
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Joy pulang membawa kabar bahagia nya, setelah penantian lama akhirnya dia di beri kepercayaan oleh Tuhan untuk mengandung buah hati nya sendiri.
"Mommy!" Vicky berlari saat melihat kepulangan Mommy Daddy nya.
"Anak Mommy" Joy langsung membawa Vicky ke gendongan nya.
"Aku tidak nakal Mom" ucap Vicky seperti biasnya mengadu.
Joy ingin membalas tapi beberapa detik kemudian Joy langsung memperlihatkan ekspresi wajah tidak biasnya, membuat Willy yang melihat itu langsung mengambil alih Vicky ke gendongan nya.
Nino melihat Joy terlihat kesakitan, dia langsung mendekati Mommy nya dan mengajak Mommy nya untuk duduk di sofa.
"Apa Mom tidak apa?" tanya Nino khawatir.
Ini kali pertama dia melihat Joy yang terlihat kesakitan, seperti Joy yang memberikan sayang padanya Nino juga sangat sayang pada Mommy nya.
Joy melihat wajah khawatir Nino, dia tersenyum dan mengusap tangan putra sulung nya itu.
"Mommy tidak apa sayang" balas Joy dengan senyum nya.
Nino pergi mengambilkan minum untuk Joy, sedangkan Vicky malah menangis karena dia berpikir telah menyakiti Mommy nya, Willy mencoba menenangkan putra nya yang menangis.
"Mommy sakit karena aku Dad" kata Vicky sedih.
"Vic apa kata Daddy?" tanya Willy.
Vicky menatap Daddy nya dan perlahan dia menghentikan tangis nya.
"Laki-laki tidak boleh menangis tapi harus melindungi Mommy" ucap Vicky sambil menyeka air mata nya.
"God Son" Willy mengecup kening putra nya lembut.
__ADS_1
Suara gaduh di ruang bersantai mengundang penasaran bunda Anasya dan Ayah Robert.
"Vicky kenapa nangis?" tanya Bunda Anasya.
"Mommy sakit Oma" balas Vicky yang kini beralih di gendong Oma nya.
Ayah Robert yang mendengar itu langsung mendekati menantu dan putri nya, dia mengusap tangan Joy lembut.
"Apa kata dokter?" tanya Ayah Robert menatap lembut putrinya.
Joy melirik suaminya lalu menatap Ayah nya dengan wajah sendu nya.
"Aku hamil Yah, dokter bilang aku sudah hamil tiga Minggu" jelas Joy sambil tersenyum haru.
Ayah Robert yang mendengar itu tentu saja senang, dia mencium punggung tangan putri nya berulang kali, dan berhasil membuat Willy cemburu.
"Alhamdulillah" ucap bunda Anasya ikut senang.
"Selamat sayang" lanjut nya sambil menurunkan Vicky dan mendekati Joy yang berbaring di sofa.
"Sebentar lagi adek jadi Abang, Mommy sedang mengandung adik bayi" jelas Willy memberikan pengertian.
"Aku jadi Abang?" tanya Vicky.
Dan Willy mengangguk, Vicky mendekati Joy dan langsung mengusap perut Mommy nya dengan lembut dan penuh sayang.
"Mommy akan punya adek bayi?" tanya Vicky dengan wajah polosnya.
"Iya Mommy akan kasih Abang Vicky adik, kemari peluk Mommy" Joy merentangkan kedua tangannya dan dengan polosnya Vicky langsung masuk ke pelukan Mommy nya.
"Apa kamu senang sayang?" tanya Joy pada putra nya.
"Senang, asyik punya adik" Vicky nampak senang.
Nino datang dengan gelas berisi air putih, dia mendengar ucapan adik nya yang mengatakan akan punya adik, dan itu tandanya dia dan adiknya akan tersingkirkan.
__ADS_1
"Wah makasih kak Nino sayang" Joy tersenyum melihat perhatian Nino padanya.
Joy meminum air minum nya dan setelah itu menatap putra nya yang terlihat berkaca-kaca.
"Ada apa?" tanya Willy pada Nino.
Nino hanya diam, dan untuk pertama kalinya dia meneteskan air mata nya membuat Willy membawa tubuh putra sulung nya itu ke pelukan nya.
Joy ingin membenarkan posisi nya tapi di beri kode oleh suaminya untuk tatap diam, dan Willy masih memeluk Nino.
Nino yang menangis perlahan berhenti, bunda Anasya dan Ayah Robert hanya duduk sambil melihat apa yang di lakukan keluarga kecil anak nya.
"Apa aku dan Vicky akan di buang? Mommy Daddy sudah punya anak dan kami__" ucap Nino terhenti karena Willy menyimpan satu jari nya di depan bibir putra sulung nya.
"Jangan katakan hal itu, ada tidak nya adik bayi kalian akan tetap menjadi putra kami, jagoan kami dan itu tetap seperti itu sampai kapan pun" tegas Willy.
"Hapus air matamu, kau laki-laki tidak boleh menangis" lanjut Willy membuat Nino mengusap air mata nya.
Dia hanya takut kasih sayang yang baru mereka rasakan kembali hilang, jujur saja Nino terlanjur sayang dengan orang tua angkat nya itu dan dia tidak bisa membayangkan jika dirinya dan Vicky kembali ke jalanan.
"Uh sayang, kemari peluk Mommy" Joy yang masih memeluk Vicky itu meminta Nino untuk memeluknya.
Nino ikut memeluk Mommy nya, Joy mengusap kepala kedua putrinya dengan lembut, mencium pucuk kepala putra nya berulangkali.
"Kalian anak Mommy Daddy, jangan takut kehilangan kasih sayang Mommy Daddy dan semuanya. kalian tetap menjadi kesayangan kami" kata Joy sambil tersenyum.
"Terimakasih Mommy Daddy, I love you" kata Nino dan Vicky bersamaan.
Membuat semua nya tersenyum senang, Willy mencium pipi istrinya lembut dia benar-benar merasa beruntung memiliki istri sehebat Joy.
Begitupun dengan Ayah Robert dan Bunda Anasya yang bangga dengan prinsip Joy, kebaikan Joy membuat keduanya bahagia karena Joy tumbuh menjadi wanita berhati malaikat.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1