Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Damn!


__ADS_3

"Kakak?" Sam membulatkan mata ketika mendapati orang yang paling ia segani sudah berdiri dihadapannya. Hanya dengan diam dan menyilangkan tangan di dada, Alvino sudah sangat menyeramkan bagi Sam. "Ada apa kau kemari? kenapa kau tidak menelponku dulu." hehe. Sam menggaruk kepalanya sendiri yang padahal sama sekali tidak gatal.


Alvino masih diam. Hanya menatap Sam dengan mata yang memicing. Juga memperhatikan gadis yang sedang menunduk disebuah sofa.


Damn! kenapa dia datang disaat seperti ini sih!


"Kita bisa mengobrol disana." Sam menunjuk sebuah tempat yang cukup jauh dari ruangan dimana Alice berada. Sam yakin bahwa kakaknya itu akan mengomel. Mana mungkin ia membiarkan dirinya di omeli dihadapan gadis itu. Bisa rusak reputasi dan harga diri Sam sebagai sang casanova.


"Satu kali lagi kau bermasalah, aku akan melaporkan kau kepada daddy. Biar kau kembali bersembunyi dibalik ketiak Mamii seperti Fam!" Ultimatum Alvino terdengar pelan namun tegas. Sam tidak akan pernah bisa membantah seorang Alvino.


Yaaa.. Dibanding Ken, Sam lebih segan kepada kakak ter-tuanya itu. Jika kepada Ken ia bisa mendebat apapun, tapi tidak dengan Alvino. Sam akan selalu kalah dan menurut.


"Hey kak, tenanglah. Ada apa?" Sam pura-pura tidak tahu meskipun ia menyadari banyak kesalahan yang sudah ia lakukan. Sam akan menunggu Alvino mengatakan kesalahan yang mana yang kakaknya itu ketahui. Tidak mungkin semuanya kan?


"Aku murid terpopuler dan lulusan terbaik diuniversitas itu! Lalu mau ditaruh dimana wajahku jika selalu datang membereskan semua ulahmu disana. Aku sudah muak Sam dan ini yang terakhir!" Selain bertanggung jawab atas perusahaan raksasa Lucatu, Alvino juga dibebankan dengan Sam si adik bungsunya. Ken dan Monica berharap lebih kepada Alvino, untuk menjadikan Sam seorang lelaki yang hebat seperti dirinya. Ken dan Monica menyerah karena hanya Alvino yang disegani Sam.


Owh.. syukurlah. Alvino hanya mengetahui tentang bagaimana ulah Sam di universitas.. Bukan yang lain.


"Aku hanya bolos satu kali kak." Sam mengakui kesalahan itu dan ia langsung merubah airmuka. Lihatlah sitampan yang selalu digilai para wanita, naluri sebagai anak bungsu yang manja masih tetap hadir dalam dirinya.


"Aku sudah cukup kenyang mengurusi masalah perusahaan, jadi jangan menambah masalahku lagi Sam. Aku sudah membebaskanmu untuk tinggal di flat ini sendirian, yang ku mau hanya kau bisa bertingkah baik saat kau di universitas."


Ken dan Monica tidak mengetahui bahwa Sam hidup sendirian disebuah apartemen. Yang mereka tahu Sam tinggal satu rumah bersama Alvino. Alvino sungguh berjasa besar untuk keinginan Sam ini, karena lelaki itu sudah merancang segalanya dengan serpih mungkin. Termasuk menutup mulut semua bodyguard Ken.

__ADS_1


"I'm so sorry brother. Aku janji ini yang terakhir." Sam menyimpulkan senyuman untuk kakaknya itu, meyakinkan Alvino bahwa ia sungguh-sungguh tidak akan mengulanginya lagi.


"Ingat.. Janji adalah hutang!" ujar Alvino dan sejurus kemudian Alvino melirik jam yang melingkari tangannya. "Aku harus pergi. Kau harus berjanji tidak akan bertingkah lagi! belajar yang baik, jangan hanya soal wanita yang kau kuasai."


Hehe.. Sam hanya cengengesan. Kakaknya itu tahu bahwa Sam adalah seorang playboy dan sering berganti-ganti wanita, tapi Alvino tidak tahu bahwa Sam juga main ranjang dengan wanita-wanita itu.


"Oke brother." Detik selanjutnya kakak beradik itu saling tertawa dan meninju bahu satu sama lain. Hingga akhirnya Alvino kembali pergi dari tempat itu dan meninggalkan Sam bersama Alice.


"Hahaha!!" Alice tertawa saat Sam sudah kembali duduk disampingnya. Alice akhirnya tertawa setelah sejak tadi ia menahan dan membayangkan ekspresi Sam saat dimarahi seseorang yang Sam sebut kakak.


"Kenapa kau tertawa?" Sam melirik gadis yang sedang menertawakannya itu.


"Siapa pria tadi? sepertinya kau takut padanya. 'Aku akan melaporkanmu kepada daddy.' Hahaha." Alice berujar dengan ekspresi meledek dan kembali tertawa keras.


"Dia kakak-ku. Kenapa tertawa begitu sih? Kau terlihat begitu bahagia."


Cupp!! Sam langsung membungkam mulut gadis yang tidak berhenti tertawa itu. Mendorong tubuh Alice menjadi seperti posisi saat Alvino datang tadi. Sam sudah sangat malu dan lebih baik ia melanjutkan adegan yang tadi terjeda.


"Ayo kita lihat, apa kau masih bisa tertawa." Cupp!! Sam semakin rakus menyesap bibir milik Alice. Mengabsen semua bagian mulut Alice bersamaan dengan tangan yang sudah berputar-putar dibagian dada gadis itu.


Uwh.. Gadis itu kembali meremang. Begitupun Sam yang mulai terbakar gairahnya.


Menelanjangi seorang wanita sudah sangat biasa bagi Sam, lihat saja bagaimana tubuh mereka sudah sama-sama polos dan siap untuk melakukan adegan yang lebih. Tanpa aba-aba Sam langsung melebarkan kaki Alice untuk mempersilahkan juniornya masuk kedalam guha kenikmatan.

__ADS_1


Bagian inti tubuh Alice sudah cukup lembab, efek dari buaian cumbuan seorang Sam. Tanpa pikir panjang lagi Sam segera menuntun juniornya itu untuk masuk.


Jleb!! Sam mendorongnya sekuat tenaga hingga juniornya itu benar-benar hilang dilahap liang milik Alice. Namun se-detik kemudiam tiba-tiba saja Sam mengumpat disertia teriakan Alice yan tertahan.


"It's so fvcking hard!! Damn!!" Alice menahan teriakannya dan refleks mencengkram punggung Sam.


"Ouwgh shit!! do u still virgin?" Sam mengumpat ketika juniornya itu berhasil menerobos masuk lubang yang sangat sempit milik Alice.


Ayolah Sam, ini bukan yang pertama kau meniduri seorang perawan.


"Sorry.." ucap pria itu. Meskipun Sam sudah terbiasa meniduri wanita, tapi Sam tidak pernah seperti itu sebelumnya. Sam selalu melakukannya dengan lembut. Mungkin karena kali ini gadis itu benar-benar Sam kagumi. Atau mungkin karena jengkel terus-menerus ditertawakan tadi.


Sam kembali mendaratkan bibirnya dibibir Alice, saling memagut dan perlahan bergerak maju mundur. "Aaawhh.." keduanya bahkan sudah meloloskan desahan meskipun bibir mereka bertautan.


"It's so fvcking deep Sam!"


Aahh.. suara itu sangat seksi sekali.. Sam rasanya semakin bergairah untuk menghujam gadis itu.


"Kau suka? ini enak bukan?" Sam tersenyum menggoda disela aktifitasnya yang sedang menghentak-hentakan tubuhnya berulang.


Alice tidak menjawab. Ia hanya terpejam dan benar-benar menikmati apapun yang sedang Sam lakukan. Meskipun pria itu baru dikenalnya, itu bukanlah sebuah masalah.


Sam membolak-balik tubuh gadis itu, mencari sensasi yang lebih dan lebih lagi. Sam tidak pernah bisa menolak kenikmatan tentang ****. Dan ini sangat nikmat sekali.

__ADS_1


"In your mouth." Aaaahh.. Sam mempercepat gerakannya karena sebentar lagi pria itu akan mencapai puncak. Sam memberikan aba-aba kepada Alice agar menyemprotkan ****** ***** itu dimulutnya.


Aaaahhh.. Sam segera melepaskan diri dan mengarahkan juniornya didepan wajah Alice. Memijat sebentar dan kemudian junior itu memuntahkan lava kenikmatan. Uuuwwhh.. Sam mengerang penuh rasa nikmat. "Gadis pintar.."


__ADS_2