
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Karena belum memiliki ijin cuty acara honeymoon pun di tunda, setelah memikirkan nya lama Joy akhirnya menolak untuk menjadi CEO.
Willy tidak memaksa karena Joy memberikan penawaran di mana dia akan lebih giat olahraga, Joy tidak ingin kerja lagi karena sekarang dia tidak takut hidup susah lagi.
"Pakai ini" ucap Willy menyimpan paper bag di tempat tidur.
Joy yang baru keluar dari kamar mandi itu mendekat, dia melihat isi paper bag nya dan menganga melihat isi nya adalah baju baru.
"Baju baru lagi?" Joy menggelengkan kepalanya.
"Hem, bagus bukan" tanya Willy yang sudah memakai stelan kerja nya.
"Tapi bukan nya kemarin udah?" Joy merasa semakin berlebihan.
Karena hampir setiap hari Willy memberikan nya baju baru, dan Joy bahkan tidak sempat memakai semua pakaian nya lagi.
"Tidak suka buang saja" akhirnya Willy menyahut lagi.
Huh..
Jika sudah seperti ini Joy hanya bisa menghentikan bicaranya, dan mulai memakai pakaian nya karena jika dia lama bisa di pastikan Willy akan semakin marah.
Saat sarapan Joy terlihat tidak nyaman, kali ini Willy membelikan nya baju yang belum pernah Joy kenakan yaitu baju kantoran.
__ADS_1
"Kamu terlihat lebih elegan dengan stelan itu" kata Willy yang melihat Joy sambil makan.
"Makasih" kata Joy sambil tersenyum, dan kembali makan nya.
Hubungan dalam pernikahan nya memang sudah jauh lebih baik dari pada di awal-awal, Joy juga merasakan kasih sayang di berikan suaminya.
Hanya saja Joy belum mendengar kata cinta yang keluar dari bibir suaminya, tapi meski begitu Joy tetap tidak menyinggung nya karena selagi Willy memperlakukan nya dengan baik Joy akan selalu senang.
Setelah makan keduanya langsung berangkat, Joy terlihat nyaman memandang keluar jendela melihat beberapa pejalan kaki yang juga memiliki aktivitas nya sendiri.
Sampai mata Joy menangkap anak yang berjalan bersama Ayah dan ibu nya, Joy menunduk dia membenci melihat hal yang menyakitkan untuk nya.
"Seharusnya aku tidak melihat itu" batin Joy tiba-tiba sedih.
Satu hal yang sejak lama dia inginkan, pergi sekolah di antar ayah ibu, itu semua Joy impikan tapi sayang nya takdir tidak memberikan dirinya kesempatan untuk memiliki keluarga kecil yang bahagia.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Willy menatap wajah cantik istrinya.
Joy menatap ke bawah, dia menggerakkan tangan nya untuk membelai wajah suaminya.
"Hanya melihat pejalan kaki di luar kaca mobil" sahut Joy.
"Aku tidak percaya" Willy mencium punggung tangan istrinya, dan menyimpan tangan Joy di dada nya.
Joy terdiam, lalu menatap lurus ke depan.
__ADS_1
"Aku hanya berpikir jika setiap anak pasti lahir dari rahim seorang ibu, dan selain itu seorang anak juga pasti memiliki seorang Ayah, mereka harusnya hidup berkeluarga bukan" Joy menjeda ucapan nya.
Willy membiarkan Joy berbicara pagi, dia hanya diam dengan mata yang menatap wajah Joy yang terlihat sendu.
"Tapi kenapa ada seorang anak yang tidak tau dari mana dia asal? tidak tau kenapa dia tiba-tiba ada di panti, dan tidak tau kesalahan apa yang membuat nya di asing kan ke tempat jauh." Joy lagi-lagi menjeda ucapan nya, dia menatap wajah suaminya yang juga menatap nya.
"Apa menurut mu aku punya ibu dan ayah?" Joy akhirnya bertanya.
Dulu saat kecil Joy selalu bertanya pada penjaga panti, tapi mereka bilang akan ada yang menjemput nya saat besar nanti, tapi sampai Joy besar bahkan memutuskan untuk merantau ke kota C tidak ada yang mencari nya seperti yang di katakan penjaga panti.
Mata keduanya saling bertabrakan, Willy melihat wajah penuh kesedihan di mata Joy, dan Joy memalingkan wajahnya saat air mata nya tak sengaja menetes ke wajah suaminya.
"Maaf" Joy mengambil tisue.
Joy berniat menghapus air mata nya di pipi suaminya, tapi gerakan tangan nya terhenti karena suara Willy.
"Semua pasti anak punya orang tua, aku akan mencari keberadaan mereka lewat orang-orang ku, aku janji" kata Willy sambil membenarkan posisi nya menjadi duduk.
Joy menatap suaminya dengan wajah sedih nya dia benar-benar terharu, dan langsung memeluk Willy.
"Terimakasih" ucap Joy masih memeluk Willy.
Yuda melihat semua itu lewat kaca spion, dia tersenyum haru melihat sifat tuan muda nya yang jauh amat berbeda dari yang dia kenal selama dia bekerja.
"Tuan muda benar-benar sudah banyak perubahan, aku seperti melihat iblis berhati kapas." batin Yuda.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏