
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Vicky pulang dengan perasaan senang dia sudah tidak sabar bertemu dengan ibu nya, saat mendapatkan kabar dari Mom Joy Vicky langsung pulang ke kota C.
Beruntung Opa Lian dan Oma Arr memberikan izin pada nya untuk bertemu dengan orang tuanya, dan sekarang Vicky masih dalam perjalanan pulang nya.
Dua jam berlalu..
Akhirnya Vicky sampai di rumah besar, yaitu rumah Mommy dan Daddy nya.
"Astaga anak ku yang tampan" Mom Joy yang sedang menuruni tangga tersenyum senang.
"Mom" Vicky mendekati Mommy nya.
Pelukan hangat dari Mom Joy pun ia rasakan, pelukan yang selalu membuat nya nyaman berada dalam dekapan wanita yang sangat dia sayangi dan hormati itu.
"Kamu pasti merindukan Mama mu, Mommy akan menghubungi nya sekarang" kata Mom Joy setelah pelukan itu terlepas.
"Aku lebih merindukan Mommy ku yang cantik" ucap Vicky kembali memeluk Mom Joy.
Mom Joy tersenyum mendengar ucapan putra nya, entah kenapa dia merasa tersanjung dengan apa yang dia dengar barusan.
Tapi meski begitu Joy tidak akan membuat Vicky dan Nino lebih memilih nya, Joy ingin anak-anak nya tau kalau ada wanita lain selain dirinya yang harus kedua putranya hormati, yaitu Melisa, ibu kandung Nino dan Vicky.
"Kamu sangat manja seperti kakak mu, huh.. membuat Mommy gemas saja" Mom Joy mengusap lembut kepala Vicky.
Setelah itu Mom Joy dan Vicky duduk di sofa, keduanya mengobrol ringan meski sudah tidak sabar bertemu sang Mama Vicky tidak melakukan nya terburu-buru.
__ADS_1
Dia ingin menghabiskan waktu bersama Mommy nya dulu, entahlah Vicky merasa Mommy nya adalah nomer satu dan yang dia tau Mommy nya hanya satu, yaitu Mom Joy yang cantik.
"Kapan datang Son?" tanya Dad Willy yang baru datang.
"Barusan Dad" sahut Vicky dengan wajah sumringah.
Dan pelukan kerinduan pun ia lakukan bersama sang Daddy, ya selain Mom Joy Dad Willy juga adalah salah satu nya orang yang sangat Vicky hormati dan sayangi tentunya.
Ia belajar banyak dari sosok Daddy nya, Vicky ingin menjadi pebisnis sukses seperti Daddy nya yang bisa merintis bisnis nya dari nol tanpa bantuan Opa nya.
"Kau gendutan Son, apa tidak pernah olahraga?" tanya Dad Willy melihat tubuh Vicky yang memang sedikit berisi dari sebelumnya.
"Ahk iya, Oma selalu memberikan makanan sehat untuk ku" sahut Vicky kikuk.
Membuat Mom Joy tersenyum kecil.
Ehk..
Vicky langsung melirik Mommy nya, dan ekspresi Mommy nya membuat Vicky menjadi salah tingkah di buat nya.
"Ada apa?" tanya Mom Joy, pura-pura tidak paham.
"Tidak apa" sahut Vicky langsung mengambil minum dan meleguknya sampai habis.
Melihat itu Mom Joy hanya tergelak, dia tau kenapa putranya agak gendutan karena Vicky saat ini sedang kasmaran.
Ya, Mom Joy tau hal itu dari mertuanya yang mengatakan jika Vicky dan Asisten rumah tangga nya sedang menjalin kedekatan, dan ia tidak masalah karena Vicky sudah 23 tahun.
Sore nya Sera dan Nino datang karena mereka akan makan malam, tak hanya mereka Mom Joy juga mengundang Mama dan adik dari Nino dan Vicky.
__ADS_1
"Vic" panggil Melisa melihat Vicky.
Saat ini mereka ada di tempat bersantai yang ada di taman belakang, sedangkan yang lain nya sedang membantu Mom Joy memasak.
"Kita tidak mirip" ucap Vicky santai.
"Kamu mirip Papa mu" balas Melisa mencoba memposisikan dirinya agar lebih mudah mendekati putranya.
"Ya aku memang mirip Daddy Willy" sahut Vicky yang membuat senyuman Melisa luntur.
Melisa memutar otak untuk bisa mendekatkan diri nya dengan Vicky, ya sikap Vicky dan Nino sama-sama sulit di tebak dan sulit di dekati, tapi meski begitu dia akan berusaha untuk bisa mendapatkan perhatian putra nya.
"Kau tau saat mengandung mu Mama selalu makan ayam, kamu pasti sangat suka ayam kan?" tanya Melisa dengan senyuman manis nya.
Vicky memutar bola matanya malas, obrolan yang sangat membosankan tapi dia tidak mau menjadi durhaka dengan mengabaikan orang tuanya.
"Aku bahkan tidak suka ayam, ayam makanan kesukaan kakak ipar dan adik ku" balas Vicky lagi.
"Seperti nya tidak, Manda tidak terlalu suka daging" jelas Melisa lagi.
"Maksud ku kesukaan Sera dan Ica, kedua perempuan yang aku sayangi setelah Mommy" dengan sengaja Vicky menekan kata Mommy.
Dan berhasil membuat wajah kesal Melisa.
Wanita itu benar-benar sudah mencuci bersih otak putra ku, kurang ajar lihat saja aku akan membuat anak-anak ku lebih memilih ku di bandingkan mereka. batin Melisa kesal bukan main.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1