
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di rumah Ayuni menunduk saat Ayah nya sudah mengetahui sikap nya terhadap Joy, saat Ayuni sedang menelpon bundanya tapi yang mengangkat nya adalah Joy, seketika kekesalan nya membuncah.
Ayuni menyalahkan semua yang terjadi pada Joy karena sejak kedatangan Joy keluarga nya benar-benar mendapatkan banyak ujian dari Tuhan.
Dan tuan Robert mendengar obrolan antara Ayuni dan Joy, dia benar-benar kecewa karena Ayuni putri yang dia sayangi bisa berkata sekasar itu pada Joy, yang notabene nya adalah kakak nya.
"Ayah, maaf" Ayuni menunduk takut.
"Ayah nggak pernah mengajarkan kata-kata kasar itu Yuni, Ayah benar-benar merasa gagal menjadi Ayah yang baik jika putri Ayah sendiri bisa bersikap seperti itu pada kakak nya sendiri" tuan Robert menatap kecewa pada putrinya yang satu ini.
Dia merasa terlalu memanjakan putri nya, Ayuni sejak kecil memang di perlakukan lebih manis di bandingkan Ayuna itu karena Ayuni sejak kecil sering sakit-sakitan.
Tapi dia tidak menyangka jika Ayuni malah menjadi gadis yang tidak bisa mengendalikan dirinya, dan Ayuna yang dia perlakukan biasa saja tumbuh menjadi gadis Sholehah.
"Ayah, hiks maaf. aku takut kak Yuna kenapa-kenapa maka dari itu menyalahkan semuanya pada kak Joy, aku masih belum bisa menerima nya Ayah, tapi itu bukan salahku karena aku masih butuh waktu" balas Ayuni sambil terisak.
Huh..
Tuan Robert menghela nafasnya panjang, yang di katakan putrinya adalah benar, jika semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, dan dia tidak bisa memaksa Ayuni untuk bisa dengan legowo dan cepat menerima Joy, putrinya.
__ADS_1
"Maafkan Ayah, Ayah paham apa yang kamu rasakan, maafkan Ayah" kata Tuan Robert lagi.
Ayuni mendekati sang Ayah, sekarang dia bingung untuk memberitahu kondisi Ayuna pada ayahnya karena ayah nya memiliki riwayat jantung yang bisa sewaktu-waktu membuat Ayah nya drop.
Kak Yuna cepat sembuh kak, lihat Ayah ia pasti akan sangat terpukul jika tau kondisi kakak sekarang hiks. batin Ayuni ingin menangis.
*
*
"Sudah dua menit, sayang kemari" kata Willy dingin.
Joy yang mendengar suara suaminya langsung reflek melepaskan pelukan nya, tidak mau suaminya yang posesif cemburu Joy langsung berdiri dan memeluk suaminya.
"Maaf, tadi kamu lama di kamar mandi aku jadi__" ucap Joy terhenti karena bibir nya di tutup oleh tangan Willy.
Hampir saja Joy membocorkan rahasia nya yang suka lama-lama di kamar mandi, bisa malu Willy kalau aib nya yang satu ini tersebar.
Dan sebenarnya Willy juga sedikit kecewa karena Joy bisa berteriak padanya saat di kamar mandi, tapi malah berpamitan lewat Voice note.
"Tidak apa, aku paham" kata Willy sambil melepaskan pelukan nya dan membawa Joy untuk duduk sedikit berjauhan dari Radit.
Karena jujur saja Willy masih takut jika Radit memiliki niatan untuk mendapatkan Joy, apalagi menurut informasi yang dia dapat Radit sudah menargetkan Joy sebagai pelabuhan terakhirnya.
__ADS_1
"Apa bunda sudah lama di dalam nya?" tanya Radit.
"Kau bertanya pada siapa?" tanya Willy ketus.
"Adik ku" sahut Radit takalah dingin.
"Ck, mengakui rupanya" Willy tersenyum kecut ke arah Radit.
Radit tidak menjawab lagi, dia merasa kesal dengan William, menurut nya Joy harusnya mendapatkan pria yang lebih manis dibandingkan dengan pria yang terkenal kejam itu.
Tak lama setelah itu nyonya Anasya keluar dari ruangan Ayuna, dia bsrialan dengan gontai ke arah putra nya.
"Bagaimana Bun?" tanya Radit khawatir.
Joy tidak mendekat, dia membiarkan Bunda nya tenang di pelukan Radit kakak nya.
"Ayuna masih kritis, kita sholat ya kak. hati Bunda benar-benar tidak tenang" kata nyonya Anasya.
Akhirnya Radit dan nyonya Anasya pun memutuskan untuk sholat bersama, sedangkan Joy dan Willy keduanya berbagi tugas yaitu Joy membeli makanan dan Willy menunggu di luar ruangan Ayuna.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1