Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Sial!


__ADS_3

Monica merasa ini adalah kesempatan emas untuk melarikan diri, tapi bagaimana caranya? pintunya terkunci dan balkon nya sangat tinggi. Bahkan Monica tidak tau ada dimana dirinya sekarang.


Monica berjalan mondar mandir dengan sehelai kain di tubuhnya. Ia terus memutar otaknya agar segera menemukan ide brilian untuk melarikan diri.


Kemudian mata Monica tertuju pada benda kotak berwarna hitam yang tersimpan di atas nakas, dengan senyum mengembang Monica menghampiri benda itu.


"Yessss, akhirnya.." Ucap Monica saat memegang benda tersebut. Monica langsung menyalakan ponsel tersebut namun sayang nya ponsel itu terkunci.


Monica pun menempelkan ponsel itu ke dadanya dengan mata terpejam karna kecewa. "Sial! kenapa dikunci!"


Entah kebetulan atau keberuntungan Monica menempelkan jempolnya di layar berulang-ulang dan akhirnya finger print nya terbuka.


Lagi-lagi senyuman itu terlukis, Monica dengan sigap menyentuh ikon panggilan. Namun senyuman itu kembali hilang saat Monica tersadar bahwa dia tidak mengingat nomor kontak siapapun.


"Ck! Gue harus nelpon siapa?" Umpat Monica di sela kebingunganya.


"Aduuuuh, ayo mikir Monica.. sebelum si kampret itu balik lagi!" Monica merasa gemetar sekarang.


Kreekk! Krekk! (suara kunci pintu yang dibuka)


Monica mengalihkan pandanganya dari ponsel menuju arah suara pintu kamar. Monica merasa panik dan badanya semakin bergetar.


"Sial dia udah balik!" umpat Monica sambil menaruh ponsel ke tempat semula dan berguling merebahkan diri ke kasur.


Terdengar suara langkah kaki perlahan masuk dan mendekati ranjang tempatnya berada, Monica memejamkan matanya sambil merem*as tanganya dibalik bantal.


"Sayang.." ucap Alfian sambil membungkuk dan mengelus kepala Monica. "Bangun.. Ayo makan.." imbuhnya sambil terus mengusap kepala Monica.

__ADS_1


Monica mengerjapkan matanya seolah baru bangun tidur dan sedikit mengedikan bahunya agar tangan Alfian lepas dari kepalanya.


Monica bangun dari tidur pura-pura nya kemudian langsung menuju bungkusan yang tadi Alfian bawa tanpa mengucapkan sepatah kata atau menunggu Alfian memerintahnya lagi.


Monica langsung membuka makanan yang Alfian beli dan langsung memakanya tanpa basa-basi karna memang dirinya merasa sangat lapar, bahkan nyaris kelaparan.


Alfian menggelengkan kepalanya sambil menyunggingkan senyum tipis kemudian duduk didepan Monica. "Laper banget yaa?" tanya Alfian sambil mengambil salah satu bungkusan dan mulai memakanya juga.


"Jadi gimana? kamu mau kan balik lagi sama aku?" imbuh Alfian sambil mengunyah dan menatap Monica.


Sementara Monica hanya menundukan kepalanya dan lanjut memakan makananya.


"Sayang.." ucap Alfian sambil menggerakan tanganya menuju pipi Monica kemudian mengusapnya lembut.


"Aku mau pulang Al! aku kangen Nino!" jawab Monica dengan lirih sambil menghentikan aktifitas makanya.


"Ia dia kekasihku!" jawab Monica dengan tegas namun sebenarnya hatinya merasa teriris. Alfian bahkan seolah amnesia bahwa dulu ia meninggalkan Monica saat sedang mengandung buah cinta mereka.


"kamu cuma milik aku, Monica! gak ada Ken atau Nino, hanya aku pria yang memiliki kamu" jawab Alfian sambil menyibakan tangan yang berada di dagu Monica dengan kasar sampai Monica pun meringis kesakitan.


"Please.. aku mau pulang.. aku kangen Nino.." Rengek Monica dengan sangat lirih.


Plak!! satu tamparan mendarat di pipi Monica.


"Jangan menguji kesabaranku! aku bilang kamu cuma milik aku!" Tegas Alfian dengan mata yang penuh emosi.


Monica mengusap pipinya yang terasa perih, bulir air mata juga mengalir tanpa permisi. Ia tak menyangka Alfian akan memperlakukanya sangat kasar setelah dia melecehkanya dua hari ini.

__ADS_1


Dengan tangan mengepal Monica bangun dan kemudian berdiri. Ia menatap tajam ke arah Alfian yang juga sedang menatapnya dengan tatapan sama.


"Nino..." belum sempat melanjutkan kata-katanya Monica kembali bungkam karna Alfian menyela.


"Jangan sebut nama itu lagi atau kamu gak bakal dapet ampun sedikitpun!"


"Dia anak ku! Dia kekasihku! aku kangen dia! aku mau pulang.. hiks hiks hiks.." Monica menjatuhkan dirinya kelantai sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan dan menangis sejadi-jadinya.


DEG


Bagai mendapat hujaman belati di dadanya, seketika kaki Alfian terkulai lemas dan ikut mengambrukan dirinya ke lantai.


"Nino? apa dia anak kita?" ucap Alfian dengan lirih sambil menatap Monica yang sedang terisak. "Maafin aku, sayang.. maafin aku.." Ucap Alfian sambil menghambur memeluk Monica.


"Sayang, aku pengen ketemu dia. Aku pengen kita bersatu lagi.. Maafin aku, aku janji..."


"Cukup! buang jauh-jauh mimpi kamu itu!" Ucap Monica dengan tegas di sela tangisanya.


.


.


.


.


Hai Hai, Minta komen nya dong buat yang udah baca biar authornya seneng trs semangat buat lanjutin ceritanya.. Yak yak yakk.. maksa nih haha.. maaciw❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2