Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Gimana


__ADS_3

Kaki Monica membawanya masuk ke dalam club malam yang membesarkan namanya itu, bukan nama terhormat ataupun istimewa. Monica hanyalah si bintangnya Red Aple. Puluhan hingga ratusan orang mengenalnya bahkan berlomba-lomba untuk sekedar minum dan berkenalan yang bahkan seringkali berujung di ranjang. one stand night..


Monica Meremat bajunya saat tiba di bar. Ia berpikir Apakah ini hal yang tepat yang ia lakukan ? Tapi kepalanya sungguh pusing memikirkan apa yang sedang terjadi, sekian lama hidupnya dipenuhi masalah dan kini ia diberikan masalah yang seberat ini. Monica Tidak tahu harus melakukan apa saat menghadapi masalah rumit yang sedang menimpanya saat ini.


"Andrew.. berikan aku brandy.." ucap Monica kepada bartender dibalik riuhnya musik yang sedang dimainkan dj.


"Hei.. Monica.. ke mana saja kau.. sang bintang semakin bersinar semakin banyak yang memperebutkan ya?" Ucap Andrew bergurau .


"Apa maksudmu Andrew? cepat berikan aku brandy atau apapun yang kau punya.. Aku ingin terbang malam ini.." sahut Monica dengan datar.


"Sabar nona.. ini dia.." ucap Andrew sambil memberikan segelas brandy pesanan Monica. "Kenapa kau ingin terbang? Bukannya kau sudah berada di langit?" goda Andrew lagi.


"Diamlah! Aku sedang tidak mood bercanda! biarkan aku menikmati ini.." ucap Monica sambil menenggak brandy yang Andrew berikan.


"Tambah lagi.." pinta Monica.

__ADS_1


Monica terus menambah minuman yang dia tenggak hingga akhirnya Monica merasakan imajinasi yang Meluap, tubuhnya merasakan dimensi yang lain.


Tanpa sadar wanita itu naik ke atas bar sambil sempoyongan dan meliuk-liukkan tubuhnya. Monica menari dengan santainya diatas meja besar yang melingkar di Club itu. Semula Monica menari biasa saja menikmati alunan musik yang dimainkan DJ, namun lama-kelamaan tarian itu berubah menjadi tarian striptis. Monica menari dengan gerakan yang merangsang. Tanpa disadari sudah banyak orang yang melihat penampilannya itu.. sudah banyak pasang mata yang menyaksikan sambil bertepuk tangan dan huuu--ria. imajinasi Monica semakin naik, apalagi dengan sorak-sorai penonton yang menyaksikan dirinya di atas bar. Monica secara berangsur-angsur menanggalkan pakaiannya dan hampir melakukan tarian telanjang .


Andrew yang berada di sana hanya menggeleng-gelengkan kepala merasa heran. Bercanda kah Monica? apa yang sedang Monica lakukan? pikirnya. meskipun Monica adalah si bintang Red Apple dan sering melakukan tarian itu, namun biasanya Monica selalu melakukannya di tempat privat, bukan di tempat terbuka yang bisa disaksikan siapapun dengan cuma-cuma . Andre yang mengetahui keadaan Monica yang mabuk berat langsung menghampirinya dan meminta Monica untuk berhenti.


"Hei, Apa yang kau lakukan? hentikan! kau mempermalukan dirimu sendiri!." ucap Andre sambil menepuk-nepuk kaki Monica dan menarik tangan Monica, meminta wanita itu agar turun.


Namun Monica tidak juga bergeming, ia terus menari sambil menutup matanya dan melakukan gerakan yang semakin erotis. Andre terus berusaha untuk menghentikan Monica namun ternyata upayanya hanha sia-sia. Andre semakin bingung dan heran, jika dibiarkan ini tidak akan baik untuk Monica. Andre lantas menemui Revan sipemilik club di ruangan khusus untuk memberitahukan situasi.


Para penonton bersorak sorai menyaksikan pertunjukan yang digelar di ruang terbuka itu. Semua orang tertuju dan tertegun dengan apa yang Monica lakukan di atas sana. Ini adalah hal pertama kali yang mereka jumpai selama mengunjungi Red Apple, yaa, penari strips diatas Bar. Bahkan banyak para lelaki yang membetulkan celananya karena celanannya tiba-tiba terasa sesak menyaksikan suguhan yang diberikan Monica. Sedangkan para wanita malah ikut-ikutan menari dan membuat suasana semakin panas.


"Monica turun, Hentikan itu .." teriak pria itu lagi.


Lagi-lagi Monica tidak mendengarkan semua itu, Ia hanya mengikuti imajinasi yang membawanya lebih tinggi dan lebih jauh lagi, bahkan di gerakan nya kini Monica hanya menggunakan bra dan celana dalam saja. Entah di lantai bagian mana pakaian Monica jatuh karena Monica melemparkannya begitu saja.

__ADS_1


Pria itu meneguk salivanya saat melihat Monica semakin menggila melakukan tarian erotis itu . matanya tidak bisa berkedip tubuh bagian bawahnya tiba-tiba saja menjadi kekar dan membuat celananya terasa sesak . Sekian menit pria itu terdiam menyaksikan pesona yang dipancarkan Monica. Monica sungguh membuatnya kehilangan kesadaran diri tanpa harus menenggak minuman beralkohol. Ia ingin sekali mencumbu seluruh bagian tubuh Monica yang ia pamerkan ke seluruh orang yang ada di Club itu.


Monica semakin gila.. kali ini dirinya akan menanggalkan 2 kain yang masih menempel dan menutupi area sensitif miliknya. Pria itu tertegun dan tidak ingin hal itu terjadi. Pria itu tidak ingin Monica sampai menari telanjang, lalu dengan berani pria itu menarik Monica turun dan membawanya pergi dari kerumunan orang yang Sedang asyik menyaksikanNya itu.


***


"Ada apa kau kemari Andre? tanya Revan saat melihat Seorang bartender masuk ke ruangannya .


"Monica, Bos.." jawab Andre tanpa menyelesaikan perkataannya.


"Kenapa dia ? jangan mengganggunya atau kau akan terluka!" hardik Revan .


" tidak, Bos.. Monica.. Mm-Monica dia mabuk.. dan sekarang dia sedang menari diatas Bar.." jelas Andre.


"Apa?! Kenapa kau tidak mencegahnya ? tanya Revan yang kaget dengan penjelasan Andre.

__ADS_1


"Saya sudah mencoba Mencegah dia, Bos.. tapi dia sangat mabuk berat, dia bahkan menari striptis dan hampir telanjang." jelas Andre lagi.


"sialan! gawat jika sampai Mister Ken Tahu! Ayo kita hentikan wanita itu.." ucap Raven sambil berlalu keluar ruangan dan menuju bar yang Andre maksud.


__ADS_2