Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Lima


__ADS_3

Hari ini Ken sudah berangkat bersama asisten setianya, Alex. Monica sangat bersyukur lelaki itu pergi karena pertempuran pagi yang dia mulai ternyata membuat suaminya ketagihan. Astaga!!


Setiap pagi lelaki itu selalu meminta jatah dengan dalih 'Buat aku bersemangat dengan pertempuran hebat!' . Cih dasar pak tua mesum!! Rasanya Monica jadi menyesal karena memberikan kejutan dipagi hari itu.


Mentari mulai menampakan diri, menghangatkan setiap kulit yang diterpa cahaya itu. Pagi ini terasa cerah secerah senyuman putra putri Monica yang kini tengah sarapan.


"Morning kiddos.." sapa Monica saat menuruni anak tangga, matanya tertuju pada Nino, Fam dan Sam yang tengah disuapi oleh para suster.


"Morning Mam.." mereka serempak menyahut.


"Pagi ini lumayan cerah, kita berenang yuk?" ajak Monica pada bocah yang sibuk mengunyah itu.


"Let's go, Mamii.." Nino terlihat lebih bersemangat ketimbang adik-adiknya yang memang belum bisa berbicara.


"Eitss, habiskan dulu makananmu!" ujar Monica sambil menegakkan jari telunjuk kepada Nino yang sudah akan berlari karena kegirangan.


Selesai bersarapan ibu dan anak itu kemudian bersiap-siap untuk berenang di kolam renang yang terhampar luas di belakang rumah. Hanya monica dan Alvino yang akan berenang sementara Fam dan Sam hanya memperhatikan dari pinggir saja sambil bermain dengan para suster.


Detik selanjutnya setelah pemanasan, Monica dan Alvino segera masuk ke dalam air yang ditampung itu, menceburkan diri dan mulai bergerak di dalam air.


"Wohooo!!" Alvino sangat bergembira saat memulai olahraga air itu. Mirip ibunya sewaktu kecil yang sangat menyukai olahraga ini.


"Coba perlihatkan kemampuan mu sayang. Ibu bilang kalau kamu sudah sangat pandai berenang di kelas renang.." ujar Monica sambil tersenyum.


"Okey.." jawab bocah empat tahun itu.


Kemudian Alvino mulai bolak-balik dari sudut ke sudut memperlihatkan kemampuannya, berenang dengan sangat lihai. Membuat Monica terkagum dan menyadari bahwa bocah kecil itu sudah semakin besar dan banyak kemampuan. "Anak mami hebat sekali.." puji Monica.


Lalu mereka lanjut melakukan aktivitas itu, bermain air sambil sesekali membuat challenge untuk mereka berdua. Mulai dari balapan, menirukan beberapa gaya renang, hingga berlomba siapa yang paling kuat menahan nafas didalam air. Quality time ibu dan anak itu terlihat sangat seru.

__ADS_1


"Hei kakak ipar.." suara seseorang memanggil Monica. Dan siapa lagi yang memanggilnya kakak ipar selain Emily, adik satu-satunya Ken.


"Hai Em.." Monica balas menyapa sambil melambaikan tangan. "Ayo bergabung.. Dimana Rose?"


"Rose sedang bersiap memakai baju renang, Baru saja tiba anak itu langsung antusias saat mendengar Nino sedang berenang." ujar Emily sambil tersenyum.


Monica kemudian naik dari dalam air, berjalan menuju handuk kemudian melilitkannya dipinggang. "Owh begitu ya.. ayo.. kamu juga ikutlah bergabung.."


"Nanti saja kak.." ucap Emily. "Tubuhmu terlihat masih sangat indah ya, meskipun sudah melahirkan tiga orang.." puji Emily sambil memperhatikan setiap lekuk tubuh Monica yang memang masih terlihat seperti gadis.


"Haha bisa saja.." Monica tertawa kecil menanggapi pujian adik iparnya. "Tumben kau datang pagi-pagi sekali, apa ada sesuatu?"


"Tidak ada apa-apa kak, aku hanya berkunjung. Kebetulan Jo sedang ada perjalanan ke luar kota, jadi aku akan menginap beberapa hari di sini." ujar Emily menjelaskan.


"Mamii ayo kita balapan lagi!!!" teriak Alvino yang masih berada di dalam air.


"Sebentar ya.. kita tunggu Rose dulu.." Monica berteriak juga. "Nah itu dia.." tambahnya ketika melihat gadis kecil yang sudah siap dengan bikini renangnya.


"Tidak kak, sepertinya aku lebih tertarik kepada Sam dan Fam disana." tunjuk Emily pada baby twins yang sedang bermain dengan suster.


"Yasudah kalau begitu.. Kalau kau ingin ada teman mengobrol ajak saja Ibu, dia ada didalam." ucap Monica sebelum dirinya kembali ke dalam air.


Lalu mereka lanjut bermain di dalam air, semakin seru karena kini ada Rose yang ikut menjadi anggota, membuat Alvino lebih antusias lagi. Hingga akhirnya mentari yang hangat itu kini sudah berubah menjadi panas, menandakan bahwa hari sudah mulai siang.


"Sudah cukup anak-anak, Ayo kita naik!!" Monica memanggil dua bocah yang sedang asyik itu.


"Nanti ya mam, Nino masih pengen main.." ujar bocah yang baru selesai balapan dengan Rose.


"Iya aunty, kami baru saja main sebentar!!" Rose ikut-ikutan bersuara.

__ADS_1


"Ini sudah siang dan cuacanya cukup panas, kulit kalian bisa terbakar.." ucap Monica yang sudah menepi dan siap untuk naik dari dalam air.


"Mami jangan dulu pergi, Nino mau satu kali lagi balapan sama Mami.."


"Okey, tapi setelah itu kita naik yaaa.. Kita lanjut bermain didalam bersama Fam dan Sam."


Oke, mereka berdua setuju.


Satu.. Dua.. Tiga..


Anak dan ibu itu mulai membelah air dengan kecepatan masing-masing, berlomba siapa cepat yang menuju pembatas di depan sana. Orang dewasa vs anak kecil, sungguh perlombaan yang sangat tidak adil.


"Yeay Mamii menang!!" Monica menang karena sudah sampai duluan.


"Ternyata Mami juga jago renang ya, aku harus lebih rajin ikut kelas. Nanti Mami akan aku kalahkan.." bocah itu tidak terima karena kalah.


"Kamu sudah sangat hebat Alvino, Mamii proud of you.." Monica menangkup wajah Alvino. "Ayo kita naik.."


"Eh tunggu Mam, ada sesuatu yang belum Nino ceritakan.. tapi ini adalah rahasia.." bocah itu berbisik di akhir kata.


"Rahasia?" Monica menunjukkan ekspresi seolah-olah terkejut. "Rahasia apa itu?" semakin berakting bahwa dirinya sangat tertarik. Karena mana mungkin anak sekecil itu punya sebuah rahasia.


"Aku diberi sebuah kotak oleh papi.." ujar Nino masih sambil berbisik.


"Papi?" Monica langsung mengerutkan kedua alisnya.


"Iya.. Papi dan tante cantik itu pernah datang ke sekolahku.. Memberikan sebuah kotak dan juga Lollipop.." bocah itu bercerita tapi masih berbisik karena menurutnya ini rahasia.


"Kotak apa maksudmu?" Monica semakin bertanya-tanya dan semakin penasaran dengan rahasia yang Alvino maksud. Ia kira bocah itu hanya bercanda.

__ADS_1


"Kotak itu aku simpan di kamar, Aku belum berani membukanya!! karena Papi bilang tidak boleh ada yang tahu apalagi Daddy.."


Astaga Alfian!! Apalagi yang kau mau 😠😠😠


__ADS_2