
Pagi hari..
Monica baru saja terbangun, entah kapan, dimana dan bagaimana kejadian semalam. Ia tidak mengingatnya sama sekali. Yang jelas pagi ini ia terbangun dikamar dan kepalanya terasa pening sekarang, mungkin karena semalam ia minum terlalu banyak.
Monica mencoba untuk menguasai kesadaran nya, masih menyesuaikan suasana pagi itu.
Uwwwgghhh... bahkan badannya terasa pegal sekali.
Setelah hanya berdiam diri menguasai kesadaran, akhirnya Monica bangun dan duduk di ujung ranjang. Dan pada saat itu juga ia menyadari bahwa dirinya sedang telanjang sekarang, bahkan di bagian intinya terasa ada cairan yang meleleh.
"Astaga!! kenapa aku telanjang?" Monica benar-benar kaget, sungguh ia lupa semua kejadian semalam.
Lalu tatapan Monica berhenti pada lelaki yang masih tertidur itu, sudah pasti dia lah pelakunya.
"Wake up!!" Monica mengguncang-guncang tubuh lelakinya. "Keeeeeen.... banguuuun!!!" Monica masih menggerakkan tubuh Ken. Ingin segera mendapat penjelasan tentang apa yang terjadi semalam.
"Hmmm.." Ken hanya melenguh sambil merubah posisi tidurnya.
"Wake up, come on!" Monica menepuk-nepuk wajah Ken lembut.
"Hmmm.." Ken bergumam lagi, namun tidak membuka matanya sama sekali.
"Keeeenn banguuuuunnnn!!!" Monica mulai merasa kesal sekaligus gemas pada lelaki yang masih terpejam itu.
"Apaa?" Ken membuka sedikit penglihatannya, namun menutupnya lagi. Ia sungguh masih mengantuk.
"Bangun atau aku tidak mau bicara padamu hari ini!!" Cih, mengancam adalah senjata andalan.
"Ada apa sayang? Kenapa kau bangun pagi-pagi sekali?" Hoaaam,, Ken menguap dan mengkucek bagian mata.
"Jelaskan kenapa aku telanjang? Apa kau mencuri start dan memperkosa aku semalam?" Monica menuduh sambil menatap.
__ADS_1
"Hmmm.." Ken masih saja bergumam, belum menanggapi perkataan Monica.
"Keeeeeenn sudah kubilang aku melupakan jadwal kontrasepsi, bagaimana bisa kamu melakukan itu. Apakah kamu tidak tahu konsekuensinya? Bagaimana jika aku hamil lagi? Kau mau lebih tersiksa saat kita menambah lagi anak?" Monica berujar sangat kesal, tidak habis pikir dengan kelakuan pak tua itu.
"Tenanglah.." kini Ken benar-benar bangun, bahkan lelaki itu sudah duduk sambil menatap Monica dengan tatapan mata yang belum ingin dibuka.
"Bagaimana bisa tenang? kita berdua akan repot kalau aku sampai hamil lagi!!" Monica tidak bisa membayangkan jika dirinya benar-benar hamil lagi, dengan kehadiran Nino, Fam dan Sam yang mengisi semua hari-harinya saja, lelaki itu sering merajuk dan menyebalkan. Bahkan sering iri dengan anak-anaknya sendiri, lalu bagaimana ceritanya jika mereka menambah lagi?
"Tenanglah Sayang, aku sudah membuat kesepakatan bersama Author supaya kamu tidak hamil lagi. Dia hanya mengabulkan keinginanku." Ken berujar santai.
Monica hanya menatap sinis sambil meraih gaun tidur, tidak membalas perkataan Ken dan memilih untuk beranjak menuju kamar mandi.
Author dan suaminya itu memang sama saja!!!
Monika sudah berada di kamar mandi, kini wanita itu sedang berdiri di bawah guyuran air shower yang jatuh mengenai dirinya. Monica membiarkan air itu untuk menyegarkan dirinya.
Namun tanpa permisi ada seorang tamu yang tak diundang masuk, dan siapa lagi kalau bukan Ken? lelakinya itu bahkan sudah ikut-ikutan polos tanpa sehelai benang.
"Jangan marah sayang.. Kau pasti kesal ya, karena tidak mengingat kejadian semalam? Biar ku ulangi!!" Bisik Ken ditelinga Monica.
Eh.. Monica menoleh.
Dan tanpa aba-aba lagi, Ken langsung menarik tubuh Monica, membawanya menuju kaca wastafel yang terpampang sangat besar dikamar mandi itu.
"Sayang, please! tubuhku bahkan masih terasa remuk." Monica tahu kemana arah kegiatan ini berlangsung. Lelaki itu pasti akan meminta jatah lagi. Berkata seolah ingin menebus karena Monica lupa kejadian semalam, padahal kenyataannya memang lelaki itu doyan!!
"Kita akan pergi spa hari ini."
Tuh kan Thor, laki gue mah dikasih sekali pasti gak bisa berenti!! π
Ken lansung memagut bibir Monica, memulai ritual pemanasan sebelum adegan ngana itu berlangsung. Mengabsen setiap inchi bagian dalam mulut Monica dengan lidanya, menyesap bibir cherry yang memang candu baginya.
__ADS_1
Tangan Ken juga lagi-lagi ikut mengindahkan kegiatan itu, bermain-main diareal tubuh Monica yang memang sudah polos. Me-re-mas dada dan juga bokong Monica bergantian. Hingga akhirnya pemanasan itu dirasa sudah cukup.
"Aku akan membuatmu terbang!" ujar Ken saat ciuman itu terlepas.
Lalu detik selanjutnya Ken memutar tubuh Monica, membuat wanita itu kini menghadap cermin dengan tangan yang bertumpu di wastafel.
Fantasi bercinta Ken memang tiada habisnya.
"Lihat dirimu dicermin.. kau tidak boleh berkedip."
Emangnya gue ikan!
Monica selalu pasrah saat lelakinya itu memulai aksinya, karena berontak pun percuma.
Tapi enyak kan Mon!
Ken kemudian melebarkan paha Monica dengan lututnya, memberi celah untuk king cobra masuk kedalam sarangnya.
Jlebb!! Cobra itu masuk dan didorong sekuat mungkin. Membuat Monica sedikit berjengkit saat lelakinya itu masuk ke titik terdalam.
Uwhh... Monica mulai mengeluarkan suara sexy nya.
"Look at the mirror.." Ken berbisik dengan suara tidak kalah sexy tepat didepan daun telinga Monica, mengecup kemudian mengehembuskan nafas sebagai bonusnya.
Lalu detik selanjutnta tangan Ken mulai memegangi pinggul Monica, mulai bergerak maju mundur melakukan gesekan yang menciptakan rasa nikmat itu lagi.
Keduanya mulai mendesah sambil berusaha menatap diri mereka didepan cermin meskipun mata itu terasa berat. Merem melek π€
Melenguh, mendesah dan meracau rasanya sudah tidak aneh lagi. Kegiatan itu benar-benar inda dan tiada bosan untuk terus dilakukan. Meskipun hasrat yang dimiliki Ken sebenarnya tidak patut untuk ditiru Wkwk!! π
*Jhos ghandos!!!
__ADS_1
Pada rame lu yee kalo ada mpot ayam π€¨*