Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Nakal


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hari-hari Nino dan Sera lewati dengan penuh cinta, kebahagiaan terus hadir dalam cinta pasutri yang baru memulai bahtera rumah tangga itu.


"Sayang" panggil Sera.


"Hem" sahut Nino seenaknya.


"Sayang" panggil Sera lagi.


"Hemm" masih dengan jawaban sama yang sangat menyebalkan.


Sera menatap sebal pria yang sedang sibuk dengan laptop itu, dia menggelengkan kepalanya melihat betapa ambisius nya Nino dalam hal pekerjaan.


Bahkan Sera yang sudah cantik pun tetap di abaikan suaminya, dan sekarang Nino malah semakin asyik dalam pekerjaan nya.


"Aku mau martabak" kata Sera membuka suaranya lagi.


Nino mendengar itu menghentikan gerakan tangan nya yang sedang mengetik, dia melirik Sera lalu..


"Martabak apa?" tanya nya.


"Telor" sahut Sera cepat.


"Berapa banyak?" tanya Nino lagi.


"Dua bungkus" ketus Sera dengan wajah kesal nya.


"Oke" dengan santainya Nino menjawab singkat.


Nino mengambil ponselnya dan langsung memesankan makanan kesukaan istri nya.


Sera melihat suaminya fokus dengan ponsel memutar bola matanya malas, yang dia inginkan dirinya pergi berdua membeli martabaknya.


"Aku ingin keluar, jangan pesan" kata Sera.


"Sudah terlambat, aku sudah memesankan nya" sahut Nino.


"Batalkan saja, gampang kan" santai Sera.

__ADS_1


Nino membalikan tubuhnya lagi menjadi menghadap ke ranjang yang dimana Istri nya tengah duduk dengan wajah di tekuk di sana.


"Tidak baik kalau di batalkan itu sama saja dengan kita menghambat rejeki orang lain" jelas Nino penuh kebijakan.


Tapi berhasil membuat Sera mendengkus sebal, ya ya seperti itulah suami nya yang baik hati dan bijak, selalu bisa membuat Sera gemas ingin mencabik-cabik pipi nya.


Untung suami, kalau bukan udah aku karungin terus di buang ke Afrika Selatan. batin Sera menahan kesal.


20 menit berlalu..


Makanan pesanan Sera datang, tanpa banyak basa-basi Sera langsung makan dengan rakus nya.


Nino sesekali melirik ke arah istrinya yang sedang makan, dia hanya tersenyum melihat Sera yang sangat menggemaskan saat marah.


Sebenarnya alasan Nino sibuk bekerja malam ini bukan karena dia gila bekerja, tapi Nino hanya tak ingin dia kepanasan saat melihat Sera yang semakin cantik.


Tahan Nino, istrimu sedang datang bulan kau tidak boleh bernafsu untuk saat ini, rileks lah. batin Nino mencoba menahan godaan.


"Mau ngga?" tanya Sera.


"Nggak, makan saja aku masih ada kerjaan" sahut Nino mencoba menolak padahal dia ingin.


Nino mendengar tuduhan itu menggelengkan cepat.


"Tidak" sahut Nino menolak tuduhan istrinya.


"Lalu kenapa?" tanya Sera matanya masih menatap Nino penuh curiga, tentunya dengan tangan yang tidak berhenti menyuapi bibir dengan makanan.


Huh..


Nino bangkit dari tempat duduknya, dia melangkah mendekati Sera yang duduk di sofa dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


Cup...


Nino mengecup bibir Sera lembut.


"Aku tidak pernah menjauhi mu atau pun bosan" kata Nino lembut.


"Ck, siapa yang mengatakan bosan? aku tidak" Sera semakin menatap Nino penuh curiga.


Astaga..

__ADS_1


Nino menepuk pelan kepalanya, dia lupa kalau wanita yang sedang menstruasi mood nya sangat jelek dan suka marah-marah.


"Oh jangan-jangan kamu emang bosan ya, pantas saja tidak mau dekat-dekat lagi" Sera mencebikan bibir nya terlihat sedang menahan tangis.


"Ya ampun tidak seperti itu sayang" Nino langsung menghujani wajah istrinya dengan ciuman.


Dan hal itu membuat tangis Sera tidak tertahan lagi, air mata mengalir deras di wajahnya dan bibir Sera juga berhenti mengunyah makanan.


"Jangan bosan" Isak Sera.


"Tidak akan, aku selalu ingin setiap saat bersama mu menghabiskan waktu berdua dan membuat kisah yang indah" Nino membawa tubuh Sera kepelukan nya.


"Benarkah?" Sera mengusap air matanya.


"Hem, kapan kamu berhenti menstruasi? aku merindukan mu" lanjut Nino.


Yang seketika membuat Sera terdiam, Sera melihat ke bawah sana tangan nya perlahan meraba ke bagian sensitif nya.


Glekk !


Sera menelan ludahnya pelan, dia tidak bisa berkata-kata untuk beberapa saat sampai akhirnya..


"Sebenarnya itu hanya prenkk.. aku tidak menstruasi" cicit Sera pelan.


"Apa! lalu darah kemarin malam?" tanya Nino kaget.


"Itu bukan darah tapi tinta merah, jadi dua hari yang lalu aku nonton Vidio prenkk menstruasi ke suami nya dan itu terlihat menyenangkan jadi aku melakukan nya" jelas Sera panjang kali lebar.


Nino menatap tak percaya dengan penjelasan istrinya, bagaimana tidak terang-terangan istrinya membohongi nya dengan mengatakan jika dia menstruasi yang membuat Nino selama dua hari harus menahan keinginan bercinta nya.


"Nakal" Nino mencubit pipi Sera pelan.


"Apa malam ini ada gaya baru?" tanya Sera polos.


"Banyak, aku akan menghukum istri kecil ku yang nakal ini" sahut Nino langsung membawa Sera ke ranjang nya, dan malam pembalasan pun di mulai.


๐ŸŒน


Nanggung banget๐Ÿค


Jangan lupa like coment and Vote ya kak โ™ฅ๏ธ๐Ÿค—๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2