Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Kehidupan Sam


__ADS_3

Suara decitan sofa diruang tengah apartemen Sam menggema bersama desahan dari kedua anak manusia yang sedang merajut kasih, menambah suasana di ruangan itu jadi berisik. Bibir Sam terus saja mengumpat dan sesekali mengabsen bagian mulut wanita yang sedang ia masuki.


"Damn!" Sam begitu sulit menolak semua kenikmatan ini. Lelaki berusia dua puluh tahun itu terus saja mendorong tubuhnya dan mendorong sampai titik terdalam.


"Now baby.." Wanita yang sedang ditikam kenikmatan itu ikut-ikutan mengoceh.


"Ooowwwgghh.." Erangan panjang mereka menjadi tanda bahwa puncak kenikmatan itu sudah berhasil mereka capai. Menjadi penutup bagaimana panasnya pertempuran mereka malam itu.


Begitulah Samuel. Terlahir sebagai anak yang difasilitasi kemewahan, membuat Sam menjadi seenaknya dalak hal apapun. Sam hidup bebas dan memiliki segalanya. Hidup hedon dan selalu berkecukupan. Dengan wajah tampan yang ia warisi dari Ken, Sam bebas bergonta-ganti wanita untuk ia tiduri meskipun ia memiliki kekasih. Berbeda dengan kakak-kakanya yang hidup dengan batas normal.


"Do u like it baby?" Sam menggoda wanita yang masih berkeringat dan terengah mengatur nafas yang berantakan.


"It's so amazing Sam!" Wanita itu masih memejamkan mata. Meresapi sisa-sisa kenikmatan yang baru saja ia capai.


"Love u.." Sam mengecup kening Laura, kekasihnya.


"Love u too."


"Tidurlah, besok aku ada kelas pagi." Kedua insan yang berpeluh itu kemudian tidur dengan tubuh yang masih polos. Beristirahat setelah energi mereka dikuras habis.


Sam masih berstatus sebagai seorang mahasiswa. Sam terkenal sebagai playboy di lingkungan universitasnya. Semua wanita selalu berharap bisa bersanding bersama Sam, bahkan banyak pula gadis yang rela menjadi penghias ranjang milik Sam. Sam adalah seorang casanova yang digilai.


*


Sam sudah berada di universitas pagi itu, sebenarnya ia masih mengantuk dan juga lelah. Tenaganya dikuras habis karena semalaman terus menggenjot tubuh kekasihnya. Sebuah kegiatan yang hampir setiap malam ia lakukan.

__ADS_1


Oleh karena itu Sam memutuskan untuk bolos dan melipir disebuah kafe yang tidak jauh dari universitas. Sam kemudian memesan kopi, berharap rasa kantuk dan lelahnya bisa terusir.


"Kopi Anda, selamat menikmati." ujar seorang wanita berbaju pelayan saat menghidangkan secangkir kopi untuk Sam sambil tersenyum.


Senyuman itu.. Sam menatap wanita itu cukup lama. Dari sekian banyak wanita yang ia temui, belum pernah Sam melihat senyuman yang semanis itu. Sam benar-benar terpesona, melongo hingga tidak menyadari wanita yang sudah menebar pesona itu sudah berbalik arah dan kembali ke belakang kafe.


"Dimana wanita itu?" tanya Sam sambil mengedarkan pandangannya. Tidak mungkin jika wanita tadi adalah putri di negri dongeng yang menghilang begitu saja bukan.


Sam kemudian mulai menyesap kopi itu. "Hmm.." Sam bergumam, kopi itu terasa sangat nikmat meskipun tidak senikmat minuman alkohol yang selalu ditenggaknya.


Sam kemudian mengangkat tangan ketika melihat salah satu pelayan disana, meminta pelayan itu agar mendekat ke arahnya. "Siapa yang mengantar kopi ini ke mejaku tadi?" tanya Sam sambil menatap pelayan yang sudah berdiri dihadapannya.


"Mungkin teman saya Tuan. Anda perlu bantuan?" tanya pelayan itu yang kini juga menatap Sam. Ooowwhh, tampan sekali. Batin gadis itu.


"Bisa kau panggilkan dia?" pinta Sam lagi.


"Thx u." Sam memberikan senyuman penuh pesona miliknya.


Wanita itu meloncat kegirangan saat tiba dibelakang kafe tempat para pelayan beristirahat. Wanita itu hampir gila ketika mendapati senyuman memabukan milik Sam. Tapi sejurus kemudian wanita itu menanyakan tentang pelayan yang mana yang mengantarkan kopi ke meja Sam seperti yang Sam minta.


Kenapa bukan aku saja sih yang mengantar kopi itu. Batin wanita yang sudah gila hanya karena dihadiahi senyuman oleh Sam.


Hingga akhirnya wanita itu menemukan teman pelayan wanita yang Sam maksut. "Kau beruntung sekali sih!"


"Ada apa?" Gadis itu merengut tidak mengerti.

__ADS_1


"Ada pangeran kuda putih yang mencarimu. Ayoo." wanita itu menyeret gadis yang masih kebingungan begitu saja. Membawanya kehadapan Sam saat itujuga.


"Maksut Anda teman saya yang ini Tuan?" Wanita itu tampil percaya diri, berharap Sam akan tertarik padanya.


"Ya.. yang ini.. hm boleh ku tahu namamu?" Sam to the poin sambil menatap gadis yang menurutnya sangat manis.


"Namaku Aurora, Tuan."


"Bukan kau, gadis disebelahmu." Sam mematahkan semangat dan percaya diri wanita itu. "Boleh ku tahu namamu?"


"Alice." ujar gadis yang dikagumi Sam sambil tersenyum simpul.


"Boleh aku berkenalan. Namaku Samuel.." Sam menjulurkan tangan meminta gadis itu menjabat tangannya sebagai tanda berkenalan.


"Tentu Tuan, Namaku Alice." Tidak disangka gadis itu menerima uluran tangan Sam dan lagi-lagi memberikan senyuman manisnya. Lagipula siapa yang bisa menolak seorang Sam?


"Bisakah kita mengobrol berdua saja?" Sam seolah menyindir Aurora agar pergi dan tidak mengganggu mereka berdua. Padahal Aurora sudah berjasa membawa Alice kembali kehadapannya.


"Maaf Ini masih jam kerja Tuan. Saya masih harus bekerja." Suara gadis itu bahkan sangat lembut saat terdengar ditelinga Sam. Mungkin akan lebih sexy lagi jika gadis itu mendesah dibawah kungkungan tubuhnya.


"Kalo begitu aku akan menjemputmu saat jam pulang kerja. Okay." Satu kali saja Sam tertarik maka ia harus mendapatkannya. Termasuk mendapatkan gadis manis dihadapannya itu.


"Ta-tapi.."


"Aku sudah selesai dengan kopi-nya. Ini.. tips karena kalian menemaniku mengobrol." Sam memberikan beberapa lembar uang dan menaruhnya dimeja. "Sampai jumpa nanti malam."

__ADS_1


Sam kemudian pergi dari tempat itu. Pandangannya terus saja menatap gadis mungil yang berhasil mencuri perhatiannya. 'Dia akan jadi milikku.' Ujarnya dalam hati sebelum akhirnya Sam benar-benar pergi dari kafe.


__ADS_2