
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Oma" Sera tersenyum senang melihat kedatangan Oma dan Opa nya.
"Halo sayang, maaf Oma baru datang Oma ingin melihat adik mu" kata Mom Arr.
"Adik sedang bersama Mommy di kamar, dan apa yang di bawa Opa" tanya Sera dengan wajah polos nya.
Padahal jelas-jelas Sera melihat kotak yang ada tulisan cookies, tapi Sera malah pura-pura bertanya.
"Oma akan ke kamar dulu, main nya bersama Opa ya" kata Mom Arr lalu pergi ke kamar menantu nya.
Meninggalkan Dad Lian yang kini mendapatkan tatapan polos sang cucu tercinta.
"Opa, apa itu cookies?" tanya Sera pura-pura menebak.
"Kok tau?" tanya Dad Lian sangat gemas, dia mengikuti alur nya.
Seperti yang di lakukan Sera yang ingin dirinya di anggap polos, Dad Lian memerankan peran nya untuk membuat cucu nya senang.
"Hanya menebak Opa, ayo buka Opa aku mau" ucap Sera lagi dengan wajah berbinar nya.
Sangat menggemaskan, membuat Dad Lian tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium pipi sang cucu tercinta.
Cup..
Cup..
"Ihk Opa jorok, mau cookies juga" Sera manyun dan mengusap pipi nya yang basah karena ciuman sang Opa.
"Habis nya gemes banget, Ndut" kata Dad Lian lagi.
"Opa cookies nya, ihk" wajah Sera mulai di tekuk.
"Cium dulu, nanti di kasih" kata Dad Lian sambil menunjuk pipi nya.
__ADS_1
Huh..
Demi makanan.
Cup..
"Di sini" kata Dad Lian.
"Opa" Sera manyun.
Cup..
"Sudah Opa, aku mau cookies" Sera sudah tidak sabar makan cookies.
Sera tidak mau ompong lagi dan maka dari itu dia menjaganya pola makan nya, bukan karena gigi nya sempat ompong juga Sera juga ingin makan sehat seperti yang di katakan Mommy nya.
"Baiklah, ini cookies mu" Dad Lian akhirnya memberikan cookies nya.
Sebelumnya dia sudah menelpon Joy, kejadian sakit gigi itu membuat Dad Lian dan Mom Arr sadar jika tidak selamanya menyenangkan cucu dengan makanan kesukaan nya.
"Thanks Opa" kata Sera sambil tersenyum senang.
"Sama-sama cantik" balas Dad Lian sambil tersenyum, dia sangat gemas melihat Sera yang makan cookies dengan wajah berseri-seri nya.
Berat badan Sera sekarang sudah 30 kg, dan Sera juga sedikit tinggi meski itu tidak merubah apapun karena Sera masih terlihat Buntet.
Sore nya Willy pulang dia memang kembali sibuk ke perusahaan nya, Joy sudah empat hari di rumah dan Willy tidak bisa terus-terusan mengandalkan Yuda karena Asisten nya itu juga sudah punya kehidupan sendiri.
"Dad, anak-anak mana?" tanya Willy.
"Mereka di kamar, seperti biasa Sera meminta kedua kakak nya menemani nya bermain boneka" jelas Dad Lian.
Willy mangut-mangut mendengar penjelasan Daddy nya, lalu Willy pun meminum jus jeruk yang ada di atas meja.
Dad Lian melihat itu mendengkus sebal, lagi-lagi minuman buatan nya habis di minum oleh putranya.
"Daddy akan membawa Vicky, kau setuju?" tanya Daddy Lian.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Willy butuh penjelasan.
Dan Dad Lian pun menjelaskan semuanya, bukan hanya karena kesepian saja tapi keduanya juga memiliki perusahaan yang nanti nya akan di wariskan pada Vicky.
Untuk perusahaan media yang ada di kota A mungkin mereka serahkan pada Riko suami dari putri nya, tapi selain itu Dad Lian juga punya perusahaan yang baru dia rintis beberapa tahun ini.
"Memisahkan Nino dan Vicky itu sulit Dad, aku tidak bisa membuat kedua putra ku tertekan dengan keinginan Daddy" Willy menolak tawaran Daddy nya.
Dan Dad Lian mengerti dengan itu, dia hanya mengutarakan niat baik nya untuk menjadikan Vicky sebagai penerus perusahaan yang baru di rintis nya nanti.
"Daddy aku mau ikut Opa" kata Vicky yang tiba-tiba datang.
"Lihat, dia mau Will" Dad Lian tersenyum senang.
"Hem, aku ingin bermain dengan Aquino dan Key, mereka juga ada di kota A" lanjut Vicky.
Dan tak lama setelah itu Nino datang dengan Sera di gendongan nya.
Willy langsung menanyakan pendapat Nino akan keputusan Vicky, dan tanpa di duga Nino sangat setuju dan senang jika Vicky tinggal di rumah Opa dan Oma nya.
"Apapun itu, aku setuju asal Vicky selalu senang" balasan Nino.
Nino percaya jika bersama keluarga nya dia akan menjadi seseorang yang bisa di banggakan, begitu dengan Vicky Nino ingin adiknya berhasil.
"Aku juga mau bersama Opa Dad, aku mau bermain bersama kak Queen" kata Sera dengan senyuman nya.
Willy mengambil alih tubuh putrinya dan menggendong Sera dengan wajah gemas nya.
"Untuk kamu tidak bisa sayang, Daddy dan Mommy akan kesepian tanpa melihat anak gembul kita" ucap Willy sambil mencubit gemas hidung kecil putrinya.
"Hiks Daddy, mau sama Opa aja" kata Sera lagi dengan wajah memohon.
Dan Willy masih menjawab tidak, dia tau apa yang ada dalam pikiran putrinya, Sera pasti ingin coklat dan makanan manis lain nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1