
^^H A P P Y R E A D I N G^^
πΉπΉπΉπΉπΉ
Sudah selesai?
Nino melihat Sera dengan seksama, lalu tiba-tiba dia duduk dan menarik pinggang Sera hingga tubuh Sera merapat ke tubuh nya.
"Kenapa tidak bilang Hem" Nino mencium pipi Ara.
Hah?
Sera kaget melihat reaksi Nino yang menurutnya sangat berbeda dengan Nino yang dia kenal.
Tangan Nino mengusap perut rata Sera, membuat gadis muda yang memiliki wajah bule itu seketika merinding, apalagi kini ciuman Nino berpindah ke leher gadis muda itu.
Apa ini sifat aslinya? atau dia ganas seperti ini karena menahan nya selama 6 hari. batin Sera bertanya-tanya.
"Kau wangi sayang" kata Nino berhenti menciumi leher Sera.
Nino melepaskan pelukan nya, perlahan dia membenarkan posisi duduk Sera hingga akhirnya gadis muda itu duduk di atas pangkuan nya.
Sera tidak menolak ataupun mengatakan apapun, dia hanya diam penasaran ingin melihat segila apa Nino di ranjang.
Tidak mendapatkan penolakan Nino kini semakin berani, perlahan dia mendekatkan wajahnya dengan wajah cantik Sera dan setelah itu Nino mendaratkan bibir nya me bibir Sera.
Dengan gerakan pelan Nino mencium bibir Sera lembut, Sera semula diam tiba-tiba insting nya membuat dia membuka sedikit bibir nya hingga akhirnya lidah Nino bisa masuk dengan leluasa, tentunya untuk mengenali bibir istrinya.
Hemphh..
Sera membalas ciuman itu dengan gerakan malu-malu, bagaimana pun ini adalah ciuman pertama nya dan Sera masih kaku, begitupun dengan Nino yang baru menguasai permainan baru ini.
__ADS_1
Dan ini adalah Ciuman pertama bagi keduanya yang memang sangat menjaga pergaulan dan terutama agama nya.
"Kak" Sera terpekik kaget saat merasakan usapan lembut di paha nya.
"Hem" Nino hanya menjawab dengan deheuman.
Satu tangan nya lagi meremas salah satu dari si kembar, membuat sang pemilik mendesaah karena geli bercampur rasa aneh.
Nino begitu bergairah saat melihat tubuh Sera yang hanya memakai bikini itu, semua itu terlihat seksi di mata nya dan Nino tidak perduli lagi dengan apa pikiran Sera padanya nanti.
Dia sekarang sudah memperlihatkan jiwa kelakian nya, Nino rasa ini wajar karena saat ini gadis muda yang ada satu ranjang bersama nya adalah istri sah nya, wanita yang halal untuk dia gauli sesuai dengan ajaran agama nya.
"Kak, Em.." Sera mengigit bibir bawahnya karena menahan rasa aneh lagi.
Tangan Nino sudah mengelus lembah sensitif nya, ya meski masih memakai CD tapi Sera bisa dengan jelas merasakan usapan itu.
"Kamu cantik" bisik Nino sambil mencium bibir Sera.
Keduanya kembali berciuman untuk yang kesekian kalinya lagi.
Tangan Nino kini melepaskan pengait bra nya, hingga akhirnya terlihat lah dua kembar yang sebelum nya ingin dia gapai itu.
Grep..
Nino menangkap keduanya dengan kedua tangan nya, membuat Sera menggelengkan kepalanya dia benar-benar tidak tau sensasi nya akan separah ini.
Geli enak! OMG.
Nino terus masuk ke dalam gairah nya dan begitupula dengan Sera yang larut akan kenikmatan dunia yang sedang dia rasakan sekarang.
Nino mencium wajah Sera dan turun ke leher lalu seterusnya hingga akhirnya dia berhenti di depan si kembar, tanpa berpikir panjang Nino langsung melakukan apa yang selama ini belum dia lakukan.
__ADS_1
"Oughh.." Sera mendesaah lagi.
Yang mana suara laknat itu semakin membuat Nino bersemangat untuk melakukan hal lebih.
"Hah ! sakit" teriak Sera saat merasakan tusukan di bawah sana.
"Tahan, ini hanya sebentar" kata Nino sambil mengusap pipi Sera lembut.
"Cabut lagi!" teriak Sera sambil meringis sakit.
"No, tahan sebentar aku mohon" balas Nino lembut.
Sera menggelengkan kepalanya, perlahan air matanya mulai mengalir dengan deras dia menangis karena rasa sakit yang tak bisa di tahan nya.
Oh astaga..
Nino langsung melepaskan penyatuan nya, dia menciumi wajah Sera dan di bawa nya Sera ke pelukan nya yang membuat Sera mencium dada Nino.
"Ini sangat sakit, kenapa tidak bilang kalau punya kakak besar itu terlalu besar dan tidak akan masuk" Isak Sera.
"Jangan bahas panjang dan besar, fokus saja dengan tangisan mu" kata Nino sambil mengusap kepala Sera dengan lembut.
Sera menangis di pelukan Nino sesekali Sera juga mencium dada telanjang suaminya membuat Nino hanya bisa menghela nafasnya panjang.
Ternyata ujian nya menikahi Gadis muda itu belum selesai, masih banyak lagi hal yang harus dia lalui contohnya seperti sekarang di mana dia harus bisa menahan dirinya agar tidak memaksakan keinginan nya.
Dia terlalu menyayangi Sera sehingga Nino tidak bisa melihat Sera sedih, dia tidak perduli pada kepuasan nya yang tertunda karena yang terpenting untuk Nino sekarang hanya kesenangan Sera.
πΉ
Maaf jarang up banyak, aku lagi sibuk dengan urusan pribadi untuk dua Minggu ke depan, tapi aku usahain setiap hari bisa up untuk novel iniπ€
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak β₯οΈπ€π