Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Hati


__ADS_3

Disebuah sofa panjang, ditengah-tengah serpihan kaca yang bertebaran. Dua anak manusia itu sedang merebahkan diri. Beristirahat setelah meluapkan emosi dalam diri.


"Apa sungguh akan hadir malaikat kecil diantara kita?" tanya Ken. Suara dan tatapannya sudah kembali melembut. Tidak semenakutkan tadi saat dia marah. Bahkan tatapan itu sangat dalam dan penuh arti.


Monica mengangguk sambil mengelus rambut Ken, senyuman tulusnya ia berikan untuk lelaki yang sedang melingkarkan tangan diperutnya, menciumi perutnya tiada henti sejak tadi.


"Hallo, my lil angel.. did you hear me there?" ucap Ken sambil mengelu-elus perut Monica yang masih rata. "It's me.. your dad.. I wanna say sorry to you. Did I frighten u with my screams?"


("Hai, malaikat kecil. apa kau mendengarku disana?")


("Ini aku, ayahmu.. Aku ingin meminta maaf padamu. Apa aku menakutimu dengan teriakanku?")


Ken masih saja berbicara diatas perut Monica, mengajak sijabang bayi berbicara. Sementara Monica hanya tersenyum haru, ia tidak menyangka Ken akan menerima keadaan ini meskipun Ken sangat marah tadi dan hampir meninggalkannya.


"Apa aku menyakitimu tadi?" Ken beranjak dari perut Monica. Menatap lekat wanita yang mata indahnya kini terlihat sembab. "Maaf sayang.." tambahnya sambil menempelkan dahinya ke dahi Monica.


"Tak apa, Ken. Aku yang salah.. dan aku yang seharusnya minta maaf.." Monica meraih pipi Ken, merabanya dengan lembut sambil memejamkan mata. Merasai perasaan yang bersarang dihatinya. "Maaf telah membuatmu marah.." ucap Monica lagi.


"Kau mengerti kan mengapa aku marah dan membuat kekacauan ini?"

__ADS_1


"Iya.. aku sungguh minta maaf.."


"Berjanjilah kau tidak akan melakukan hal serupa.. Lakukan karena kau mencintaiku seperti aku mencintaimu.. Lakukan karena kau bukan takut padaku, lakukan karena kau memang menghargaiku.. Aku sangat mencintaimu, Monica." Ken meraih tengkuk Monica.


Plukk!! Satu bulir air mata terjatuh lagi. Mendengar Ken berujar demikian dengan tulusnya. Monica bisa merasakan itu sekarang.


"Kau juga berjanjilah.. berjanji akan selalu mencintaiku seperti awal, jangan pernah berubah dan meninggalkanku.." ucap Monica.


Ken mendesah, menempatkan wajahnya lebih dekat lagi. "Jangan takut sayang, jangan pernah mengucapkan atau berani memikirkan hal seperti itu.. Karena aku.. akan selalu ada disampingmu. Selamanya....."


Cupp!! Ken langsung menyambar bibir Monica. Begitu lembut bahkan belum pernah selembut ini. Sangat manis seperti buah cherry yang selalu Ken katakan. Mungkin karena ciuman ini berlangsung setelah pengakuan cinta.


"Kau sungguh berhasil membuat hatiku hangat, setelah bertahun-tahun aku menjadi dingin terhadap apapun. Aku bahagia.. Aku merasakan hatiku berbunga setelah musim tandus yang berkepanjangan.. Terimakasih sayang, kau membuatku bahagia.. Katakan hadiah apa yang kau inginkan?"


Ken membelai wajah Monica.


Mata itu...


Hidung itu..

__ADS_1


Bibir itu... Ken menatapnya lekat-lekat.


"Aku hanya ingin kau selalu mencintaiku.." ujar Monica.


"Jangan meminta itu, sayang.. Aku sudah memberikannya.. Kau sudah mengendalikan hatiku." Cuuppp!!! Ken menyesap bibir itu lagi.


"Aku mencintaimu, Ken.. Jadilah manusia normal dengan hatimu yang hangat itu.."


Memangnya Ken vampire?


"Ahaha.." Ken tertawa kecil. "Memangnya aku manusia seperti apa?" tambahnya.


"Karena sampai detik ini, aku belum mengerti bagaimana hidupmu yang sesungguhnya.."


"Kau sungguh ingin tahu?" tanya Ken dan Monica mengangguk. "Dengan senang hati akan ku berikan.. kau akan mendapatkan apapun yang kau inginkan, sayang.."


Cuuupp!! Ken menyesap bibir Monica lagi. Bibir itu sudah benar-benar menjadi candu untuk Ken.


Baiklah.. ini saatnya aku meruntuhkan dinding yang selama ini berdiri kokoh dihatiku.. Aku akan memulai membuka segalanya, untuk Monica.... Bathin Ken.

__ADS_1


Terimakasih author.. Akhirnya kau membukakan jalan bagiku. Ternyata Ken menerima ini, dan semoga ini semua menjadi setitik cahaya yang akan menyinari hidupku yang sebelumnya kelam.. Monica.


__ADS_2