Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Tidak mudah di terima


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Ayana, Ayuna Ayah minta maaf, gadis di depan kalian ini nama nya adalah Joy. dia adalah putri Ayah dari ibu yang lain"


Tuan Robert menjelaskan, Nyonya Anasya mengangguk dia sudah mendengar dari suaminya dua Minggu yang lalu, tepat nya saat di rumah sakit.


Kecewa mungkin iya, tapi apa lagi yang bisa dia lakukan selain menerima. lagi pula saat dia memutuskan untuk menerima suaminya ia sudah berjanji untuk siap menerima konsekuensi nya yang akan dia terima.


"Sudah aku duga, lihat Yuna aku tidak salah bukan kalau Ayah memang selingkuh" kata Ayuni sambil menatap tajam ke arah Joy.


"Yuni jaga sikap kamu, tidak baik bicara seperti itu" kata Ayuna menasehati sang adik.


Ayuni tertawa mendengar kepolosan kakak nya, dia dan kakak nya sejak kecil memang berbeda di mana kakak nya memilih berhijab sejak dini bahkan sekarang memakai cadar untuk menutupi aurat nya.


Tapi Ayuni? dia tidak mau mau melakukan nya karena dia tidak bisa memakai pakaian yang ribet, dan memakai syar'i adalah hal yang sangat ribet menurut Ayuni yang suka dunia bebas.


"Kemarilah nak, peluk ayah mu" kata tuan Robert pada Joy.


Joy terlihat bingung, sampai akhirnya dia mendengar suara di telinga nya.


"Apa aku harus ku wakilkan?" tanya Willy.


Joy menggelengkan kepalanya, membuat Willy tersenyum karena Joy langsung berdiri dan mendekati Tuan Robert, ayah nya.

__ADS_1


"A-ayah.." ucap Joy pelan sambil berjongkok dan memeluk kaki tuan Robert.


Air mata jatuh begitu saja saat Joy merasakan sentuhan di kepalanya, sekarang tuan Robert sedang mengusap kepalanya dengan lembut.


Joy juga merasakan kecupan di kepalanya, sampai akhirnya tangan tuan Robert membelai pipi Joy, dan netra keduanya bertemu.


"Anak ku, maafkan ayah yang tidak mengetahui keberadaan mu" kata Tuan Robert dengan air mata yang jatuh mengenai pipi nya.


"Tidak Ayah, jangan katakan itu aku sangat bersyukur karena aku memiliki ayah" sahut Joy dengan wajah yang berderai air mata.


Ayuni melihat itu merasa muak, dia ingin berdiri tapi tangan nya langsung di tahan oleh Ayuna.


"Jangan lukai hati Ayah Yuni, duduklah" bisik Ayuna.


"Ck.. aku merasa tidak di hiraukan, si gendut itu yang mendapatkan perhatian Ayah" kesal Ayuni dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari William.


Jika dia berani menyentuh Joy ku maka jangan salahkan aku jika aku berani membuat gadis itu hancur. Batin Willy yang tidak menyukai sikap Ayuni yang menurutnya sangat Arogant.


Setelah selesai berpelukan dengan sang Ayah, Joy kini mendekati sosok wanita bercadar di depan nya.


"Halo cantik, panggil saya Bunda biar sama dengan adik-adik mu" kata Nyonya Anasya dengan suara lembut nya.


Joy tersenyum mendengar ucapan ibu sambung nya itu, dari suara nya Joy bisa merasakan jika nyonya Anasya adalah wanita yang sangat lembut dan penuh pengertian.


"Terimakasih sudah menerima ku bunda" ucap Joy pelan.

__ADS_1


"Tentu sayang, kamu bagian dari keluarga ini. jangan pernah merasa sendiri karena kami ada untuk mu" Nyonya Anasya memeluk tubuh joy tanpa beban.


Tidak ada rasa benci ataupun sebagai nya, suaminya sudah menjelaskan semuanya dan ia percaya pada suaminya jika semuanya adalah karena kesalahan di masa lalu.


Tapi meski begitu dia percaya tidak ada yang nama nya kebetulan, ini adalah takdir dari Tuhan dan sebagai seorang umat nya dia hanya bisa menerima setiap ketetapan Tuhan.


"Ayuna Ayuni, Ayah harap kalian tidak mempermasalahkan kehadiran kakak kalian, Joy adalah kakak kalian meski beda ibu. Ayah ingin kalian akur." kata Tuan Robert pada kedua putri nya.


"Yuni, minta maaf dan ayo berkenalan dengan kakak Joy" titah Nyonya Anasya.


Ayuni mendengar itu langsung tertawa lagi, dan menatap tak suka pada Joy.


"Kakak ku hanya dua Bun, bukan tiga ataupun lebih" tegas Ayuni lalu pergi dengan wajah kesal nya.


Ayuna menghela nafasnya panjang melihat sikap adik nya, dia berdiri dan mendekati sang kakak.


"Halo kak Joy, aku Ayuna. panggil Yuna aja ya" kata Ayuna sambil tersenyum, tapi karena dia memakai cadar senyuman Ayuna tidak terlihat.


"Aku sepertinya pernah bertemu dengan kamu, Yuna" kata Joy saat mata nya bertatapan dengan Ayuna.


"Hihi iya kak, kita pernah ketemu di rumah sakit. kakak yang ngasih aku tisue" jelas Ayuna dan Joy mangut-mangut.


Joy dan Ayuna mengobrol bersama, Joy bahkan di ajak ke kamar Ayuna dan dia akhirnya melihat wajah Ayuna yang sangat cantik.


Ayuna dan Ayuni kembar identik, wajah keduanya benar-benar tidak bisa di bedakan.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2