
Ken menarik tubuh Monica kedalam pelukanya dan membiarkan wanitanya itu menangis. Sesekali Ken mengecup puncuk kepala Monica.
Monica menumpahkan tangisanya di dalam pelukan Ken, tanganya yang sejak tadi mengepal di atas lahunan kini sudah melingkar di pinggang Ken.
"Ada apa dengan dirimu, Monica?" Tanya Ken saat tangisan Monica perlahan mereda.
Monica hanya diam dan mencoba menghentikan tangisanya. Kemudian Ken sedikit membungkukan tubuhnya dan mengusap-usap punggung Monica.
"Awwhh.." jerit Monica.
Ken yang mendengar Monica menjerit refleks melepaskan diri dan menatap Monica heran. "Kenapa berteriak?" Tanya Ken sambil menatap lekat wajah Monica yang pucat. "Apa kamu sakit?" imbuh Ken.
Lagi-lagi Monica hanya diam dan menggelengkan kepalanya.
Lalu tanpa sengaja Ken melihat kulit di tangan Monica yang berwarna biru ke ungu-an. Lantas Ken langsung meraih tangan itu dan menatapnya lebih dekat.
"Apa ini?" tanya Ken sambil menyelidik.
Ken kemudian menyingkap bathrobe bagian bahu Monica dan lagi-lagi Ken menemukan tanda yang sama. "Kenapa tubuhmu penuh lebam?"
kemudian Ken membantu Monica untuk berdiri dan setelah itu Ken menarik tali yang melingkar di perut Monica dan menjatuhkan Bathrobe yang dipakai Monica itu ke lantai.
Sementara Monica masih membisu dan membiarkan Ken melakukanya, mata nya hanya bisa terpejam dan menahan gemuruh di dalam hatinya.
Betapa terkejutnya Ken saat melihat tubuh Monica dipenuhi lebam. "astaga!! Kenapa banyak sekali luka lebam di tubuhmu?" Tanya ken sambil menyusuri setiap inchi tubuh Monica yang telanjang bulat.
"Jawab!" teriak Ken dengan suara yang meninggi. "Siapa yang melakukan ini padamu?" imbuhnya dengan nada penuh emosi.
__ADS_1
"Aku gak bisa cerita sekarang.. Biarin aku menenangkan diriku dulu.." ucap Monica lirih.
"Tidak! katakan siapa pelakunya? aku akan memastikan orang itu akan lebih tersiksa darimu!" Teriak Ken sambil bernafas kasar.
"Cukup Ken, jangan menambah beban pikiranku. Aku hanya ingin tenang dulu sekarang." ucap Monica.
"Aku bersumpah tidak akan mengampuninya!" ujar Ken. "Pakai bajumu, kita harus ke rumah sakit!" imbuhnya.
Monica menolak tawaran Ken untuk membawanya ke rumah sakit, ia ingin beristirahat saja menenangkan segalanya.
Setelah perdebatan yang lumayan lama itu akhirnya Ken mengalah dan membiarkan Monica untuk beristirahat.
Monica langsung mengambil baju dan menggunakanya kemudian berbaring di atas ranjang bersama Ken yang menemaninya.
Ken membelai kepala dan memainkan rambut Monica hingga ia tertidur, kemudian Ken menatap lekat wajah Monica.
Sungguh melihat kondisi Monica yang seperti ini membuat hati Ken meringis. Kekasihnya terlihat sangat berantakan sekali.
lalu setelah beberapa saat menunggu akhirnya pesananya datang, Ken menaruhnya kemudian ikut merebahkan diri dan memejamkan matanya.
.
.
.
Beberapa jam berlalu..
__ADS_1
Monica terbangun dari tidurnya, badanya masih terasa nyeri dan linu namun saat mata Monica menatap Ken yang masih terpejam disampingnya Monica merasa sedikit tenang. Ada aura tenang dan damai yang terpancar dari wajah Ken.
Monica enggan beranjak meski sebenarnya ia merasa lapar, Mata nya sibuk menatap Ken yang seolah terpana ketika melihat sesuatu hal yang menakjubkan.
Namun belum puas Monica menatapnya Ken malah membuka mata dan bangun dari tidurnya. Monica merasa sedikit malu saat kedapatan sedang menatap Ken, dan Ken hanya tersenyum di sela pandanganya yang belum terbuka sempurna.
kemudian Ken mendekatkan wajahnya ke wajah Monica yang masih tersipu malu.
Cup..
Ken mengecup bibir Monica kilas. Mereka pun saling tersenyum dan berpelukan.
"Aku mencintaimu, jangan pernah meninggalkanku lagi." Bisik Ken di telinga Monica dan hal itu sukses melukiskan sebuha senyuman lagi di wajah Monica.
kruuk..kruk..kruukk
Disela adegan romantis itu bukanya menjawab ucapan cinta Ken, Monica malah membalasnya dengan suara perut keroncongan.
"Hahaha." mereka hanya saling tertawa.
Yatuhan, ternyata Ken tidak se-kaku itu. Dia bisa tertawa juga.. Gumam Monica sambil tersenyum.
Setelah bangun dan selesai makan kini Ken sedang mengoleskan salep yang dibawakan Alex di tubuh Monica.
Dengan lembut dan hati-hati Ken menyentuh tanda biru ke ungu-an itu dengan salep di balik jari telunjuknya.
"Aawwhh.. pelan-pelan Ken." Sesekali Monica meringis kesakitan.
__ADS_1
"Maaf sayang, tahan sedikit lagi selesai.." ucap Ken.
Monica sedikit terenyuh mendapat perlakuan dan perhatian Ken yang terlihat tulus.