
"Tunggu, kak! aku belum selesai bicara." Emily memanggil Monica yang terkesan sering menghindari dirinya setelah acara pernikahan itu. "Kak.." panggilnya lagi.
"Apa?" Monica menoleh malas.
"Kenapa kau marah padaku? apa ada yang salah?" tanya Emily lagi.
"Tidak, memangnya apa yang salah." Monica masih menjawab acuh.
"Kau mengenal Johan dan kau jadi berubah sikap padaku, kenapa?" tanya Emily.
Ah sudahlah.. Monica malas membahas ini. Terlalu banyak benang rumit rasanya.
"Kak, ayolaaaah.." Emily masih bertanya, memohon penjelasan dari kakak iparnya itu.
"Sejak kapan kau memacari orang itu?" akhirnya Monica bertanya.
"Dia sudah menjadi kekasihku bertahun-tahun yang lalu, tapi aku meninggalkannya, sejak aku tahu aku mengandung Rose." ujar Emily sambil duduk lemas disofa. Sedih rasanya jika mengingat itu. "Ibu sering menjual tubuhku, aku takut.. Aku tidak ingin membuat dia kecewa jika anak ini...." hufftt!! Emily menghembuskan nafas jengah, menggantung kata-katanya.
Sudah lama? dia tidak sengaja mengirim Johan kan untuk memata-matai aku dan Ken? tapi Johan tidak pernah tahu apapun tentang Ken. Lalu seperti apa maksutnya ini.. Monica masih bertanya-tanya.
"Sayaaang.." Ken memanggil. "Sedang apa kau disini?" ucapnya sambil mendekati Monica.
"Hai.. Mmh Emily sedang menyapaku.." ujar Monica.
__ADS_1
"Jangan terlalu menyita waktunya, Em.. Sepertinya kau memang harus segera menikah yaa, supaya kau tidak kesepian dan mengganggu Monica-ku terus." ujar Ken.
Tidak!! mana mungkin Johan akan menjadi adik iparku!! Gumam Monica.
"Emily masih muda, sayang.. Dia masih ingin menikmati kebebasan ini, iya kan Em?" tanya Monica, entah kenapa pokoknya ia tidak setuju jika Emily menikah dengan Johan. Meskipun tidak ada hubungan apa-apa, tapi lelaki itu pernah jadi benang rumit dalam hidupnya. Ia tidak mau. Tidaaaaaakk.
"Iya.. betul apa kata kakak ipar, aku adalah burung yang baru saja lepas dari sangkar, jadi biarkan aku terbang bebas dulu." ujar Emily sambil menyimpulkan senyumnya.
Sepertinya kakak ipar tidak menyukai hubunganku dengan Johan.. Dia terlihat tidak nyaman saat membahas lelaki itu, sepertinya aku tidak boleh melanjutkan ini.. Aku berhutang banyak budi kepada kakak ipar. Gumam Emily.
"Tapi cepat atau lambat, kau akan menikah juga Emily.. Mempunyai keluarga kecil sepertiku, lihat ini.." Ken memeluk Monica dan mengecup puncuk kepala Monica dihadapan Emily. "Ini menyenangkan bukan? selalu disamping orang yang kita cintai itu indah." ujar Ken lagi.
"Iya..iya.. kalian memang akan selalu menempel dan membuat dunia iri." ujar Emily.
Detik selanjutnya Monica dan Ken sudah berada dikamar utama, menjadi pengantin baru yang tidak pernah bosan menghabiskan waktu bersama-sama.
"Sayang.. kenapa kau tidak menyetujui Emily segera menikah? bukannya kau yang pertama menyarankan dia untuk segera menikah juga?" Ken merebahkan kepalanya dipangkuan kaki Monica.
"Kita tidak bisa memaksa sayang, biarkan Emily menemui cinta sejatinya dulu.. Agar dia bisa selalu bahagia seperti kita.." ujar Monica sambil memainkan rambut Ken.
"Pria yang menangkap bunga pengantin itu, bukannya dia kekasih Emily?" tanya Ken sambil kembali mengingat malam itu.
"Iya.. dia sendiri yang mengatakannya dihadapan kita kan?" ucap Monica.
__ADS_1
"Apa kau mengenal lelaki itu? waktu itu kau menyebut namanya." ucap Ken sambil menatap Monica yang sedang memainkan rambutnya.
"Aku mengenalnya, kami pernah berteman dulu." ucap Monica.
Huft!! Kenapa harus Johan sih yang jadi kekasih Emily? aku takut Ken tahu aku pernah memiliki benang rumit dengan lelaki itu. Aku bahkan pernah mengira Johan adalah ayah dari anakku. Aku tidak mau ada benang rumit yang baru. Monica bergumam lagi.
"Kalau begitu kau tahu kan lelaki seperti apa kekasih Emily itu?" tanya Ken lagi.
Gulp!! Monica menelan ludah. Kenapa harus bertanya lebih jauh sih!!
"Ah..Sudahlah.. jangan membicarakan lekaki lain dihadapanku.." Ken memejamkan matanya.
Siapa juga yang ingin membahasnya!
"Kenapa tidak menjodohkannya saja, dengan Alex mungkin.. atau... Max." ucap Monica.
Ken tidak menjawab. Ia masih memejamkan mata.
"Kita bahas ini nanti.. Sekarang, aku lapar." ujar Ken sambil membuka matanya.
"Bukannya kita sudah makan malam sayang?" tanya Monica.
"Aku lapar ingin memakanmu.."
__ADS_1
Aaaaaa.. Ken langsung menghambur menyerang Monica.