Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Promosi ^^Jerat Gadis Misterius^^


__ADS_3

Di malam hari nampak seorang gadis berlari dengan wajah yang ketakutan, dia sedang di kejar-kejar oleh beberapa pria yang terus mengejar nya tanpa ampun.


"Tidak ada mobil" gumam gadis itu melihat ke jalanan.


Hingga saat akan melewati jalan tiba-tiba..


Brugkk !


Tubuh gadis itu tertabrak oleh mobil yang akan melaju ke arah nya, gadis itu meringis sakit karena kepala nya terbentur aspal.


Seorang pria turun dari mobil itu, dia mendekati gadis itu dan kaget saat melihat darah di kepala dan beberapa titik lain nya.


"Astaga, kau mau mati" kesal pria itu karena dia tidak merasa bersalah.


"Tolong aku" ucap gadis itu memegang tangan pria itu.


Tiba-tiba pria itu mendengar suara, membuat dia melirik ke sebrang jalan dan dia melotot melihat beberapa pria berbadan besar.


Huh..


Mau tak mau dia memilih membawa gadis itu bersama nya, dan selama di perjalanan gadis itu terlihat tak sadarkan diri membuat pria itu menghembuskan nafas nya panjang.


"Hari apa ini, kenapa aku sial sekali" ucap nya sembari melirik gadis itu lagi.


Dan di saat bersamaan gadis itu juga melihat membuat pria itu langsung memfokuskan pandangannya ke depan.


"Tolong" sekali lagi gadis itu meminta tolong.


Dan setelah itu dia pingsan, membuat pria bernama Nathan Sanjaya itu menjadi sedikit iba karena bagaimanapun dia adalah penabrak nya.


Karena tidak mau masalah nya panjang Nathan membawa gadis itu ke mansion nya, dia juga memanggil Dokter pribadi nya karena tidak mau gadis itu kenapa-kenapa.


Satu jam berlalu..


Dokter keluar dari kamar tamu, Nathan duduk di sofa dan Dokter itu berjalan dengan pandangan nya yang turun.


"Bagiamana?" Nathan memandang dengan sorot mata tajam nya yang menakutkan.


"Pendarahan di kepalanya sudah berhenti, hanya saja karena benturan keras itu membuat dia menjadi pingsan, tapi kalau ada apa-apa lagi saya mungkin akan mengecek nya kembali" jelas Dokter panjang kali lebar.


"Kau bekerja setengah-setengah?"Nathan memainkan sepatu nya hingga membuahkan suara.


Tuk tuk !

__ADS_1


Dokter itu menunduk takut, mau tak mau dia pun memilih kembali ke kamar tamu untuk menunggu gadis itu sampai sadar.


Nathan melihat itu hanya acuh, dia memilih pergi ke kamar nya yang ada di lantai atas karena dia benar-benar sangat lelah.


Dua jam berlalu, gadis itu belum kunjung siuman, dan dokter mau tak mau memilih menginap hingga akhirnya menjelang pagi dokter kembali ke kamar tamu.


Dan lagi-lagi gadis itu masih belum sadarkan diri, membuat Nathan sangat kesal karena gadis itu sangat lama tertidur.


"Dia benar-benar merepotkan" kesal Nathan.


Satu hari, dua hari dan tiga hari, gadis itu masih belum sadar hingga membuat dokter menginap selama 3 hari juga.


Dan di hari ke empat gadis itu pun sadar, tapi sial nya dia kehilangan ingatan nya yang membuat dokter langsung menghadap pada si tuan muda lagi.


"Tuan, nona hilang ingatan" jelas dokter.


"Cari ingatan nya" santai Nathan.


"Ganteng doang tapi bodoh" batin dokter sangat kesal karena dia tidak pulang hampir empat hari.


"Itu mustahil tuan, semua butuh waktu apalagi nona mengalami hilang ingatan" dokter menjawab dengan penuh kehati-hatian karena takut.


Sebenarnya ia bertahan bukan hanya karena takut, tapi karena dia sudah mengabdi menjadi dokter pribadi di sini selama belasan tahun, yang tentunya membuat dia banyak uang.


"Lalu untuk apa kau di sini, enyahlah aku sudah mengirimkan sejumlah uang untuk waktu yang kau buang" ketus Nathan.


"Baik tuan" dokter itu dengan cepat pergi dari hadapan Nathan, dan dia sedikit berlari saat sampai di halaman depan.


"Selamat" ucap nya sambil mendekati mobilnya, lalu ia langsung tancap gas dengan wajah lega nya.


Di kamar gadis itu terlihat kebingungan, dia melihat seisi kamar nya cukup dengan duduk di ranjang, kaki nya masih sakit karena ada beberapa perban di tangan dan kaki nya yang tentu nya membuat dia hanya bisa duduk.


Ceklek..


"Kamu siapa?" tanya gadis itu melihat seorang wanita berjalan ke arah nya.


"Aku kepala pelayan di sini, ini untuk mu" ucap bibi Nina, dia adalah kepala pelayan.


"Bibi tau nama ku?" tanya gadis itu menerima makanan nya.


Tapi karena tangan nya masih sakit akhirnya bibi Nina pun mau tak mau menyuapi nya, membuat gadis itu merasa sungkan.


"Irena, nama mu Irena" jelas bibi Nina.

__ADS_1


Nama itu di pilihkan oleh si tuan muda, tadi sebelum dia mengantarkan makanan Nathan berpesan padanya jika gadis itu bertanya nama nya maka mereka harus menjawab Irena.


"Irena?" ulang gadis itu agak asing dengan nama itu.


"Hanya Irena?" tanya nya lagi.


"Ya hanya Irena" balas bibi Nina, dan kembali menyuapi Irena lagi.


"Kenapa nama itu terasa asing, itu seperti bukan nama ku" batin Irena merasa bingung.


Dan semakin di bingung kepala nya pun terasa sakit, yang membuat nya langsung memukul kepalanya dan bibi Nina kaget melihat itu.


"Jangan di pukul" kata bibi Nina menahan tangan Irena.


"Ini sangat sakit, apa aku kecelakaan atau aku jatuh?" Irena memejamkan matanya merasakan teramat sakit di kepalanya.


"Iya, kamu jatuh jadi aku harap kamu bisa cepat sembuh dan kembali bekerja" jelas bibi Nina lagi kembali berbohong.


"Kerja? aku kerja apa?" tanya Irena bingung.


Bibi Nina terdiam sebentar, lalu..


"Pelayan, kamu salah satu pelayan baru" jelas bibi Nina dan sekali lagi berbohong.


Dan Irena sedikit kaget karena ternyata dia adalah seorang pelayan, untuk bibi Nina ia mengatakan itu karena suruhan tuan muda nya, Nathan yang menyuruh nya memperkerjakan Irena sebagai pelayan baru.


"Sekarang istirahat lah, tuan muda sangat baik dengan mau mengurusi mu, jadi cepat sembuh" ucap bibi Nina yang melihat mangkuk makanan habis.


"Baik bibi, terimakasih sudah menyuapi ku" Irena tersenyum kecil.


"Pasti dia bukan gadis malang, dia terlihat cantik" batin bibi Nina sedikit terpesona dengan senyuman cantik yang di miliki Irena.


Bibi Nina pun akhirnya memilih keluar dari kamar yang di tempati Irena, dia kembali ke apa yang menjadi rutinitas pekerjaan nya, yaitu menjadi kepala pelayan di mansion ini.


Irena melihat seisi kamar nya dan dia terlihat sangat kaget dengan fakta jika dia adalah pelayan di rumah ini.


"Aku merasa sangat terkejut, aku pikir aku adalah seorang nona muda" gumam Irena sambil melihat kaki dan tangan nya yang di perban.


Karena masih dalam keadaan tidak sehat Irena pun memilih kembali tidur, dan tak butuh waktu lama Irena sudah masuk ke dalam mimpi indah nya.


🌹


Yang punya si Oren yuk merapat, ceritanya di lanjut di si Oren Paijo ya🤗

__ADS_1


__ADS_2