
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Joy dan Willy berkeliling mengelilingi Villa mewah yang ada di pinggir pantai, kebahagiaan terpancar di wajah keduanya yang kini masih asyik mengelilingi Villa.
"Berapa?" tanya Joy.
"Aku takut kamu akan syok saat mengetahui harganya" balas Willy.
"Justru karena itu aku sangat penasaran, pasti sangat mahal" lanjut Joy lagi.
Willy tersenyum mendengar ucapan istrinya, tangannya melingkar di di pinggang sang istri lalu mencium lembut bahu sang istri.
"Kau tahu tidak ada yang mahal menurutku dibandingkan dengan waktu yang yang aku ku habiskan denganmu, kau sangat istimewa" jelas Willy yang malah menggombal.
Joy mencubit lengan suaminya lalu terkekeh pelan, pipinya merona karena selalu mendengar kata-kata manis yang membuat dirinya menjadi lumer.
"Gombal terus nih Om-om bikin gemes aja" Joy tertawa.
"Om-om?" Willy menaikan sebelah alisnya ke atas.
Dan Joy mengangguk kecil, "Udah 30 tahun lebih kan Om-om nama nya, kalau aku sih masih muda" sahut Joy cepat.
"Oh jadi aku Om-om?" Willy meraba paha istrinya.
"I-iya" Joy kegelian gara-gara tangan nakal suaminya.
Tangan Willy naik ke baju Joy dan meraba perut buncit istrinya, bibir nya menciumi leher istrinya membuat Joy tidak tahan dengan apa yang di lakukan suaminya.
"Honey.." desaaah Joy.
"Hem, kita main di sini" kata Willy sambil meremas dada istrinya.
"No, nanti ada yang meli__ hemph.." Willy membungkam bibir Joy dengan sebuah ciuman.
__ADS_1
Keduanya berciuman cukup lama, Willy mendudukkan Joy di meja kayu dekat dengan jendela yang memperlihatkan pemandangan pantai yang indah.
Joy tidak bisa menolak gairah yang sudah ada di dirinya, suaminya benar-benar pandai membuat Joy menjadi terbang.
"Honey ini aman kan?" tanya Joy sambil membuka pakaian nya.
"Aman honey, tidak ada yang akan melihat kita" balas Willy yang wajah nya sudah terlihat terlihat bergairah.
Willy tidak membuka celananya tapi dia menurunkan sedikit resletingnya, lalu mengeluarkan si batang nya.
Pipi Joy seketika bersemu merah saat melihat benda yang selalu membuatnya menggila itu, tidak bisa memungkiri bahwa Joy benar-benar puas dengan milik suaminya itu
"Honey.." Joy memejamkan mata nya saat Willy memulai permainan nya.
Dan di saat keduanya baru menikmati permainan panas nya tiba-tiba terdengar suara teriakan Vicky.
"Mommy Daddy!" teriak Vicky.
"Honey" Joy melotot dan reflek mendorong tubuh suaminya.
Segera Joy berjalan cepat masuk ke salah satu kamar di dekat nya, sedangkan Willy di menaikan resleting nya kembali lalu memakai baju nya kembali.
Hembusan nafas kesal keluar dari bibir pria itu, kesal karena baru saja dia akan terbang tapi ada gangguan yang membuat nya harus menghentikan permainan panas nya.
"Daddy" Vicky yang berlari langsung memeluk Willy. "Mommy mana Dad?" tanya Vicky matanya melihat ke sekeliling.
"Mana Oma Opa dan kakak mu Son?" Willy malah balik bertanya sambil membawa Vicky ke gendongan nya
"Di luar, bersama kakak" balas Vicky sambil tersenyum.
"Kita kesana oke" kata Willy sambil berjalan membawa anak nya ke teras depan agar istrinya bisa kembali berpakaian tanpa terganggu oleh putra nya.
"Let's go Daddy" kata Vicky dengan bersemangat.
Sesampainya di teras Willy melihat Daddy Mommy nya yang sedang mengeluarkan barang dibantu oleh tukang bersih di Villa.
__ADS_1
"Kalian datang disaat waktu yang tidak tepat" kata Willy pelan.
Yang mana hal itu membuat Dad Lian dan Mom Arr langsung melirik ke sumber suara.
"Wajahmu terlihat sedang kesal will" kata Mom Arr.
"Mungkin dia sedang mencari kesempatan dalam kesempitan tapi gagal" sahut Dad Lian menimpali, dia sangat yakin bahwa putra nya yang mesum itu pasti gagal menyicil lagi.
Willy memasang wajah kesalnya melihat Daddy nya yang acuh, Mom Arr juga melihat putra nya yang kesal dan dia hanya tersenyum kecil karena paham dengan sifat putra nya yang sebelas dua belas dengan suaminya.
Anak dan Daddy sama saja suka mesum di sembarang tempat, memang ya kalau Daddy and Son itu kesamaan nya tidak bisa di ganggu gugat. batin Mom Arr sambil menggeleng kepalanya.
Vicky dan Nino bermain di pantai bersama Oma dan Opa nya, Willy yang melihat itu langsung masuk ke kamar tamu dan dia kaget saat melihat Joy yang rebahan dengan tangan yang terus mengusap perut nya.
"Honey are you oke?" tanya Willy.
"Entahlah, aku merasa sakit perut ku terasa keram mungkin karena kegilaan kita tadi" balas Joy pelan.
Willy duduk dia menurunkan wajah nya lalu menatap perut buncit istrinya..
Cup..
"Ada apa baby? kenapa membuat Mommy mu sakit?" tanya Willy sambil mengusap lembut perut buncit istrinya.
"Baby bilang apa?" tanya Joy.
Willy mengadahkan pandangan ke atas, lalu tersenyum.
"Katanya mau di jenguk Daddy" balas Willy dengan senyuman miring nya.
"Honey!" Joy melotot saat Willy memberikan senyuman khas orang mesum itu.
"Mereka masih bermain, dan akan lama jadi kita bisa bersama honey" kata Willy sambil membuka pakaian nya dan melemparkannya ke sembarangan arah.
Joy menghela nafasnya panjang, jika sudah begini dia kembali tidak bisa menolak dan siang panas yang tadi tertunda pun langsung di balas lunas oleh keduanya.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏