
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Selama makan Vicky terus meminta perhatian Mommy nya, dan keakraban itu membuat Melisa yang melihat nya benar-benar di buat kesal.
Bagaimana tidak Vicky terus memuji makanan yang di masak Mommy nya, pun dengan Nino yang tak kalah memuji keterampilan Mom Joy memasak makanan kesukaan anak-anak nya.
"Mom kak Nino tidak serakus ini di apartemen" adu Sera saat sedang makan.
"Benarkah?" tanya Mom Joy menjeda makan nya.
"Makanan buatan Mommy terlalu lezat untuk di abaikan sayang" balas Nino membuka suaranya.
Yang mana membuat Mom Joy dan yang lain nya berhasil bungkam, bagaimana tidak ini pertama kalinya Nino memanggil Sera dengan panggilan Sayang di depan keluarga nya.
"Waw kak Nino ternyata bucin" goda Vicky.
"Hem, aku sangat beruntung memiliki suami yang bucin" balas Sera sambil terkekeh.
Uhuk.. uhuk..
Annisa terbatuk-batuk, dan melihat itu Vicky langsung bergegas memberikan minum untuk adik nya.
"Minumlah" kata Vicky pada Annisa.
"Makasih kak" ucap Annisa menerima gelas berisi air minum itu.
__ADS_1
Dan setelah itu Annisa meminum habis air nya, Vicky mengambilkan tisue dan dia berikan kembali pada adiknya.
"Dasar keluarga drama, selalu mencari perhatian putra ku" batin Melisa muak.
Manda melihat interaksi itu, entah kenapa rasa cemburu pun mulai hadir pada dirinya, dia merasa dirinyalah yang seharusnya ada di posisi Sera dan Annisa.
Uhuk.. uhukk..
Manda ikut-ikutan batuk.
Dia ingin melihat siapa yang peduli pada nya, tapi hampir satu menit dia batuk tidak ada yang memberikan nya minum bahkan Mama nya sekalipun.
Hingga akhirnya..
"Ambilah, pelan-pelan saja makan nya" uca0 Dad Willy sambil tersenyum.
Manda tertegun melihat segelas air itu, hingga kesadaran nya kembali karena suara Mom Joy.
Manda menggelengkan kepalanya cepat, dia menerima air nya dan tak lupa dia juga mengucapakan terimakasih pada Dad Willy yang telah perhatian pada nya.
Kak Nino dan kak Vicky beruntung memiliki keluarga sebaik mereka, aku juga mau orang tua seperti Tante Joy dan Om Willy. batin Manda yang kini melanjutkan kembali makan nya.
"Makan yang banyak Manda, ini mau nambah lagi nggak?" tanya Mom Joy ranah.
"Makasih Tan, tapi ini sudah cukup" balas Manda sambil tersenyum.
"Manda nggak makan banyak, dia diet" sahut Melisa menimpali.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Mom Joy aneh.
Melisa melihat badan Annisa yang sedikit melar, lalu melirik Sera yang sekarang tubuh nya juga sedikit berisi karena makan yang tidak teratur.
"Manda mau jadi model, jadi nggak boleh GEMUK!" menekan kata gemuk dengan santai.
"Wah benarkah, aku juga akan diet semoga saja bisa jadi model" Sera menyahut.
"Terlalu memaksakan tidak bagus, aku suka kamu yang seperti ini bahkan Gendut sekalipun" Nino menyahut dan tersenyum pada istrinya.
Vicky yang mendengar itu mengangguk, dia juga suka wanita Gendut karena menurut Vicky wanita Gendut itu spesial seperti Mommy nya.
"Aku juga menyukai wanita gendut" balas Vicky.
"Bagus Son, Gendut atau kurus nya seseorang itu tidak penting karena yang paling penting itu adalah hatinya" jelas Dad Willy setuju dengan tanggapan putra nya akan wanita gendut.
Melisa tersenyum kecut mendengar penuturan putra-putra nya yang sangat berbanding terbalik dengan dirinya.
"Astaga sayang, kalian membuat Mommy terharu" Mom Joy menatap sendu anak dan suaminya.
Lebay! kesal Melisa yang tidak berhenti mengumpati keluarga Joy_Willy.
Setelah selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga, obrolan yang ringan membuat suasana semakin lebih nyaman.
Tapi tidak untuk hati yang sudah di kuasa dengki, yaitu Melisa yang sepanjang kebersamaan dengan keluarga Willy_Joy selalu merasa kesal sendiri.
Vicky dan Nino sekali-kali melirik Mama nya, keduanya merasa tidak nyaman dengan situasi ini tapi kebenaran nya wanita di depan nya memang adalah Mama nya, wanita yang melahirkan nya.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏