
"Aku harus pergi." ucap Alfian sambil mengenakan baju yang sudah ia hambur diatas lantai. "Kita belum selesai dan kau akan menungguku kembali." tambahnya sambil sibuk mengaitkan kancing ke lubang-lubang yang berderet dikemeja.
"Hm aku juga harus pergi, kamu bisa hubungi aku lagi dan nanti aku akan datang." jawab Monica. Bagaimana mungkin dia harus menunggu dan membayangkan apa yang akan Alfian lakukan nanti, iiiwwh. Apalagi, dia mendapat kabar bahwa Ken menunggunya di apartemen.
"Kekasihmu kembali, jangan berani untuk menemuinya! Ataaaauu.." ancam Alfian sambil mendekat ke arah Monica. "Kau tidak akan melihat anak kita lagi." tambahnya sambil melingkarkan tangan ditubuh Monica.
"Jangan jadikan Nino sebagai tameng!"
***
Sementara Johan..
Monica menelpon nya dan memberi tahu bahwa dia aman dan akan segera kembali. Monica meminta Johan untuk menunggu dimobil, lalu mengantar nya pulang ke apartemen.
"Thx, Jo. Lo rela buang-buang waktu demi nolongin gue.." ucap Monica sambil tersenyum.
"Biasa aja kali. Tapi lo ngapain sih tadi didalem sampe lo takut dateng sendiri?" tanya johan sambil melajukan mobilnya.
Jangan bilang gue nganterin lo nemuin gadun? ucap Johan dalam hati.
"Sesuatu. Lo gak akan ngerti, dan gue gak mau cerita. Pokoknya makasih banyak." kali ini Monica berterima kasih sambil menatap Johan, tersenyum juga mengenggam tangan Johan.
#Apartemen Monica
Entah sudah berapa hari, mungkin minggu, atau sudah masuk hitungan bulan. Pria yang mengguncang hati Monica kini hadir kembali, dengan sejuta kata maaf dan juga rindu.
Terkadang Monica bingung untuk menafsirkan keadaan nya bersama Ken, siapa dan bagaimana sebenarnya mereka ini?
__ADS_1
Mereka berawal dari tidak lebih dari seorang pemuas dan yang ingin dipuaskan. Monica mendapatkan uang, sementara Ken mendapatkan kesenangan dan kepuasan nya.
Hingga hubungan itu akhirnya berlanjut, menjadi sebuah hubungan yang lebih menuntut. Lebih dari tentang uang dan kepuasan.
"Maaf, sayang.. aku bukan meninggalkanmu sendirian, tapi aku benar-benar ada urusan yang harus aku sendiri yang menyelesaikan.." ucap Ken saat Monica baru saja selesai mengeluarkan kekesalan yang ada dihati nya.
Ken pergi disaat aku butuh dia, dan sekarang dia balik begitu aja, dengan se-kehendak-nya.
"Kenapa kamu gak ngabarin aku? dan sekarang kamu bilang kamu gak ninggalin aku? padahal jelas-jelas kamu ngilang! Kamu ninggalin aku! disaat aku butuh kamu! Padahal aku berharap besar kamu bisa bantu selese-in masalahku." ucap Monica dengan kekesalan yang masih tersisa.
"Itu peraturan wajib kerjaku, sayang. Aku tidak akan memberi tahu siapapun bahwa aku akan pergi, itu peraturan.. Untuk keamanan dan keselamatan.." tutur Ken.
Entahlah, Monica semakin tidak mengerti, sebenarnya orang seperti apa Ken ini.
"Aku sudah mempelajari masalahmu dan juga siapa Kevin sebenarnya. Beruntung masalah ini hadir, aku juga jadi tahu siapa dia sebenarnya. Dan untuk permintaan maafku, aku akan mengembalikan anakmu secepatnya."
"Jangan berbohong, Ken. Kamu juga pernah mengatakan ini sebelumnya."
"Dua tikus?"
"Yaa, Kevin dan Chyntia."
"Chyntia?"
"Istri Kevin."
Ken dan Monica masih berbincang, dan perlahan, hangatnya rasa rindu mulai mencairkan gumpalan es yang membekukan hati.
__ADS_1
Ken mengatakan bahwa Alex sudah mengurusnya, dan bagaimanapun Kevin adalah kaki tangan Ken juga. Untuk itu, Ken akan menyerangnya perlahan. Kevin masih ikut andil untuk keuntungannya saat ini, jadi Ken membiarkan Kevin untuk menghirup udara bebas untuk beberapa saat.
"Anakmu akan kembali besok, tapi untuk menghukum badjingan itu, aku perlu waktu.."
"Jangan memberi harapan palsu, Ken."
"Aku akan menebus kesalahanku karena meninggalkanmu kemarin, aku akan membuatmu tersenyum lagi. Aku merindukan senyum dan tawa mu, sayangku." ucap Ken dibarengi senyuman tulus.
Aaaaaa, senyuman itu. Racun yang bikin Monica aduh-aduhan. *Ih apasih Author. π€£
"Kau tidak merindukanku hah?" tanya Ken lagi, sambil mengelus pipi Monica dengan lembut.
"Tidak." jawab Monica.
"Jangan berbohong." ucap Ken sambil meraih dagu Monica.Lalu, Monica hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Tanda tidak. "Tatap Mataku." tambah Ken.
Daaaann.. Pandangan mata mereka bertemu, mereka saling menatap dan melihat diri masing-masing didalam mata yang mereka tatap. Seperti biasanya, tubuh mereka saling mendekat secara automatis.
"Aku sangat merindukanmu, sayang.." ucap Ken sambil menempelkan jidat mereka. "Rambutmu, senyummu, pipimu, bibirmu, semuanya...
Aku merindukanmu.. katakan, bahwa kau juga merindukanku bukan?" tambahnya lagi dengan nafas gairah yang mulai terpancing.
"Aku membencimu, tapi itu kemarin.. Berjanjilah, Ken.. kamu gak akan ninggalin aku lagi apapun alasan nya. Dan tepati janjimu, tentang anakku." jawab Monica.
"Janji.."
Cap..Cip..Cup.. kembang kuncup. Pada akhirnya mereka saling berpagutan. Melakukan ritual yang sudah lama tidak mereka lakukan.
__ADS_1
****
Ena-ena nya di skip wkwkπππ