Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Bom waktu


__ADS_3

Cincin berlapis emas dan bertahtakan berlian kini melingkar dijari manis Monica. Menandakan bahwa ia menerima ajakan Ken untuk menikah. Sungguh, ia sungguh terharu dengan ini semua. Bagaimana mungkin seorang Ken yang dingin dan misterius itu mampu melakukan hal manis seperti ini.


"Will you marry me?" ucap lelaki tampan itu sambil berlutut dan menunjukan sebuah cincin.


Aaaaaa Manis sekali... Monica sampai terus terbayang-bayang moment hari itu.


Monica menatap usap cincin itu, bahagiaaaaaa... ia sungguh merasa bahagia. Tapi walaupun begitu, tetap saja ada rasa yang mengganjal dihati Monica. Ia belum benar-benar bahagia. Mungkin hari ini iya, tapi bencana besar sedang menunggunya dikemudian hari. Sebuah bom waktu yang bisa meledak kapan saja.


Bagaimana bisa aku menyakitimu setelah semua yang kau lakukan, Ken... Monica bergumam lirih sambil mengelus perutnya yang sudah lumayan menonjol.


Apa yang harus ku lakukan? haruskah aku memberitahukan ini dan merelakan dia membenci dan pergi dari sisiku? ataaaauu.. selamanya menyembunyikan dan dihantui rasa bersalah karena berbohong? Monica melow.. pikirannya bercabang..


Lelaki itu sedang bekerja sekarang, dan Monica sedang dirumah sendirian. Hmm maksutnya dengan beberapa pelayan dan pengawal juga. Hanya saja Monica sedang dikamar sekarang, sendirian.


"Hello little fairy.." Monica berbicara dengan sijabang bayi. "Do you feel comfortable there?" Monica tersenyum sambil menatap dan mengusap perutnya. Meskipun ini kehamilan kedua, tapi dia sangat merasakan sebuah perbedaan.


"Maafkan aku karena terlalu banyak berpikir, aku harap kau baik-baik saja disana.." Monica masih mengelus dan berbicara. "Sebagai permintaan maaf, aku akan memakan fruit pai untukmu."


Monica lantas berjalan, turun menuju dapur untuk minta dibuatkan fruit pai yang ia sebutkan, kepada koki yang ada dirumah itu. Sesungguhnya Monica bisa dengan mudah mendapatkan itu, tinggal menelpon dan menunggu dikamar. Tapi wanita itu lebih senang mengatakan langsung.


"Syekera.." panggil Monica sambil berjalan menuju dapur. "Do u hear me? syekera.." Monica masih memanggil, tapi tidak ada yang menyahut.


Monica kemudian berjalan kerumah belakang, tempat para pekerja itu tinggal. Entah kenapa tidak ada satupun orang dirumah utama, padahal ini bukan jam istirahat.


"Syekeee..." Monica akan memanggil lagi. Tapi teriakannya terhenti karna mendengar suara orang-orang bergumam-gumam. Monica kemudian me-melankan langkahnya, mencoba menguping apa yang sedang mereka bicarakan.


"Kasihan nona Emily, kabarnya dia baru saja kecelakaan dan koma sekarang. Tapi tuan Ken tetap saja abai.. Kebenciannya pada adik dan ibunya benar-benar sudah mendarah daging."


"Wajar saja tuan membencinya, kelakuan licik ibunya memang diluar nalar."

__ADS_1


"Tapi hanya mereka keluarganya, hanya nona Emily saudara sedarahnya."


"Wanita itu, maksutku nona Monica kan sedang mengandung. Jadi tak apalah, nona Emily memang saudara sedarahnya tapi tuan Ken akan mendapatkan darah keturunannya sebentar lagi. Dia akan memiliki keluarga baru."


Gulpp!! Monica menelan salivanya mendengar para pelayan yang sedang bergosip itu.


Garis darah keturunan.. artinya Ken sangat menginginkan anak ini.. tapi...


"Nona.." panggil seorang pelayan yang mendapati Monica sedang berdiri disana.


"Eehh.." Monica menoleh. "Hmm A-aku.. aku mencari Syekera."


"Mengapa tidak menelpon saja nona.. Maaf membuat anda sampai harus kemari, saya akan mencari Syekera dan menghukumnya karena ini." Pelayan itu masih menundukan kepalanya, seperti berbicara dengan tuan putri di kerajaan.


"Eh.. jangan.. aku sedang bosan, jadi aku berjalan-jalan kemari.. Aku juga belum lihat tempat ini sebelumnya.. jadi.. hmm jadi itu bukan masalah." ucap Monica.


"Nona.." pelayan yang tadi bergosip menyadari kehadiran Monica, mereka menghadap dan menundukan kepalanya juga.


"Syekera!!!" teriak salah satu pelayan.


"Ada apasih? aku sedang... eh nona.." Syekera, koki yang sangat disukai Monica itu akhirnya muncul.


"Kau lihat! nona sampai harus kemari mencarimu! memangnya kau sedang apa!" bentak pelayan itu.


"Hmm.. ma-maaf nona, saya sedang..


"Sudah! sudah!" Monica pusing melihat para pelayan itu, padahal mereka semua laki-laki. "Syekera.. buatkan aku fruit pai! dan kau lanjut bekerja!" ucap Monica pada Syekera dan pelayan yang membentak tadi. "Dan kalian tetap disini.." tambahnya kepada pelayan yang bergosip.


Monica sudah ketularan Ken, setiap perkataannya sudah menjadi sebuah perintah dirumah itu. Dan disana kini hanya ada Monica dan pelayan yang tadi bergosip.

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan didalam tadi?" ucap Monica kepada pelayan yang sejak tadi menundukan kepalanya.


"Ti-tidak nona.. kami.. kami hanya.."


"Ku dengar kalian bergosip tentang Emily?"


"Ti-tidak nona.. kami tidak bergosip.. apalagi tentang nona Emily.."


Gawatt!! kalo ini sampai terdengar tuan Ken, habislah kita!! apalagi kita membicarakan nona Emily lagi. Pelayan itu gugup.


"Katakan saja. Ken tidak akan tahu soal ini kalau kau mau memberitahuku lebih banyak tentang Emily." hehe, Monica mengancam.


Lalu.. pelayan itu mulai bercerita. Mengatakan apa yang ia tahu tentang Emily, adik Ken. Bahkan pelayan itu mengatakan bahwa ada ribuan surat yang selalu Emily kirim untuk Ken, tapi lelaki itu tidak pernah menerimanya atau membacanya sama sekali.


"Nona Emily sebenarnya orang yang baik.. tapi ia selalu dipengaruhi ibu dan menurut pada apa yang dikatakan ibunya.."


"Lalu dimana surat-surat Emily yang kau katakan itu?" tanya Monica.


***


Monica mendapatkan surat-surat yang selalu Emily kirimkan itu, ia membacanya satu persatu. Mencerna setiap kata yang ingin disampaikan Emily kepada kakaknya.


"Malang sekali nasibmu.." ratap Monica saat membaca surat-surat isi hati Emily. Bahkan dari surat itu Monica juga bisa menyimpulkan betapa jahat dan liciknya ibu Ken.


Ibu mana yang tega menjual anaknya sendiri!! Tega sekali dia menghancurkan hidup putrinya!! Ini tidak bisa didiamkan, aku harus membuat Ken memaafkan Emily dan membawa dia untuk hidup lebih baik.


Monica bergumam ketika membaca surat Emily yang mengatakan ia hamil dan melahirkan tanpa suami. Karena sang ibu sering menyuruh dia untuk jual diri.


Sebuah karma kah ini? Ken sering meniduri ******* dan ternyata adiknya sendiri juga seorang *******! Tunggu! tapi apa Ken tahu soal ini? betapa menyedihkan dan menderita Emily sesungguhnya?

__ADS_1


Monica harus melakukan sesuatu untuk ini, setidaknya untuk menebus semua kebaikan yang sudah Ken berikan. Ia harus bisa membuat hubungan kakak adik itu menjadi satu lagi.


Ken tidak memiliki siapapun lagi selain Emily, karena aku.. Aku tidak yakin bisa bersama Ken selamanya.. Apalagi jika dia sudah mengetahui segalanya..


__ADS_2