Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Anak PELAKOR #2


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Dimana anak PELAKOR itu?" tanya pria yang berjalan mendekat ke arah meja makan.


"Jaga bicaramu Raditya! dia bukan anak PELAKOR seperti yang kamu maksud" bantah Tuan Robert.


Membuat pria bernama lengkap Raditya Angkasa itu menghentikan langkah kaki nya, dan menatap penuh kecewa pada pria yang sangat dia hormati itu.


"Jadi Ayah akan membela anak PELAKOR itu?" tanya Radit.


Joy yang menunduk membuat Radit tidak bisa melihat wajah nya, dan Willy yang melihat tatapan Radit jatuh pada istrinya dia langsung menutupi wajah Joy dengan tangan nya.


"Berani kau menatap tajam istriku kau berhadapan dengan ku!" ancam Willy dengan wajah dingin nya.


Joy langsung memeluk suaminya, menyembunyikan kesedihannya di tubuh pria yang selalu mau menjadi pelindung nya.


"Aku mohon jangan" ucap Joy pelan hampir tidak terdengar.


Willy menghela nafasnya panjang, jika Joy tidak menahan nya dia akan menghabisi Radit saat ini juga.


Aku sudah mendekatkan mereka dari jauh-jauh hari agar mudah bagi Radit menerima Joy sebagai adiknya, tapi sepertinya cara ku salah Radit tidak akan menerima Joy sebagai adiknya melainkan sebagai wanita yang dia suka. batin Willy.


Dia sudah tau jika Radit dan Joy dekat di kampus, selama ini Willy hanya melihat dari kejauhan dan dia tidak melakukan apapun atau melarang karena Joy sangat mencintai nya.


Nyonya Anasya mendekati putra sulung nya itu, dia mengusap punggung Radit agar putra nya tidak emosi lagi.

__ADS_1


"Aku kecewa sama Ayah, Bunda nggak pantas mendapatkan kesedihan" kata Radit sambil memeluk tubuh sang bunda.


Nyonya Anasya masih mengusap punggung putra nya dengan lembut, dia memberi kode pada suaminya agar diam dulu karena dia tidak ingin suasana nya menjadi panas.


Setelah Radit mulai tenang perlahan pelukan nya terlepas, tangan Nyonya Anasya terulur untuk membelai pipi sang putra dengan lembut.


"Ini bukan kesalahan siapapun sayang, ini takdir yang harus kita terima. Tuhan tidak akan memberikan ujian jika hamba nya tidak mampu, tapi kita mampu melewati nya" jelas nyonya Anasya dengan gaya bicara nya yang lembut.


"Tapi bagiamana dengan hati Bunda? Ayah sudah merusak kepercayaan kita" sekali lagi Radit menatap ke arah Ayah nya dengan wajah kecewa nya.


Nyonya Anasya menggelengkan kepalanya mendengar itu.


"Tidak ada yang harus di kecewakan, baik Ayah ataupun almarhum Imelda, mereka sama-sama terjebak dalam situasi sulit. dan Bunda percaya jika keduanya sama-sama tidak bersalah untuk hal ini karena keluarga kita tetap baik-baik saja bukan? tidak ada yang merusak atau berniat jahat." nyonya Anasya kembali menjeda ucapan nya.


"Terimalah Joy sebagai adik mu, dia anak Ayah juga dan kalian satu darah meski lahir dari rahim berbeda" lanjut Nyonya Anasya.


Joy?


Apa dia Joy yang sama dengan Joy yang aku suka?. batin Radit bertanya-tanya.


"Kakak ayo kita usir dia" Ayuni bersuara.


"Ayuni, jangan" Ayuna menahan tangan sang adik agar tidak melakukan hal yang akan membuat Ayah dan Bunda nya sedih.


"Apa sih kak, lepas nggak!" kesal Ayuni.


Saat ini dia benar-benar sangat ingin mengusir Joy, dia tidak mau perhatian orang tuanya terbagi-bagi.

__ADS_1


"Radit" panggil tuan Robert.


"Aku masih butuh waktu" kata Radit berjalan menjauh.


Tapi sebelum benar-benar pergi lagi Radit sempat melihat ke arah Joy, dan dia benar-benar syok karena gadis yang membuat dia nyaman selama akhir-akhir ini ternyata adalah adik nya.


Kenapa harus Joy? kenapa harus dia yang menjadi adik ku! batin Radit sangat kecewa.


Dia sudah berniat mendekati Joy, tapi di saat dia sudah benar-benar merasa jatuh cinta perasaan nya di patahkan dengan dua kenyataan yang memilukan.


Yang pertama Joy sudah punya suami dan yang kedua Joy adalah adik beda ibu nya.


Ayuni pergi ke kamar nya karena kesal, Ayuna mendekati Joy dan memeluk sang kakak dengan lembut.


"Kakak tenang aja aku yakin Ayuni hanya syok begitupun dengan kak Radit, mereka baik aku yakin mereka bisa menerima kakak" kata Ayuna sambil memeluk Joy.


"Makasih Ayuna, kakak sangat beruntung karena memiliki adik secantik dan sebaik kamu. terimakasih" balas Joy sambil memeluk Ayuna.


Nyonya Anasya dan Tuan Robert nampak saling melirik, setidaknya meski kedua anaknya masih berat menerima Joy tapi ada Ayuna yang baik hati.


Willy mengepalkan tangan nya, dia berjanji tidak akan membiarkan Joy bergantung pada siapapun selain dirinya, dan mungkin setelah ini lebih baik Joy pulang bersamanya dari pada istrinya tertekan karena kepikiran dengan status nya yang masih tidak jelas di keluarga Robert.


"Sepertinya akan lebih baik jika Joy bersama ku, maaf aku tidak bisa membuat istriku sedih karena aku mencintai nya" kata Willy dengan nada bicara nya yang dingin seperti biasanya.


Terdengar helaan nafas panjang dari tuan Robert, dia pun merasa hal yang sama dengan Willy.


"Aku tidak bisa menolak keinginan mu, aku titipkan Joy padamu karena aku melihat putri ku sangat bahagia saat bersama mu"

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2