Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Berdebar


__ADS_3

Ken mendesah kesal mendengar Monica terus menyebut nama Emily dan ibu. Terus saja membela mereka, Seperti tidak tau bagaimana kisah masalalu Ken dan bagaimana Ken sangat membenci ke-dua wanita itu.


"Tapi dia adikmu, sayang.." Cih, bahkan Monica memanggilnya dengan sebutan yang memang Ken inginkan. Tapi itu semua hanya sebuah trik untuk merayu, Kan? Tidak! Pokoknya tidak. Sampai kapanpun Ken akan tetap membenci Emily apalagi Ibu.


"Emily masih sangat kecil saat itu, ia mungkin belum mengerti dan hanya mendengar saran Ibu-mu.. Anak perempuan terkadang memang lebih menyayangi Ibu Ken." ujar Monica lagi


Tuhkan!! Dia tidak menyebutnya "Sayang" lagi. Tadi hanya trik supaya aku menuruti keinginan nya lagi kan? Bathin Ken.


"Aku akan memberikanmu apapun yang kau mau sayang.. Tapii tidak untuk memaafkan Emily atau Ibu. Titik." ujar Ken dengan tegas, keputusan ini tidak bisa diganggu gugat.


Sudah sering para kerabat Ken, bahkan para pelayan yang sudah bekerja sejak dia kecil, memintanya untuk memaafkan kelakuaan adik dan Ibu, tapi kebencian Ken sudah benar-benar menutup itu semua. Setiap kali nama mereka diisebut, Ken pasti selalu mengingat ayah. Mengingat bagaimana liciknya ibu, mengingat bagaimana ibu menyakiti ayah, mengingat ibu yang meninggalkannya sendiri, mengingat semua kelakuan jahat mereka bahkan dihari kematian ayah. Ken benar-benar tidak akan lupa untuk itu.


"Baiklah, aku tidak akan memaksa om-omku ini untuk menurut. Terserah kau saja!" Monica menyerah, tapi hanya menyerah dalam perdebatan ini saja. Ia akan berjuang nanti, untuk mempertemukan Ken dan Emily. Membuat kakak beradik itu bersama-sama lagi. Monica yakin bahwa Ken merindukan kehangatan sebuah keluarga, karena terkadang tatapan Ken sering menandakan bahwa dia sangat kesepian.


"Apa maksudmu? Siapa yang kau maksud om-om hah?" Ken kembali ke sofa dan mendororong tubuh Monica pelan.


"Dasar pria tua pemarah!!" Ledek Monica lagi.


"You always call me an old man, apa kau meragukan kejantananku hah?" Ken merebahkan tubuh Monica dengan paksa sambil mengecupinya.


Ahahaha!!! Monica tertawa geli.


"Geli pak tua!!"


"Kau ini benar-benar ya!!" Ken semakin gemas dibuatnya. "Biar ku tunjukan sesuatu agar kau menyesal mengatai aku pria tua."


Aaaaatolong!!! aku sedang hamil muda!!!


***

__ADS_1


Pagi hari..


Ken terlihat sudah rapi dengan balutan jas berwarna abu-abu. Dengan kancing dada yang selalu terbuka menampakan sedikit bulu-bulu halus disana, menambah aura Ken semakin aur-auran haha. Makin ganteng dong 😁


Monica yang masih berada dialam mimpi tiba-tiba terbangun karna merasakan kecupan dan usapan lembut diwajahnya.


"Morning, babe.." ucap Ken sambil mengecup kilas pipi Monica.


"Hoaamm.." Monica hanya menguap dan sedikit menggeliat. "Morning too.." tambahnya.


"Aku harus pergi, ada urusan yang harus ku selesaikan.. Just sleep again, sorry to bother you.." Ken mengecup kening Monica lagi.


("Tidurlah lagi, maaf mengganggumu.")


"Hmm.." nyawa Monica rasanya belum terkumpul semua. "Apa kau akan meninggalkanku sendiri dirumah ini?" tanya Monica dengan suara serak khas bangun tidurnya.


"Tentu tidak, sayang.. Max dan temannya akan menjagamu disini.." ucap Ken sambil duduk disamping Monica. "I'm in a hurry, I have to go now." Cupp!! Ken mengecup Monica lagi.


"Tunggu Ken, aku ingin sarapan bersamamu." ucap Monica sambil melingkarkan tangan dilengan Ken.


"I'm sorry, Honey. I have to really leave now." ucap Ken sambil melihat arloji ditangannya. "Setelah urusanku selesai, aku akan segera kembali dan mengajakmu room tour lagi. Okay?" Aaaaa...Ken jadi seperti membujuk anak kecil.


("Maaf sayang, aku benar-benar harus pergi sekarang.")


"Berapa lama kau pergi?" tanya Monica lagi.


"When the world start to get dark." jawab Monica. "Okay baby.." Ken mencium Monica lagi.


("Saat dunia mulai gelap.")

__ADS_1


Ini masih pagi dan dia akan kembali sore hari? hm mungkin ini saatnya aku melakukan tes itu.. Gumam Monica.


"Oke, tapi kau harus menelponku jika akan kembali. Aku ingin kau membawakan sesuatu untukku." Monica berujar manja.


"As u wish, baby.."


("Seperti yang kamu inginkan, sayang.")


***


Setelah Ken pergi beberapa saat yang lalu, kini Monica berencana untuk pergi kerumah sakit untuk melakukan tes DNA demi mengidentifikasi sijabang bayi yang ada didalam perutnya.


Meskipun dengan resiko cukup besar karena melakukan tes DNA saat sedang hamil, Monica memberanikan diri untuk melakukan hal itu. Karena ia tidak mungikn menunggu hingga bayi itu lahir kedunia dengan perasaan dan pertanyaan setiap harinya.


Rumah sakit..


Deg.. deg.. deg..


Monica sedang duduk diruang tunggu, menunggu giliran dirinya untuk melakukan tes. Huffttt..!! dadanya berdebar lebih cepat. Detak jantung Monica rasanya terdengar begitu nyaring saat ini, bahkan rasanya jantung itu akan meloncat dari tempatnya. Perasaan dan pikirannya seperti berlarian. Tapi itu semua tidak akan membuat niatnya urung, Monica sudah bertekad untuk itu.


Monica benar-benar mengumpulkan segala keberaniannya. Bibir dan hatinya terus borkomat-kamit ditengah perasaan kacaunya.


"Nona, Monica Alexandra..."


Hingga, kekuatan dan keberaniannya itu harus benar-benar terkumpul saat itu juga. Monica terlihat mengehembuskan nafasnya berulang agar dia bisa merasa tenang.


"Inhale.. exhale.... inhale... exhale... u can do it Monica." ucapnya pada diri sendiri. Dan kemudian kaki nya berayun, melangkah menuju ruangan pemeriksaan.


***

__ADS_1


Tunggu dua atau tiga minggu lagi, yak gaes!! Tes DNA kan hasilnya lama 🀣🀣🀣


__ADS_2