
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Dua hari Willy lalui dengan bekerja di temani Yuda, dan selama Willy bekerja Joy hanya menunggu bosan di kamar hotel tanpa enggan keluar.
Ini sudah sore menjelang siang malam Joy yang menunggu sang suami pulang pun merasa sangat lama, membuat dia semakin bosan apalagi saat ini Joy sudah mandi tapi karena tidak ada aktivitas Joy hanya bisa duduk kembali setelah merias tipis-tipis wajah nya.
Drettt..
Dering telpon terdengar, Joy langsung mengangkat nya cepat dengan sumringah.
"Halo sayang" ucap Joy semangat.
"Hah? sayang?" suara di sebrang telpon terdengar kaget.
Joy menjauhkan ponselnya dari telinga nya, dia melihat nama yang tertera di layar ponselnya dan seketika bibir nya mengaga melihat nama kakak nya yang ada di layar ponselnya.
"Ehk kak, maaf salah aku pikir itu Mas William" Joy kikuk.
Terdengar helaan nafas di sebrang telpon, Joy merasa tidak enak hati.
"Ya tidak apa, aku hanya ingin menanyakan apa Ayuni bicara sesuatu pada mu?" tanya Radit.
"Maksud nya?" Joy tidak paham dengan pertanyaan kakak nya itu.
Dan akhirnya Radit mengatakan semuanya, tentang kabur nya Ayuni karena sudah mengetahui jika pendonor ginjal ginjal nya adalah Ayuna.
Joy yang mendengar itu tentu kaget, dia semakin kagum dengan satu adiknya itu, Ayuna benar-benar mempersiapkan semua hal sebelum pergi ke pangkuan Tuhan, termasuk menyelamatkan adiknya yaitu Ayuni yang kala itu sedang sakit dan membutuhkan ginjal baru.
Ayuna menjadi pendonor tanpa tau seberapa besar pengaruh nya jika kehilangan satu ginjal, dia memberikan hidup baru untuk Ayuni dan dirinya yang sakit Tuhan angkat penyakit nya dengan cara berpulang ke pangkuan nya.
"Masyaalloh" Joy tidak bisa berkata-kata lagi.
__ADS_1
Air mata lagi-lagi lolos ke pipinya, dia benar-benar memiliki adik yang sangat baik, dan bukan hanya cantik luar nya Ayuna juga memiliki kemurahan hati yang sangat luar biasa.
"Tolong bujuk Ayuni pulang, Ayah masih belum tahu hal ini dan bunda sekarang juga sakit karena memikirkan hal ini" jelas Radit lagi.
"Baiklah kak, aku akan mencoba membujuk Ayuni. assalamualaikum" Joy menutup panggilan nya.
Tut.
Joy mencari kontak nama adik nya, dan tanpa ragu dia langsung menelpon Ayuni, nomer Ayuni tidak aktif membuat Joy merasa cemas.
Sampai akhirnya Joy berpikir untuk menelpon Ayuna saja, Joy rasa ponsel Ayuna pasti masih aktif karena beberapa hari yang lalu dia melihat status Ayuna yang mengirimkan foto sepasang anak kembar yang sedang duduk di taman dengan ekspresi bahagia nya.
"Halo" ucap Joy.
"Kak.." suara Ayuni terdengar berbeda.
Joy paham mendengar itu, dia tau kesedihan mendalam yang Ayuni rasakan, dan itu tidak akan Joy bahas karena kesedihan hanya akan membuat dia semakin lemah.
"Yuni, kakak sudah tau semuanya. kakak mohon pulang lah dek, Bunda sangat sedih karena kamu pergi dan kamu tau kan bagaimana perasaan Ayah kalau tau kamu tidak di rumah?" Joy hanya bisa mengatakan itu.
Andai saja dekat, Joy pasti sudah memeluk tubuh rapuh adiknya saat ini, ia terharu sedih dan huh.. Joy benar-benar sedih.
"Yuni kamu dimana?" mencoba menjadi pendengar, Joy bertanya hati-hati.
"Di kuburan kak Yuna, aku kangen sama kak Yuna" ucap Ayuni dengan Isak nya.
Joy melihat jam yang sudah menunjukan pukul 5 sore, dan itu tandanya Ayuni tidak kabur melainkan hanya pergi makam Ayuna.
Joy kembali memohon pada Ayuni untuk pulang agar keluarga nya tidak cemas, Ayuni kekeh jika dia masih kecewa dengan keluarga nya yang menyembunyikan hal ini, dan membuat dirinya menjauh dari kakak kembaran nya.
Tapi Joy terus mengatakan jika semua itu tidak benar, Ayuna meminta merahasiakan nya karena tidak mau mendapatkan penolakan dari Ayuni, dan kondisi waktu itu sangatlah darurat jadi mereka tidak bisa menunda nya lagi.
Panggilan akhirnya di akhiri dengan Ayuni yang akhirnya luluh, Joy senang mendengar nya dan dia pun berjanji akan segera pulang dan memeluk adiknya itu.
__ADS_1
"Kamu menangis honey?" tanya Willy yang baru datang.
Dia melihat wajah istrinya yang sembab di bagian mata nya.
"Hem, aku mendengar satu kebaikan Ayuna lagi, air mata nya langsung terjatuh" jelas Joy.
Willy berjalan mendekati istrinya, dia membawa tubuh istrinya ke pelukan nya dan mencium pucuk kepala istrinya berulang kali.
"Yuna sudah tenang dan bahagia di surga, jangan sedih lagi" kata Willy sambil mengusap lembut pipi Chabby istrinya.
Joy mengangguk sambil tersenyum, tangan nya terulur untuk mengusap bewok suaminya yang selalu membuatnya terpana, Willy yang memiliki bulu-bulu halus di area dagunya sangatlah penuh kharisma.
"Ingin mandi?" tanya Joy.
"Ya bersama mu" balas nya dengan senyuman nakal nya.
Joy menggelengkan kepalanya.
"Aku sudah" balas Joy menolak.
"Kamu yakin honey? aku ingin di mandikan" kata Willy sambil meraba paha istrinya.
Huh..
Joy memejamkan matanya, dia menatap mata sayu suaminya yang membuat Joy mencebikan bibir nya sebal, karena di melihat gairah di mata suaminya.
"Baiklah tuan mesum kamu menang" Joy mengalah.
"Oh good" Willy langsung menarik Joy ke kamar mandi.
Dan sore panas pun keduanya lalui, Joy kembali memandikan bayi besar nya.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏