
"Aku menghukum orang-orang itu, bukan tanpa alasan Monica. Mereka bersalah dan mereka memang harus dihukum!!" Suara Ken terdengar sangat menggelegar. Monica berhasil memancingnya. Semoga saja Ken mau menceritakan segalanya, membayar rasa penasaran Monica dan para pembaca, hehe.
"Setiap makhluk hidup pasti berbuat salah, Ken! dan kau tidak berhak untuk menghukum semena-mena! kau tidak boleh menggunakan kekuasaanmu untuk melakukan segalanya diatas kehendakmu."
"Monica!!" Ken semakin geram. "Aku bukan orang gila yang menghukum siapapun sesuka-ku! Mereka yang datang dan mengusik-ku, jadi mereka memang harus membayar semuanya!!"
"Memangnya apa salah Chyntia sehingg...
"Kau sungguh ingin tahu hah? baiklah.. Kau memang wanita yang selalu ingin tahu dan selalu berhasil membuatku berbicara. Aku akan bercerita, tapi kau harus memberiku imbalan setelah itu."
Imbalan? bahkan kau masih membahas imbalan! Imbalan apa maksudmu!
"Aku tidak memaksamu untuk bercerita. Mengapa aku harus memberi imbalan?"
"tapi kau ingin tahu kan?
"I-iyaaa.. baiklah.. tapi imbalannya aku yang menentukan!"
Cih, kau pasti meminta jatah bercinta kan!
Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Ken mulai bercerita. Berkisah dari awal bagaimana ada Chyntia dan apa kesalahan fatal yang ia lakukan.
Seperti yang pernah Ken ceritakan sebelumnya, perusahaan milik keluarga Ken pernah jatuh dan berada diambang kehancuran. Ken dan sang ayah mencoba Bangkit dan kemudian mereka jatuh lagi. Dibumbui dengan kelakuan Ibu Ken yang licik. (Baca lagi part Flashback Ken).
Semakin lama perusahaan semakin collaps hingga akhirnya ayah Ken meninggal. Menyisakan perusahaan yang masih tertatih.
Dan saat itu hanya tersisa satu orang perusahaan yang memilih tetap tinggal dan bersedia membantu Ken untuk membangun lagi segalanya dari awal. Dia adalah sekertaris ayah yang paling setia.
"Hufftt..." Ken menghela nafasnya.
"Eh..kenapa berhenti?" tanya Monica yang asyik menyimak cerita Ken.
"Bukankah aku sudah selesai menceritakan semuanya?.."
__ADS_1
"Beluuuuumm!! kau baru saja berbicara sedikit."
"Sudahlah.. kita lanjutkan besok saja. Mana imbalanku?"
"Apa-apaan main minta imbalan saja. Kau harus menyelesaikan ceritamu dulu!!"
"Aku malas membahas bagian menyedihkan ini.."
Cupp!! Monica mencium bibir Ken.
"Sudah.. itu imbalan pertamamu. Lanjutkan!"
"Kau sudah berani ya memerintahku!!"
"Yasudah kalo tidak mau. Sejak awal aku tidak memaksamu bercerita kan. Pergi sana! aku ingin sendirian."
"Kau juga berani mengancamku?!" Ken mendekat dengan sorot mata yang tajam. "Satu imbalan lagi." Cupp!! kali ini Ken yang mencium Monica.
"Cukup, Ken!!" Monica melepas ciuman dan mendorong sedikit tubuh Ken.
Lalu.. Ken lanjut bercerita..
"Aku bangkit bersama sekertaris ayah sampai kami bisa berdiri lagi meskipun belum sekuat pijakan ayah dulu. Dan setelah aku sudah benar-benar bisa berdiri, hadirlah wanita sialan itu! wanita itu adalah sepupu ibu. Dia sengaja mengirimnya untuk kembali menguras hartaku.
Tapi karna aku memiliki Alex, dia memberitahuku tentang wanita itu sebelum dia benar-benar bisa masuk dan melancarkan aksinya. Entah apa yang mereka rencanakan, yang jelas pasti sesuatu yang jahat.
Dan puncaknya adalah.. sekitar 3 tahun yang lalu.. saat wanita j a l a n g itu merencanakan untuk menyingkirkan sekertaris ayah dan membuat dia seolah mati karena kecelakaan. Dia bahkan menghilangkan dokumen tentang keluarga sekertaris ayah.
Hingga ia mempromosikan Kevin untuk menggantikan posisi sekertaris ayah, dan mereka menikah.
Bertahun-tahun setelah kematian sekertaris ayah, aku baru berhasil menyelidiki dan ternyata dalangnya adalah wanita j a l a n g dan suami sialannya!
Aku marah dan ingin menghukumnya saat itu juga, tapi... saat itu dia mengaku sedang hamil."
__ADS_1
"Hamil? maksudmu Chyntia hamil?"
"Jangan menyebut nama wanita sialan itu!!"
"Oke, baiklah.. lanjutkan, hehe."
"Aku mengampuni dua tikus itu.. Aku hanya menghukum mereka untuk mengabdi padaku, menurut untuk melakukan apapun yang aku perintahkan tanpa berharap upah. Dan saat itu, Kevin selalu melakukan pekerjaannya dengan baik dan berhasil menjadi salah satu kaki tanganku yang handal.
Hingga akhirnya mereka kembali melakukan kesalahan. Dengan menculikmu dan juga putramu.
Saat itulah aku tidak bisa menahan lagi, menahan untuk menghukum mereka!"
Monica menyimak dengan baik. Dari cerita yang Ken kisahkan, Monica menarik benang merah. Ia mengerti mengapa Ken menghukumnya lumayan berat. Chyntia menyingkirkan si sekertaris dan itu adalah sebuah kejahatan yang menurutnya memang pantas untuk dihukum.
Mengapa bagi kalian menghilangkan nyawa seseorang terdengar sangat mudah sekali sih!!
"Baiklah.. jadi Chyntia.. eh maksutku wanita itu memang bersalah. Tapi hukuman yang kau berikan...
"Sudahlah Monica, semuanya sudah terjadi. Jangan membahas tentang ini lagi. Atau aku akan kembali mengingat bagaimana kematian sekertaris paling setia Lucatu yang mati menyedihkan." Ken menghela nafas. ia terlihat benar-benar sedih.
Lucatu? tunggu! sepertinya Monica tidak asing mendengar nama perusahaan ini.
"Lucatu? maksudmu?"
"Nama perusahaanku."
"Apa maksudmu sekertaris itu adalah Ben? Benazio?" Monica ingat sesuatu saat mendengar nama Lucatu disebut.
"Bagaimana kau tahu nama sekertaris itu?" Ken menoleh heran. Bagaimana Monica bisa tahu, padahal dalam ceritanya ia tidak menyebut nama sekertaris itu.
"Ben, Benazio adalah ayahku!! jadi mereka yang merencanakan kematian ayah dalam kecelakaan itu?"
Jadi... Wanita yang Monica kasihani karena humuman Ken adalah dalang kematian ayahnya? dan Alfian? dia juga terlibat. Bagaimana bisa dia melakukan ini!
__ADS_1
Aaaaaa.. Monica langsung menangis