakan pedagang kaki lima, Willy juga ikut duduk meski dia sedikit risih dengan suasana ini, tapi demi istrinya dia akhirnya mengalah.

__ADS_1


Joy nampak sibuk memesan bebarapa makanan untuk mereka, masing-masing Joy memesan empat porsi dan setelah selesai Joy ikut duduk di dekat suaminya.


"Kalian tinggal dimana?" tanya Joy ramah.


"Di rumah, di kolong jembatan" kedua adik kakak itu menjawab dengan jawaban yang sangat berbeda.


Joy tertegun dengan jawaban berbeda itu, dia langsung memegang tangan suaminya karena dia merasa semua itu mengingatkan akan masa lalu nya.


Willy paham dengan situasi ini, dia langsung mengusap punggung istrinya agar Joy tidak sedih, tapi Joy yang cengeng malah mengeluarkan air mata nya.


Tak lama kemudian makanan nya datang, Joy langsung menyuruh kedua anak laki-laki itu untuk makan, dan setelah itu melirik suaminya.


"Mau yang mana?" tanya Joy pada suaminya.


Willy melihat banyak nya makanan yang di pesan sang istri, dan dia memilih satu yaitu sup buntut yang yang menurut nya lebih terlihat menggoda.


"Bule ternyata sukanya sup buntut ya" Joy menggoda suaminya.


"Ya bukan kah kamu juga suka buntut yang di depan" Willy menjawab godaan itu dengan sesuatu yang Joy pahami.


"Apaansih" Joy bersemu merah karena malu, untung saja anak-anak itu tidak paham dengan yang Willy katakan.


Ke empat nya makan dengan khitmat, sesekali Joy bertanya pada kedua anak laki-laki itu, pada awal nya si kakak selalu menjawab dengan berbohong, tapi tidak dengan si adik yang selalu jujur.


Dan sekarang Joy tau jika kedua anak laki-laki itu ternyata sudah kehilangan orang tuanya, lebih tepat nya di tinggalkan di pinggir jalan berdua dan ibu nya pergi entah kemana.


Aku dulu pernah ada di posisi itu, ya Tuhan kenapa ini terulang lagi. batin Joy sangat sedih.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2