Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Sera yang menggemaskan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


5 tahun berlalu..


"Kakak tunggu" teriak gadis gembul yang sedang berlari.


Nafasnya benar-benar memburu dia terpaksa ikut lari sore bersama kakak nya yang tampan.


Sera sangat menyayangi kakak nya maka dari itu dia selalu suka apapun yang kakak nya suka, termasuk lari di sore hari.


Menurut kakak nya Nino, lari sore akan membuat tubuh menjadi lebih sehat, meski khasiat nya lebih bagus lari di pagi hari karena itu bisa menghindari panas matahari.


"Kakak!" teriak Sera lagi.


Tapi kakak nya sudah menjauh, Nino juga tidak mendengar suara adik nya yang membuat Nino terus berlari karena sebenarnya dia tidak tau kalau Sera mengikuti nya lari sore.


"Duh cape, mau Mam" ucap Sera sambil mengusap pelan perut buncit nya.


Tubuhnya yang montok membuat Sera menjadi kesayangan di rumah nya, apalagi dia adalah anak bungsu yang membuat durinya menjadi princess.


"Kakak mana Cih" mulai mengeluh lagi.


"Hiks, kakak tinggalin" Sera mulai panik.


Karena bingung jalan pulang Sera akhirnya memilih diam, Sera melihat benteng yang suka di jadikan pejalan kaki sebagai tempat duduk, otak pintarnya langsung berpikir untuk duduk di atas benteng itu.


Sera mencoba untuk naik tapi karena tinggi badan yang pendek ditambah dengan tubuhnya yang gembul membuat dirinya kesusahan untuk mencapai benteng nya.


"Duh, cucah banget mana mau Mam lagi perut nya kasihan belum Mam" ucap Sera lagi sambil mengusap-ngusap perutnya dengan penuh sayang.


Tiba-tiba ada beberapa ibu-ibu kompleks yang melihatnya, yang mana hal itu membuat Sera menjadi perhatian ibu-ibu itu.


Mereka gemas melihat Sera yang menggemaskan, meski sudah berumur lima tahun tapi rambut Sera tidak memanjang seperti gadis kecil pada umumnya, dan hal itu jelas membuat Sera terlihat seperti gadis tiga tahun apalagi dengan tubuhnya yang pendek membuat dirinya semakin terlihat gemoy.


"Halo cantik mau ikut Tante nggak?" tanya salah satu dari wanita tua itu.



"Hem, temana Oma?" tanya Sera polos.

__ADS_1


"Jangan Oma dong cantik, panggil nya Tante aja" balas wanita tua tadi lagi.


"Ote, tapi Tante terlihat seperti Oma Arr tidak seperti Tante Vira" jelas Sera polos.


Dan sontak saja hal itu membuat ke empat ibu-ibu itu langsung tertawa, kepolosan Sera benar-benar membuat mereka merasa gemas.


"Duh cantiknya, anak siapa ya kasihan banget di tinggalin gini aja, jadi cucu Oma aja mau?" ucap salah satu dari wanita tua itu lagi.


Sera menatap ke empat wanita tua di depannya, dia langsung menggelengkan kepalanya pelan.


"No, kata Daddy Sera nggak boleh ikut orang yang gak dikenal" jelas Sera lagi, dan sekali lagi membuat ke empat wanita tua itu semakin tertawa.


"Ya sudah mau di beliin es krim nggak?" tanya wanita tua itu, merasa kasihan karena melihat Sera yang seperti mencari seseorang.


"Mau, tapi dua" sahut Sera sambil memperlihatkan mata nya yang indah.


.


.


.


"Sera!" teriak Joy memanggil putrinya.


Joy yang kelelahan mencari di lantai atas dan lantai bawah pun memilih keluar rumah, dia mencari di area taman rumahnya dan kembali tidak menemukan putrinya.


"Astaga si Ndut kemana lagi sih" Joy mengacak rambutnya frustasi.


Selama ini Joy memang tidak memakai jasa baby sitter, dia menjalani peran menjadi Ibu yang baik untuk ketiga anak-anaknya, apa lagi Nino dan Vicky yang tidak pernah merepotkan nya pembuat Joy tidak terlalu kewalahan.


Terkecuali untuk satu putrinya, Joy mengangkat tangannya jika sudah menyangkut gadis gembul itu, Sera sangat aktif dan keras kepala jika keinginannya tidak terpenuhi maka itu akan menangis sejadi-jadinya.


"Sera, Mommy punya ayam, cake dan cookies" teriak Joy.


Dia tau jika putrinya itu sangat menyayangi makanan.


"Mom, Sera menghilang lagi?" tanya Vicky yang baru keluar ruangan karate.


"Ya sayang, adik mu seperti nya kabur padahal tadi Sera duduk manis bersama boneka nya di dekat tv" jelas Joy.


Vicky yang berumur 10 tahun itu terdiam, dia tidak melihat kakak nya yang membuat dia yakin bahwa adik manis nya itu pasti mengikuti kakaknya lari sore.

__ADS_1


"Seperti nya aku tau kemana Sera pergi Mom" kata Vicky lagi.


"Kemana sayang?" tanya Joy cemas.


"Kak Nino sedang lari sore mungkin Sera mengikuti kak Nino secara diam-diam" jelas Vicky.


Mendengar itu Joy menghela nafas panjang, dia tidak percaya jika gadis kecilnya itu mau olahraga sore, sedangkan setiap pulang dari sekolah Sera selalu memiliki banyak alasan untuk tidak jalan kaki.


Di saat bersamaan juga Nino datang, remaja 15 tahun itu nampak pulang membawa keringat di dahinya menandakan jika dirinya lari sore cukup jauh.


"Kok sendiri kak? mana Sera?" tanya Joy menatap aneh.


"Sera?" beo Nino tidak paham.


"Sera ikut kak Nino lari sore" jelas Vicky.


Yang mana hal itu membuat Nino melotot, tanpa menunggu di perintahkan lagi Nino langsung berlari keluar gerbang, dia berlari sambil mencari-cari sosok adik kesayangannya itu.


Nino mencari-cari keberadaan adik nya itu, dia kembali mengelilingi area kompleks sampai akhirnya matanya melihat gadis kecil yang sedang duduk sambil menjilati es krim di benteng pinggir jalan.


"Ngapain?" tanya Nino sambil mengusap pipi Sera yang belepotan dengan sapu tangan milik nya.


Sera tersenyum, lalu dia memberikan satu es krim nya pada sang kakak.


"Untuk kakak" ucapannya dengan senyuman manis nya.


"Hem di kasih orang?" tanya Nino.


Sera hanya mengangguk, Nino menggelengkan kepalanya dia mencubit gemas pipi adiknya dan mengambil satu es krim nya lagi.


"Lain kali jangan gini lagi ya, apa kata Daddy?" tanya Nino.


"Tangan di atas lebih baik dari tangan yang di bawah" sahut Sera polos.


"Pintar" Nino mengacak rambut adik nya gemas.


Dia sangat menyayangi Sera, dan akan selalu menjaga adik nya itu sampai Sera menikah nanti karena itu janji nya durinya saat masih kecil dulu.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2