
"Bodoh!!" Plak!! Alfian menampar wanita yang sejak tadi bergetar dan berkeringat dingin, setelah menceritakan apa yang dia lakukan di Mall tadi. Chyntia semakin bergetar, pipi dan hatinya terasa sangat perih.
"Dasar wanita sialan!! Sikeparat Ken pasti tidak akan membiarkan kita bernafas sekarang!!" Plak!! Alfian menampar wanita itu lagi. Menarik kerah baju, kemudian menatap wanita dengan mata berair itu. "Hukuman apalagi yang kau inginkan selain pengasingan ini!" Alfian menikam Chyntia dengan tatapan mematikan, menampar wanita itu untuk kesekian lagi. Membuang Chyntia hingga tubuh wanita itu jatuh kelantai.
Hikss.. Chyntia menangis.
"Aku membenci wanita j a l a n g itu! Dia yang membuat hidup kita seperti ini. Beban moral, mental yang selalu dihantam, lalu kita diasingkan seperti ini!" Chyntia berujar lirih sambil pelan-pelan menyentuh ujung bibirnya yang juga perih.
"Sadar heeeey, kau yang wanita j a l a n g! kau bahkan dinikmati bergilir dihadapanku!" Alfian menatap istrinya.
"Jangan mengungkit itu lagi, sialan!!" Dua netra itu saling menikam dengan tatapan tajam. "Kau penyebab semua ini, kenapa kau menculik j a l a n g dan anak haramnya itu! kalau kau tidak melakukannya, hidup kita akan baik-baik saja!"
"Tutup mulutmu!!" Alfian meraih mulut congkak itu, lalu menerkam batang leher Chyntia. "Jangan asal bicara!! wanita yang kau sebut j a l a n g adalah wanita yang kucintai, anak yang kau bilang anak haram adalah darah dagingku!! Semua berawal darimu sialan!! Kau yang merencanakan pembunuhan Ben!!"
Uhukk.. Chyntia terbatuk seiring tekanan yang ia dapatkan dilehernya. Chyntia meronta agar suaminya itu melepas cengkramannya. "Wanita j a l a n g itu bahkan merebut semua yang harusnya menjadi milikku!! Dia mendapatkan Ken, pria yang sangat kucintai!!"
__ADS_1
Air mata Chyntia terus saja berderai. Mengingat niat awalnya hadir dalam kehidupan Ken adalah untuk menghancurkan lelaki itu, karena diperintah Nyonya Lucatu. Tapi nyatanya Chyntia malah jatuh cinta kepada lelaki itu, dan ia merubah niat jahatnya saat itujuga.
Namun seiring segala cara yang ia lakukan untuk mendekati lelaki itu, Ken malah menolak dan sama sekali tidak memberi ruang, hingga akhirnya Chyntia bertemu Alfian, memasukan lelaki itu kedalam perusahaan Ken. Agar jalannya masuk kedalam hidup Ken jauh lebih mudah.
Alih-alih mendapatkan Ken dengan memperalat Alfian, Chyntia malah semakin jauh dari impiannya untuk bersanding dengan Ken. Ia malah terjerembab dalam permainannya sendiri. Chyntia akhirnya menyerah tentang Ken, dan ia memutuskan untuk melupakan Ken dengan mau dinikahi lelaki kasar yang ada dihadapannya ini.
Begitupun Alfian, niat awal hanya ingin mensukseskan diri dengan mencari pundi-pundi rupiah, menunjukan bahwa ia mampu mebahagiakan seorang Monica. Berjuang untuk membuktikan kepada Ben dan semua orang yang meragukan dirinya. Tapi semakin lama ia malah melupakan niat awalnya, dan semakin lama Alfian malah bergelut dengan hidup yang lebih rumit lagi.
Dan nyatanya, pernikahan mereka hanya sebatas simbiosis mutualisme, saling menguntungkan satu sama lain. Saling memperalat satu sama lain. Dan pahitnya adalah, mereka tidak mendapatkan apapun yang sudah mereka rencanakan. Mereka sama-sama terjerembab dalam permainanya sendiri.
Kini.. keduanya hanya tinggal menunggu hukuman berikutnya yang akan Ken putuskan untuk mereka.
***
Monica dilarikan kerumah sakit, dengan selang oksigen, wanita itu tampak terkulai lemah diatas brankar rumah sakit.
__ADS_1
Beruntung wanita itu ditemukan saat seorang asing sedang memapah tubuh pingsannya keluar gedung pusat perbelanjaan. Jika tidak, akan banyak kehidupan yang hancur oleh kemarahan seorang Ken.
"Monica.." ucap Johan saat melihat wanita itu sedang dibawa oleh orang asing. Johan menatap lekat, memastikan wanita itu memang benar Monica sebelum akhirnya berlari menyelamatkan. "Hey, apa yang kau lakukan!" ujar Johan, menahan lengan orang asing tersebut.
Orang itu tampak kaget, menatap Johan dari atas sampai bawah. Orang itu lalu melepaskan Monica begitu saja, membuat wanita pingsan itu hampir terjatuh. Johan mencoba mengejar orang berkacamata dengan wajah tertutup yang lari tunggang langgang itu, tapi tubuh pingsan Monica kini ada dalam dekapannya.
Johan langsung menghubungi Emily, lalu membawa Monica kerumah sakit bersama-sama.
"Bagimana ini? Ken pasti sangat marah." Emily bergetar saat menatap kakak iparnya terpejam dalam lahunan menuju rumah sakit.
"Tenanglah.. yang penting kita bawa dia kerumah sakit dulu." ujar Johan yang sedang memutar kemudi.
"Bodoh!! kenapa aku membiarkan kakak ipar pergi ke toilet sendiri sih!!" Emily masih menggerutu, merutuk kebodohannya sendiri.
***
__ADS_1
Hai, hai.. Udah bilang hari ini libur tapi up juga, gimana sih akutuh😂 Enjoy ajalah ya..😅