
Ken sedang berada disuatu kota karna urusan pekerjaan. Namun akhir-akhir ini kinerja nya menurun lantaran pikiranya sedang tidak fokus. Ken lebih sering melamun sekarang, dan Monica lah alasan dari semua kekacauan Ken.
Kau menyiksaku, Monica.. Kamu dimana? Entah rasa apa yang bersarang dalam diriku saat ini.. Aku tersiksa, aku menginginkan mu! Gumam Ken sambil terpejam di atas kursi kerjanya.
Ken mencari keberadaan Monica mati-matian. Ini bukan tentang Ken yang menginginkan service memuaskan dari Monica, entah apa yang Ken rasakan. Ia khawatir, cemas dan gusar.
Jiwa nya tidak tenang seolah ada sesuatu yang hilang, dan ya.. Tanpa ke-munafikan Ken mengakui bahwa dirinya mencintai Monica.
Rasa itu hadir begitu saja, mengalir seperti air. Padahal hampir 20 tahun pria itu membentangkan tembok besar membenci kaum wanita, itu semua karna kelakuan licik ibu dan adiknya yang sudah sangat keterlaluan.
Ini adalah pengalaman pertama bagi Ken merasakan kehilangan untuk seorang wanita, Ken sangat tersiksa oleh rasa rindunya.
"Mister, semua form list pekerjaan sudah selesai.. kita stay disini atau langsung kembali?" tanya Alex.
"Kembali, kita harus lanjutkan pencarian Monica!" jawab Ken.
"Baik, Mister. Saya permisi untuk menyiapkan segala sesuatunya." ucap Alex lalu sedikit membungkukan kepalanya dan undur diri.
Kamu bener-bener hebat Monica! kamu berhasil bikin Bos ku gila! padahal aku bisa aja menyuguhkan puluhan wanita kepada-nya sekarang juga, kenapa harus kamu! Gumam Alex sambil menggelengkan kepalanya.
.
.
__ADS_1
.
***
Monica kaget karna setelah kepala Alfian membentur ujung ranjang tubuhnya langsung tidak bergerak sama sekali. Monica pun membungkuk dan menggoyangkan tubuh Alfian.
"Al.." ucap Monica.
Grek!! Alfian langsung mencengkram lengan Monica. "Mau kemana hah?" ucap Alfian dan langsung mengambrukan tubuhnya di atas tubuh Monica.
Alfian me-nindih tubuh Monica di atas lantai dan langsung bergerilya jaya. Tanganya memegang kedua tangan Monica ke atas sementara tangan yang satunya menyingkap celana dalam Monica dan langsung menuntun batanganya untuk masuk.
"Aaahhh.." Racau Alfian sambil memompa.
Tapi tangan Alfian semakin erat menggenggam kedua tangan Monica yang berada di atas kepalanya bahkan hingga kunci yang Monica kepalkan sejak tadi jadi terjatuh.
"Lepasin, baj*ngan !"
Brakk!!
Monica menendang perut Alfian dengan lututnya dengan cukup keras hingga Alfian meringis dan melepaskan cengkramanya. Alfian langsung meletakan tanganya di perut.
Plakk!!
__ADS_1
Alfian menampar Monica. "Kurang ajar! berani-berani nya!" ucap Alfian.
Monica yang mendapat tamparan kemudian menendang Alfian lagi hingga Alfian ter-jungkal jatuh kebelakang.
Monica langsung merangkak dan mengambil kunci, tapi lagi-lagi Alfian mengejarnya. Tangan Alfian meraih sebelah kaki Monica.
Dugg!!
Lagi-lagi Monica menendang Alfian dan kali ini tendanganya mendarat di wajah Alfian.
"Ouuucchhh.." Alfian langsung meringis.
Dengan segenap tenaga yang tersisa Monica langsung berlari menuju pintu dan dengan terburu-buru tangan Monica jadi gemetar.
Monica memasukan kunci itu kemudian dengan cepat membukanya. Alfian yang melihat itu langsung berlari menghampiri Monica.
Beruntungnya Alfian sedang mabuk jadi langkah Alfian sedikit goyah. Monica yang sudah berhasil membuka kunci pintu langsung membukanya. Monica mengambil kunci kemudian keluar dan mengunci pintu itu dari luar.
Dor.. Dor..Dor.. Alfian menggedor pintu. "Jangan coba-coba kabur Monica." Teriak Alfian dengan suara parau khas orang mabuk.
Dengan jantung yang berdegub dan tangan yang tidak berhenti bergetar Monica mengunci pintu sambil berderai air mata.
Ada rasa lega sekarang, Monica langsung mengusap air mata kemudian berlari mencari pintu keluar. Ternyata selama seminggu ini Monica berada di sebuah hotel bintang lima
__ADS_1