
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
3 bulan berlalu..
Waktu berjalan dengan cepat, Sera menjalani hari-hari nya dengan nyaman meski dia tidak lagi mendapatkan perhatian dari sang kakak karena Nino tinggal di apartemen.
Sera sudah menyelesaikan ujian terakhir dan saat ini dia tinggal menunggu kelulusan nya, tapi tentu bukan itu yang menjadi kesenangan Sera saat ini.
Pernikahan nya akan di langsungkan dua hari lagi, hari ini di rumah nya sudah banyak keluarga dekat nya.
"Sera" panggil seorang wanita.
"Kak Queen" Sera tersenyum melihat sepupunya.
"Ck, kau benar-benar menikahi kak Nino, kau sangat beruntung sayang" Aqueena memeluk sepupunya.
Sera membalas pelukan itu, dia senang melihat kedatangan sepupunya, saat ini Aqueena sedang hamil besar setelah dua tahun menikah.
"Kakak juga beruntung akan menjadi seorang ibu" Sera mengusap perut buncit Aqueena yang memang kehamilan nya sudah memasuki bukan ke 8.
"Hem, Key menitipkan salam dia bilang tidak mau datang karena sakit hati" lajut Aqueena.
"Ck, aku tak perduli, dia akan menikahi Annisa" sahut Sera santai.
"Apa? sebaik jangan keduanya tidak cocok" balas Aqueena lagi.
"Kenapa?" tanya Sera bingung.
Aqueena menghela nafasnya panjang, dia melihat wajah Sera yang terlihat penasaran.
"Mereka akan sering berantem, Annisa yang terlalu fokus lebih cocok dengan Kai yang lembut" jelas Aqueena.
__ADS_1
"Ahk iya, aku melupakan Kai yang manis aku harap jodoh Annisa adalah Kai" sahut Sera sambil tersenyum.
Tidak menjadi jodoh nya, dan sekarang Sera mengharapkan Annisa berjodoh dengan Kai yang manis.
Tangan Sera mengusap perut buncit Aqueena dia terpekik kaget saat merasakan tendangan dari perut sepupunya.
"Dia sangat aktif" sumringah Sera.
"Tentu, dia sangat aktif seperti Daddy nya" sahut Aqueena membanggakan sang istri.
"Aku penasaran untuk rasanya hamil" balas Sera dengan wajah senang nya.
Aqueena mendengar itu tertawa, lalu mengacak-acak rambut Sera dengan gemas nya.
"Kakak!" Sera manyun.
"Kau akan tau nanti, jangan penasaran karena sekarang bukan waktunya cantik" kata Aqueena mengingatkan.
"Ck, tinggal dua hari lagi kak, aku akan menjadi mantan perawaan" sahut Sera sewot.
Sedangkan di tempat lain Nino masih sibuk dengan setumpuk pekerjaan nya, hal itu membuat Vicky yang melihat nya hanya geleng-geleng kepala.
"Daddy mengundang kita makan malam, dan ini sudah hampir sore" kata Vicky.
"Tinggal sedikit lagi" sahut Nino tanpa melihat ke arah Vicky.
"Jangan terlalu serius kak, pikirkan kesehatan mu" Vicky mengingatkan.
Nino yang mendengar itu menghentikan gerakan tangan nya, matanya melihat ke layar laptop nya yang masih memperlihatkan pekerjaan nya yang belum selesai.
"Apa kau punya pacar?" tanya Nino.
"Apa?" Vicky menjawab bingung.
__ADS_1
"Pacar" Nino menekan kata pacar.
"Kepo" sahut Vicky agak sewot.
"Ck, aku hanya bertanya" Nino mendengkus kesal melihat reaksi berlebihan adik nya.
Vicky tidak menjawab, dia memilih diam dan melihat ke layar ponselnya dan Nino yang melihat itu memilih menyelesaikan pekerjaan nya yang masih belum selesai.
Nino dan Vicky pulang menjelang malam, dan saat ini keduanya sedang dalam perjalanan pulang.
"Apa kakak selalu mandi saat pulang?" tanya Vicky dengan senyum meledek nya.
"Kenapa? bukan kah kau juga sama selalu mandi sebelum pulang karena ada Art kesayangan mu?" sahut Nino agak sewot.
"Dari mana kakak tau" Vicky yang menyetir langsung ngerem mendadak.
Beruntung Nino tidak kenapa-kenapa, dan Vicky melirik Kakak nya dengan wajah penasaran nya.
"Opa yang bilang, dia masih 16 tahun pikirkan dulu kuliah mu jangan membuat Keluarga kita kecewa, kau paham maksud kakak bukan?" Nino melirik adik nya.
Vicky mengangguk, tentu dia tidak akan berani membuat kecewa keluarga nya, Vicky sangat menyayangi keluarga nya jika bukan karena Mommy dan Daddy nya dia tidak akan pernah mendapatkan hidup yang penuh kebahagiaan seperti ini.
"Aku paham, aku tidak akan mengecewakan keluarga kita, tapi kak bagaimana dengan Mama? apa kakak sudah mendapatkan kabar dimana Mama sekarang?" tanya Vicky matanya kali ini memperlihatkan kerinduan.
Nino mendengar pertanyaan itu menggelengkan kepalanya,
"Mama pindah ke luar negeri, dan keberadaan nya tidak bisa di pastikan" jelas Nino yang membuat Vicky menghela nafasnya panjang.
Dia memang tidak kekurangan kasih sayang dari keluarga baru nya, tapi jauh di lubuk hatinya baik Nino ataupun Vicky sama-sama ingin memeluk wanita yang telah melahirkan keduanya.
🌹
Undang udah di sebar, jangan lupa datang plus kado kopi nya ya😁
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏