
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Joy sampai sedikit telat karena jalanan yang macet, dan sesampai nya di rumah sakit Joy langsung mendapatkan pelukan dari nyonya Anasya.
Dia tidak banyak bertanya apa-apa, Joy tau Bunda nya sedang sedih yang membuat Joy memiliki diam karena jujur saja dia juga masih sedikit syok.
"Semuanya akan baik-baik saja bunda" kata Joy mencoba menyemangati sang Bunda.
"Bunda tau Ayuna gadis yang sangat berani" balas Nyonya Anasya.
Joy mengangguk kecil, dan setelah pelukan ny terlepas kedua nya menunggu di kursi tunggu.
Selama menunggu Joy terus mendoakan keselamatan adik nya, telinga nya juga terus mendengar suara orang beristighfar berulang kali dan itu keluar dari bibir nyonya Anasya.
Ceklek..
"Dok bagaimana dengan putri saya" tanya Nyonya Anasya.
Dia tidak mendekati dokter karena tau batasan nya, Joy yang melihat itu sangat kagum karena bunda nya sangat sempurna di mata nya.
"Kondisi pasien kritis nyonya, ada kerusakan di bagian kepalanya, sepertinya itu karena akibat sebuah benturan keras" jelas dokter.
Joy menutup bibir nya, dia segera memeluk nyonya Anasya dengan perasaan yang campur aduk.
__ADS_1
"Apa saya bisa masuk dok?" tanya Nyonya Anasya.
"Mungkin setelah pasien di pindahkan Nyonya" balas dokter lagi.
Akhirnya keduanya menunggu sampai Ayuna di pindahkan dari UGD ke ruang intensif, Joy merasakan kesedihan yang mendalam di mata Nyonya Anasya.
Setalah di pindahkan Nyonya Anasya akhirnya bisa masuk ke ruangan, Joy tidak ikut masuk karena batas nya hanya satu orang.
Tiba-tiba ponsel Nyonya Anasya yang di titipkan pada Joy menyala, Joy melihat nama di layar ponselnya itu adalah nama adik nya.
"Halo Bunda"
"Assalamualaikum, Yuni ini aku, Joy bukan bunda. bunda sedang di ruangan Ayuna"
"Dokter bilang Ayuna kritis" jelas Joy dengan hati-hati.
"A_apa!" Ayuni syok. "Bilang kalau ini hanya mimpi, tidak mungkin kak Yuna sakit!" lanjut Ayuni berteriak.
"Yuni dengarkan kakak sekarang yang Ayuna butuhkan hanyalah do__" ucap Joy terhenti karena Ayuni berteriak lagi di sebrang telpon nya.
"Diam kau sialan! sudah aku bilang kalau kau itu hanyalah pembawa sial! lihat gara-gara kau yang tiba-tiba masuk hidup keluarga ku sangat menderita, kau biang dari semua masalah nya!"
Dan setelah itu Joy mendengar suara bising di sebrang telpon hingga akhirnya dia melihat panggilannya sudah terputus sepihak.
Ya Tuhan betapa beruntungnya Ayuna karena dia sangat di cintai oleh keluarga nya, aku mohon sembuhkan lah adik ku, jika perlu aku siap merelakan hidup ku hanya untuk melihat keluarga ku kembali tersenyum tuhan. batin Joy.
__ADS_1
Saat sedang menangis tiba-tiba Joy mendengar suara, Joy mendongkak melihat Radit yang berdiri di depan nya.
"Terimakasih sudah menemani bunda" kata Radit.
"Tidak, aku rasa itu tidak perlu karena aku juga termasuk ke dalam bagian di keluarga ini. dan maaf jika kahadiran ku membuat keluarga ini menjadi banyak darai air mata" balas Joy sambil menunduk.
Sehari kemarin semuanya baik-baik saja, Joy rasa benar apa yang di katakan adik nya jika Joy adalah pembawa sial.
Radit melirik Joy, dia mendengar isakan yang keluar dari bibir Joy.
tanpa ragu Radit mendekati Joy dan membawa tubuh yang sedikit bergetar itu ke pelukan nya.
"Seharusnya aku tidak masuk sampai sejauh ini, maaf" Joy terisak.
"Jangan terlalu menyalahkan diri mu, apa yang terjadi hari ini bukan salah mu, hadir nya kamu dalam keluarga itu sudah takdir karena fakta tidak akan ada yang bertahan lama untuk di sembunyikan, begitupun dengan kamu yang adalah anak Ayah" kata Radit masih dengan memeluk Joy.
Dari kejauhan Willy melihat itu, dan dia mengeretakan gigi nya menahan kesal karena tidak terima istrinya di sentuh pria lain.
Dasar modus, lihat saja dia memeluk Joy lebih dari 2 menit aku akan menghajar nya sampai habis. batin Willy kesal.
🌹
Hari ini telat up nya soalnya aku habis jagain padi dan jagung, dan kalian tau aku memang perang lawan kaum bersayap itu loh 🐔😁
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1