
Alfian mendatangi Ken di kantor, tentu saja sebagai Kevin si bawahan yang selalu menurut pada apapun yang ditugaskan untuknya oleh Ken.
"Mister.." ucap Alfian sambil menundukan kepalanya saat sudah tiba dihadapan Ken.
"Kemana saja kau hah?" tanya Ken saat mendapati Kevin alias Alfian di hadapanya.
"Mm kemarin saya cuti karna sedang kurang fit, Mister. Maafkan saya!" jawab Alfian yang masih menunduk.
"Tidak ada cuti, kamu harus bekerja! Bantu tim untuk mencari Monica! aku mengandalkanmu, Kevin!" tegas Ken.
Hah, Monica.. dia hanya milikku Ken, kau tak akan pernah bisa bertemu atau menyentuh Monica lagi. Gumam Alfian dalam hati sambil tersenyum sinis.
"Baik, Mister." jawab Alfian.
"Jangan mengecewakanku, aku menunggu hasil kerjamu Kevin.. Sekarang.. pergilah.." ucap Ken.
Alfian pamit undur diri kemudian di luar ruangan Alfian bertemu Alex dan Max yang sedang berjalan ke arahnya.
"Hei, kemana aja lo!" Sapa Alex sambil meninju lengan Alfian.
"Liburan dong!" jawab Alfian.
__ADS_1
"Bantu periksa CCTV Red Apple sebelum kita serahin ke mister Ken. Gue mau urus Revan dulu di rumah sakit." Ucap Alex sambil memberikan sebuah flashdisc salinan data.
"Maksudnya gimana nih?" tanya Alfian bingung.
"Lo gak tau tugas kita apa? kita lagi cari cewek dan cewek itu terakhir keliatan ada di Red Apple. Mister pengen liat CCTV siapa tau ada petunjuk." jawab Alex.
Sial, jangan sampe muka gue ketangkep CCTV ini.. Umpat Alfian dalam hati.
"Oh.." ujar Alfian mencoba santai, padahal sebetulnya dia merasa gemetar karna takut ketahuan bahwa dia lah pelaku yang menyembunyikan Monica. "Terur Revan siapa?"
"Pemilik Red Apple. Udahlah Vin jangan banyak tanya, kita gaboleh buang waktu sebelum mister Ken makin ngamuk! gue otw dulu!" Ucap Alex sambil berlalu meninggalkan Alfian.
Dengan percaya diri Alfian kembali ke ruangan Ken dan membawa salinan data itu, Alfian memberitahukan Ken kemudian langsung memutarnya di layar.
Terlihat memang Monica datang dan kemudian tidak lama setelah itu ada seorang pria membopong tubuhnya lewat pintu belakang. Pria itu membawa Monica pergi menggunakan taksi.
"Sial! wajah nya gak keliatan!" umpat Ken.
Alfian hanya tersenyum tipis mendengar itu.
"Perbesar gambarnya, lihat plat nomor taksi itu!" perintah Ken.
__ADS_1
Namun lagi-lagi keberuntungan berpihak kepada Alfian, tangkapan gambarnya gelap dan sedikit buram.
"Aku tidak mau tahu, cari dan temukan Monica!" ucap Ken dengan tatapan tajam.
Alfian yang mendapat sorot mata tajam merasa takut lalu kemudian memilih pergi dari hadapan Ken. "Saya permisi mister, saya akan mencoba mencarinya sampai dapat." ucap Alfian sambil sedikit menundukan kepala kemudan undur diri.
Sampai kapanpun lo gak bakal nemuin Monica, Ken! Dia milik gue! Gumam Alfian kemudian pergi ke tempat dimana Monica berada.
.
.
.
Alfian sudah sampai, ia melihat Monica sedang meringkuk di atas ranjang. Alfian langsung menghampirinya dan memeluk Monica dari belakang.
Alfian Mengecup tengkuk leher Monica. Tangannya mulai bergerilya ditubuh Monica, Alfian menyusup semakin dalam memainkan tanganya dibalik pakaian yang masih Monika kenakan.
Sementara Monica hanya terpejam dan mengerutkan wajahnya, Ia merasa jijik namun melawan juga percuma. Monica membiarkan Alfian menggerayangi tubuhnya dan melucuti pakaianya.
Alfian mulai mengecupi tubuh Monica yang sejak tadi tidak melawan sedikitpun. Alfian mulai memasuki Monica dan memulai penyatuan itu dengan penuh gairah. Monica tetap memejamkan matanya, dan lagi lagi bulir air matanya menetes tanpa permisi.
__ADS_1