
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Tidak ada lelah itulah kata yang mewakili kedua pasangan pengantin baru itu, padahal di rumah keduanya juga menghabiskan pagi nya dengan permainan panas.
Dan seolah tidak ada bosan keduanya kembali melakukan ronde kedua nya di sofa ruangan Willy, kembali berbagi kehangatan yang membuat keduanya semakin lengket.
"Jangan kuliah" kata Willy sambil mencium pipi Joy berulang kali.
"Tidak bisa, aku harus kuliah karena sebentar lagi aku lulus" tolak Joy.
"Hem, aku masih ingin bersama mu" kata Willy kini beralih mencium bahu Joy.
Joy hanya diam di perlakukan seperti itu, keduanya sedang kembali berpakaian setelah keduanya mandi bersama.
Mendapatkan gangguan terus saat memakai pakaian membuat Joy menghentikan apa yang sedang dia lakukan.
Willy tersenyum saat istrinya mencium dada nya, sensasi yang selalu dia rindukan dari istrinya yang pandai membuatnya senang dengan cara sederhana.
"Pakai baju mu, kita akan bertemu lagi sore nanti. dan sekarang kamu harus bekerja karena biaya kuliah dan biaya makan wanita gendut ini sangatlah banyak" ucap Joy sambil memberikan kemeja pada suaminya.
"Baiklah, tapi nanti malam kau milik ku seksi" balas Willy akhirnya mengalah.
Joy hanya tersenyum, dia sangat suka saat dirinya menjadi candu suaminya.
Keduanya berpakaian bersama, Willy juga membantu mengeringkan rambut Joy karena tidak mungkin Joy keluar dari ruangan nya dengan rambut basah nya.
Setelah selesai Joy pun akhirnya pamit, sebelum benar-benar pergi Joy mencium pipi suaminya dan bibir suaminya.
"Jika ada pelakor susulan jangan lupa hubungi aku, I love you" kata Joy sambil tersenyum.
Willy tergelak pelan karena akhir-akhir ini Joy selalu memiliki inisiatif untuk mengucapakan kata-kata cinta nya sendiri.
__ADS_1
"Hem aku akan mengingat nya, I love you too honey" balas Willy yang kembali mencium bibir Joy.
Akhirnya Joy pergi, saat keluar ruangan Joy melihat Yuda dan sikap Yuda tidak seperti biasnya yang membuat Joy bingung.
Joy pergi di antar supir, dan setelah 15 menit akhirnya dia sampai di kampus nya. Joy langsung keluar dari mobil setelah mengucapakan terimakasih pada supir.
"Astaga aku lupa menanyakan Sindy" gumam Joy saat durinya berjalan di koridor.
Joy tiba-tiba teringat akan Sindy karena dia berpapasan dengan salah satu teman satu fakultas nya yang kebetulan nama nya adalah Sindy.
"Aku harus tanyakan keberadaan Sindy nanti malam, meski dia jahat tapi anak dalam kandungan nya nggak bersalah" gumam Joy sambil berjalan cepat.
Dua jam berlalu..
Tanpa terasa jam pelajaran nya kali ini sudah selesai, Joy sudah memprediksi jika dia akan pulang jam empat, dan ya sekarang perut nya keroncongan.
"Makan dulu aja kali ya" gumam Joy sambil berjalan mendekati penjual bakso.
Sebelum memesan Joy malah di buat bingung dengan status diet nya, Joy tidak mau diet nya gagal tapi dia juga entah kenapa sangat ingin makan bakso.
"Pak bakso nya dua ya" kata seseorang di belakang Joy.
"Radit" Joy kaget melihat pria itu lagi.
"Aku traktir, ayo" kata Radit, dia menyangka jika Joy tidak punya uang maka dari itu Radit mentraktir Joy.
Lagi pula ini adalah kesempatan untuk dirinya bisa mendekati Joy, Radit tidak berhasil mendapatkan nomer ponsel Joy dari pak Banu, tapi untuk kali ini dia akan memastikan sendiri jika dia akan mendapatkan nomer ponsel Joy dari orang nya langsung.
"Sebenar nya aku___" ucap Joy terhenti karena Radit menyela ucapan nya.
"Tidak apa Joy, aku paham lagi pula ini hanya 20 ribu santai saja" kata Radit lagi.
Joy akhirnya pasrah, lagi pula lumayan juga makanan gratisan pikirnya.
__ADS_1
Keduanya makan bakso bersama, Radit melihat terus pada Joy yang sedang makan bakso.
"Enak?" tanya Radit.
"Hem, enak" sahut Joy.
"Kamu tinggal di mana Joy?" tanya Radit mencoba basa-basi.
Joy malah fokus makan, dan tidak menjawab. Radit hanya tersenyum melihat itu sampai akhirnya keduanya menghabiskan bakso nya tanpa obrolan karena Joy yang makan nya terlalu cepat.
"Makasih ya" kata Joy sambil tersenyum.
Radit mengangguk kecil, dia memberikan ponsel nya pada Joy, membuat Joy yang menerima ponsel itu bingung.
"Buat apa?" tanya Joy.
"Nelpon kamu" balas Radit.
"Nelpon aku? tapi aku sudah nik__" ucap Joy terhenti karena ada telpon masuk ke ponselnya Radit.
Radit terlihat sedang mengobrol dengan pria di sebrang telpon itu, wajah nya terlihat kacau setelah mendapatkan telpon nya.
Tak lama kemudian Joy akhirnya membayar, Radit masih menelpon dan Joy tidak mau mengganggu sehingga dia memilih pergi tanpa pamitan.
Jemputan datang, Joy pun Akhirnya pulang dan tak lama setelah itu Radit selesai menelepon.
"Pak gadis cantik yang bersama saya tadi mana?" tanya Radit.
"Sudah pulang Mas, tadi kalau nggak salah naik mobil" jelas tukang bakso.
Radit menghembuskan nafas nya kasar, lagi-lagi dia gagal mendapatkan nomer ponsel Joy.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏