
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sesampainya di rumah sakit Willy langsung ke ruangan Joy di rawat, Joy nampak menangis karena tangan nya yang melepuh sedang di obati.
"Apa sakit?" dengan bodoh nya Willy bertanya.
Joy melirik dan mengangguk kecil, air matanya nya terus mengalir bagaimana pun Joy masih gadis 21 tahun yang masih baru masuk pendewasaan, dia masih bisa melakukan kelabilan lain nya.
Termasuk menangis di depan Willy dan dokter, Joy tidak bisa pura-pura kuat karena rasanya memang sangat perih.
Dokter menjelaskan kondisi Joy yang melepuh butuh waktu lama untuk sembuh, dan bukan hanya itu Joy juga akan menginap beberapa hari di rumah sakit.
Setelah itu dokter dan suster keluar, meninggalkan Joy dan Willy yang sedang berduaan.
"Ini sangat sakit, perih." ucap Joy dalam Isak nya.
"Hem, aku tau dulu aku juga pernah kecipratan minyak panas saat Mom belum ada, dan itu rasanya sakit" Willy mencium pipi Joy.
"Tapi untung wajah ku tidak kenapa-kenapa, hiks.. tangan ku menutupi wajah ku" lanjut Joy dengan Isak nya lagi.
Huh.. untung?
Mana ada untungnya, Willy bahkan merasa perih sendiri melihat tangan Joy yang mengelepuh.
"Lain kali tidak ada ke taman lagi, kamu hanya boleh pergi jika bersama ku" ucap Willy sambil menarik kursi dan duduk di dekat Joy.
"Kamu tau aku di sini dari siapa?" tanya Joy bingung, dia tadi bahkan lupa menelepon Willy untuk mengabari.
Yang Joy pikirkan tadi hanya ke rumah sakit agar sakit nya cepat terobati, hingga saat sedang di obati Joy melihat Willy yang datang dengan wajah cemas nya.
__ADS_1
"Jika saja Vidio mu tidak viral aku tidak akan tau, kamu seharusnya menelpon suami mu, jangan bilang kamu melupakan ku" Willy menatap Joy dengan wajah selidik.
Joy yang kesakitan menggeleng, dia memang tidak kepikiran sampai mengabari suaminya.
"Maaf, lain kali aku akan mengabari mu" Joy minta maaf.
Willy tersenyum, meski menahan sakit Joy tetap mengaku jika dia salah karena tidak menelpon suami nya.
"Hem, ini tidak akan terjadi jika saja Sin_" ucap Joy terhenti karena Willy menyela ucapan nya.
"Aku akan membunuh nya dengan tangan ku" kata Willy dengan nada dingin nya.
Joy kaget melihat itu, dia menatap Willy lalu
tangan nya yang satu nya lagi meraba wajah Willy.
"Kamu serius?" tanya Joy.
Joy menggelengkan kepalanya, tangan nya yang semula di pipi turun hingga menyentuh tangan Willy.
Tangan selembut ini bisa membunuh seseorang? Joy tidak percaya, ya meski dia tau Willy memiliki sikap dingin.
"Jangan melakukan apapun, dia akan berhadapan dengan ku" kata Joy.
"Kamu selalu kalah saat di hadapkan dengan wanita gila itu" sahut Willy.
Joy tertawa kecil, membuat Willy menaikan sebelah alisnya ke atas melihat itu.
"Aku memang selalu kalah, tapi itu dulu untuk sekarang tidak aku akan menjadi Joy mu yang kuat" kata Joy.
Kuat?
__ADS_1
Willy menyentuh tangan Joy yang melepuh dan saat itulah Joy berteriak kesakitan.
Aaaa !
"Sakit !" teriak Joy menangis.
"Kuat tapi nangis" cibir Willy.
"Dasar suami ganteng sakit tau!" Joy tidak bisa mengatai hal-hal aneh.
Seperti suami gila atau suami mesum, karena Willy adalah suami sempurna untuk nya.
"Haha, maafkan aku. jangan pikirkan masalah wanita gila itu karena suami mu yang luar biasa ini sudah melakukan tugasnya dengan baik" ucap Willy sambil tersenyum.
Joy hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.
"Aku punya cara agar rasa sakit itu hilang" Willy berkata dengan wajah santai nya.
"Apa?" tanya Joy.
"Dengan ciuman" Willy menyahut cepat.
Dan saat Joy akan menjawab lagi bibir nya di bungkam oleh ciuman, keduanya berciuman dan Joy masih merasa sakit meski mereka berciuman.
Di saat bersamaan juga Mom Arr dan Dad Lian membuka pintu nya, dan keduanya malah di sambut dengan kemesuman putra nya.
"Em Dad, kita tunggu di luar sebentar" Mom terlihat datar, dan memilih duduk di kursi tunggu.
"Dia bukan putraku" batin Dad Lian.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏