Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Hukum


__ADS_3

Monica ikut-ikutan menelan ludah saat Ken, mulai mendekati Alfian. Menarik penutup kepala Alfian sesukanya sambil menatap dengan tatapan bahwa Alfian lebih dari kotoran yang sangat menjijikan.


Alfian memberontak, mengeluarkan seluruh tenaganya. Tapi apalah daya, tangan dan kakinya sedang diikat.


"Hallo, pecundang." Sapa Ken, dengan senyum smirk.


Ken memainkan rambut Alfian, mengusaknya dengan acak. Hingga akhirnya rambut itu benar-benar ia jambak sampai kepala Alfian mendongkak ke arahnya.


"Sudah siap menerima awal hukuman kecilmu? hah." Ken menarik rambut itu semakin kencang, lalu menjatuhkannya begitu saja. "Sekarang!" tambahnya sambil meninggalkan Alfian, lalu diikuti dengan para pengawal yang berkerumun mendekati Alfian.


Max__pengawal Ken, membawa sebuah kotak dan kemudian membukannya. Terlihat sebuah suntikan tergeletak disana.


"Mau apa kalian?" teriak Alfian saat melihat jarum suntik yang teman satu profesinya bawa. "Max, tolong aku.. kita adalah teman, bukan?" tambah Alfian yang mulai gelisah.


"Kau yang bermain api, dan aku tidak ingin ikut terbakar. Tanggung jawabkan kesalahanmu, kawan!" ucap Max dengan airmuka yang datar.


Mana mungkin dia harus membantu dan ikut-ikutan jadi penghianat? yang ada, ia akan bernasib sama dengannya.


Detik selanjutnya, Alex mengambil suntikan itu. Menekannya sedikit hingga cairan itu sedikit memercik diujung jarum. Memastikan jika suntikan itu berfungsi.


Alex menganggukan kepalanya sambil menatap kedua pengawal lain, dan dua orang pengawal langsung sigap menanggapi kode itu.


Mereka mendekati Alfian, mencengkram dua belah pundak Alfian agar diam tidak berontak.


Namun mana mungkin bisa diam jika kita tahu bahwa kita sedang ada dalam bahaya. Alfian semakin meronta seiring langkah Alex yang semakin mendekat.


"Alex, hentikan! ku mohon!" Alfian meratap, memohon pertolongan kepada rekan-rekan yang dulu mengabdi pada satu Boss yang sama.


"Max, Alex, Diaz, Julian, Domi, hentikan... ku mohon.. jangan lakukan itu! Ku mohon lepaskan aku!" teriak Alfian sambil menyebut nama-nama pengawal yang ada disana, berharap ada yang iba terhadapnya. "Akan ku berikan semua hartaku jika kalian mau melepaskanku!"

__ADS_1


Alfian masih berteriak, namun itu semua tidak bisa menghentikan apapun. Alex semakin mendekat dan mulai bersiap menyuntikan cairan yang ada didalam suntikan tadi.


"Ku mohon... aku belum mau mati!" teriaknya lagi.


"Hey! memangnya kami pembunuh! diam atau kau akan benar-benar mati!" teriak salah satu pengawal dengan tegas, membungkam domba yang tidak berdaya itu.


Jlebb!! Suntikan pertama mendarat di paha Alfian. Membuatnya meraung semakin kencang.


Aaaaaaa... ia berteriak sangat kencang.


Jlebb!! Suntikan kedua mendarat dilengan.


"Sialan! kalian akan mendapat balasan atas semua ini! terutama si b a d j i n g a n Ken! Keparat! kalian semua akan mati!"


"Berisik!!" Teriak Alex. "Beritahu, Mister." tambahnya pada Max.


Monica bergidik ngilu menyaksikan putaran rekaman ditvnya, merinding namun penasaran juga. "Ken, jika kamu membunuhnya berarti kau berbohong!" gumam Monica.


Max terlihat kembali setelah melaporkan keadaan Alfian kepada Ken. Dan kemudian Alex membuka ikatan Alfian yang mengait pada kursi yang didudukinya, lalu setelah itu mereka membawa Alfian. Menyeretnya dengan tangan dan kaki yang masih terikat. Kejam!!


Mereka membawa Alfian keruangan sebelah dimana wanita tadi berada. Monica meyakini bahwa wanita itu adalah Chyntia____istri baru Alfian. Mereka kemudian mendorong tubuh Alfian hingga tersungkur.


"Sial!" rutuknya. Alfian bersusah payah untuk bangun.


Ken muncul diruangan itu. Dengan gaya khas nya yang diam-diam menghanyutkan. Siapapun tidak akan menyangka bahwa pria tampan dan gagah itu bisa berbuat hal yang demikian.


"Kalian tahu apa kesalahan kalian?" ucapnya sambil menatap malas.


Cuih..!! Alfian meludah.

__ADS_1


"Jangan buang waktu, Ken. Bunuh aku sekarang juga." tantang Alfian.


Dan Ken, bukannya marah tapi ia malah tertawa renyah.


Hahaha..


"Aku tidak akan mengotori tanganku dengan darah pecundang hina seperti dirimu!" balas Ken. "Apa kau berharap aku membunuhmu? hahaha.. tidak semudah itu! Ada harga yang harus kau bayar mahal, keparat!!"


Heh.. Alfian menyunggingkan senyum sombongnya.


"Apa kau marah karna aku menyentuh wanitaku? apa kau bangga memiliki dan membela wanita bekas pakaiku?" ucap Alfian.


"Stop Al! jangan kurang ajar! mohon maaflah, akui kesalahanmu." sahut Chyntia.


Ken mulai terpancing dengan kata-kata Alfian. Ia sungguh ingin segera meremukkan batang lehernya!


"Maafkan kami, Mister. Ampuni kami..." ucap Chyntia berulang.


"Jangan berharap dan meminta apapun padanya, sayang. Bersikap cantik dan mari kita lihat apa yang bisa dia lakukan."


"Tutup mulutmu atau kau akan menyesal!" bentak Alex. ia tidak mengerti manusia macam apa Alfian ini. Seperti tidak tahu saja bagaimana Boss mereka.


"Ayo.. Ken.. lakukan apa yang kau bisa.." tantang Alfian lagi.


Hingga... Alfian merasakan ada sesuatu yang salah dalam tubuhnya. Ia merasakan sesuatu yang bergejolak, membuncah semakin kuat. Sampai akhirnya ia menyadari bahwa suntikan tadi berisi cairan hormon yang akan membuatnya terangsang.


"B A N G S U T T!!" rutuknya.


****

__ADS_1


Nih up lagi nih, sehari ini dua eps lho. Bodoamat gantung pokonya gak mau up dulu sebelum komenan banyak. hahaha... syedih yang komentar gak pernah lebih dari gocap juga huhuhu...


__ADS_2