
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Suasana duka masih menyelimuti keluarga Robert, Joy yang baru sampai juga merasakan sedihnya di tinggal seorang adik, meski dia baru mengenal Ayuna sehari ini.
Kondisi Tuan Robert juga masih drop dan karena hal itu dia tidak bisa menghadiri pemakaman Ayuna, anak keduanya.
Nyonya Anasya masih mencoba ikhlas meski sulit, dia tidak mau so udzon pada Tuhan karena sebelum meninggal putrinya meminta nya untuk selalu iklhas dengan semua ketetapan Tuhan.
"Kak" panggil Ayuni.
Joy yang di pelukan suaminya melirik ke belakang, dia melihat Ayuni yang berjalan bersama Radit.
"Iya" Joy mendekat.
"Bisa minta waktu nya sebentar?" ucap Ayuni pelan.
Willy menahan tangan istrinya, Joy yang melihat itu melirik suaminya dan memberi kode pada suaminya jika semuanya akan baik-baik saja.
"Aku menunggu di sana" kata Willy menunjuk pondok yang tak jauh dari tempat nya.
"Hem" sahut Joy singkat.
__ADS_1
Radit mengusap punggung adiknya, dia tidak tau apa yang akan Ayuni obrolkan dengan Joy, tapi meski begitu Radit yakin jika adiknya bisa menjaga sikap nya, dan dia akan memantau dari jauh saja.
Ayuni yang menunduk kini memberanikan diri untuk menatap Joy, dia melihat mata bengkak kakak nya itu dan ia yakini itu karena kakak nya menangis terlalu lama.
"Maaf" ucap Ayuni pelan.
Joy yang mendengar itu cukup kaget, Ayuni meminta maaf pada nya?.
"Maaf karena sikap ku yang buruk pada kakak, aku tau itu salah dan aku minta maaf" lanjut Ayuni lagi.
"Kamu tidak salah, waktu nya yang salah aku paham untuk keterkejutan kamu, lagi pula jika aku ada di posisi kamu aku juga akan seperti itu, tidak mudah menerima kenyataan itu" Joy mendekati Ayuni, dia ingin memeluk adiknya tapi Joy ragu.
Meski sudah mendengar kata minta maaf tapi Joy juga tidak tau sifat adik nya itu, maka dari itu Joy menunggu apa lagi yang akan di lakukan adik nya itu.
Joy dengan cepat mengangguk, membuat Ayuni langsung menghamburkan tubuh nya kepelukan kakak nya.
Lama keduanya berpelukan dalam diam, keduanya berpelukan tepat di samping makam Ayuna yang masih basah.
Kak Yuna aku sudah memenuhi keinginan kakak untuk berdamai dengan keadaan, aku menerima kak Joy sebagai kakak ku. tapi meski begitu aku tetap tidak bisa berpura-pura tegar untuk kehilangan kamu kak. batin Ayuni sambil terisak.
Sama dengan Ayuni Joy juga terisak dalam diam, matanya menatap ke arah makam yang masih basah dan di penuhi bunga-bunga itu.
Dek, kakak janji akan menjadi kakak yang lebih baik, seperti yang kamu bilang Ayuni hanya perlu waktu untuk menerima kakak dan sekarang mungkin adalah waktu nya, tenang di surga ya dek. batin Joy perlahan air matanya kembali membasahi wajah cantik nya.
__ADS_1
Dari kejauhan Willy melihat itu, ada sedikit kelegaan dalam hatinya karena melihat Ayuni yang berinisiatif untuk memeluk istrinya.
"Jika boleh aku meminta Joy tinggal beberapa hari di rumah" kata Radit.
"Dan membiarkan kamu leluasa memandangi nya?" Willy melirik sinis ipar nya itu.
"Aku sudah menganggap dia adik" tegas Radit.
"Ya itu memang sudah fakta yang kau terima, dia adik mu dan istriku" sahut Willy dengan senyuman miring.
Radit sebenarnya malas untuk mengobrol dengan Willy, tapi dia harus meminta Joy tinggal di rumah nya karena dia harus mengurus perusahaan, selain itu Ayah nya juga sedang sakit.
"Aku memohon pada mu" ucap Radit menurunkan ego nya.
"Ya, baiklah aku akan membicarakan nya dengan Joy" Willy juga menurunkan sedikit ego nya.
"Joy pasti akan setuju" balas Radit.
Membuat Willy langsung menatap tajam ke arah kakak iparnya itu.
"Dia sangat mencintaiku, dan tak akan melakukan apapun tanpa seijin ku" tegas Willy sambil melirik sinis Radit.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏