Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Great


__ADS_3

1 Jam berlalu..


Monica mulai merasa bosan menunggu kembalinya Ken, entah pergi kemana karena yang jelas Monica hanya diminta menunggu. Satu jam katanya.


Kau tau kan bagaimana rasanya menunggu? apalagi ada yang belum tuntas! ya kan Mon?


Monica membunuh waktu dengan berjalan-jalan menelusuri rumah itu, melihat setiap inchi bangunan megah yang menjadi miliknya.


Monica pikir dirinya hanya sendirian ditempat itu, tapi nyatanya ada beberapa pengawal Ken yang berdiri diluar pintu utama. Dan karena rasa bosan nya sudah melewati batas maksimal, Monica memutuskan untuk menemui para pengawal itu. Bermaksud untuk sekedar bertanya.


"Misi.." ucap Monica, baru kepalanya saja yang teronggok dari pintu utama. Memeriksa siapa saja yang ada diluar sana. "Ken kemana ya? kok lama banget sih?" tanya Monica sambil celingukan, mirip orang nyasar nanya jalan. Padahal yang ditanyakan itu adalah seorang Boss besar bagi mereka.


Pengawal yang berdiri tegap dengan stelan berwana hitam itu tersenyum kecil, menahan tawa melihat tingkah kekasih Boss nya itu. Sebisa mungkin mereka menjaga sikapnya meskipun Ken sebenarnya tidak ada disana.


"Mister sedang dalam perjalanan kemari, Nona. Mungkin akan sampai 10 atau 15 menit lagi." ucap salah seorang pengawal. Namun entah yang mana, karena Monica hanya mendengar suaranya saja.


"Haaaa... okeee.." jawab Monica smabil mengangguk dan menoleh kiri kanan sebentar, Kemudian ia kembali masuk dan berdiam diri disebuah kamar yang ada disana. Menunggu kembali nya si pangeran kuda putih.


Acieeeee, pangeran kuda putih.🤭


Entah sudah berapa menit atau mungkin sudah memasuki hitungan jam, Monica yang menunggu Ken akhirnya tidak sengaja tertidur.


Dalam tidurnya Monica sedang bermimpi, bermimpi bahwa dirinya sedang disentuh seseorang. Namun, semakin lama rasa sentuhan itu semakin nyata. Tangan yang menyentuh tubuh Monica didalam mimpi begitu terasa sampai-sampai sudah beberapakali meloloskan desahan, meskipun matanya terpejam.


Aaagghh.. Lenguh Monica. Tapi matanya masih terpejam, ia hanya bisa mendesah dan sesekali menggelinjang.


"Mimpi macam apa ini? apa ini semacam minpi basah? atau.... karena akuuu ...." Monica mencoba menguasai kesadarannya dialam mimpi, ia berusaha untuk bangun dan mengakhiri mimpi tersebut.


Perlahan Monica membuka matanya, ia berhasil bangun dari tidurnya. Namun saat matanya sudah terbuka, ia melihat pemandangan yang ada didalam mimpinya itu, nyata dihadapannya sekarang.


Ken sedang menyentuhnya, bahkan pria itu sudah topless sambil mencumbui Monica.


"Ken?" panggil Monica dengan suara serak khas bangun tidur.


"Kenapa kau bangun? bukannya kau sedang menikmati mimpimu?" tanya Ken, menjeda sebentar aktifitasnya. "Ataaaau.. kau lebih senang menikmatinya di alam nyata?"


"Apa maksudmu?" tanya Monica sambil merapihkan posisi tidurannya.


"Kau bahkan mendesah.. Apa mimpimu begitu nikmat?" ucap Ken.


Haduh, Ken ini apasih! kadang gue gak ngerti dia tuh ngomong apa!!


"Aku gak ngerti." ucap Monica yang nyawa nya belum terkumpul semua.


"Siapa orang yang baru saja ada dalam mimpi mu?" tanya Ken lagi.


"Aku cuma gak sengaja tidur, Ken! aku gak mimpi apa-apa." Jelas Monica.


Mimpi sih.. tapi masa harus dijelasin secara detail.


"Bohong!" ucap Ken.


Haduh, Ken ini ngapa sih.


"Katakan.." ucapnya lagi.

__ADS_1


"Apa? aku harus mengatakan apa?" tanya Monica.


"Siapa orang yang ada dimimpimu barusan?"


"Aku gak inget sama sekali."


"Kau berani berbohong padaku ternyata."


Ngapa jadi ribet gini sih!


"Oke aku memang bermimpi, dan kamu ada disana. Sedang menjamahku." Puas lo!


Ha ha ha!!


Ken hanya tertawa setelah mendengar jawaban dari pertanyaan yang membingungkan itu.


"Rupanya kau menginginkanku, sayang.." ucap Ken sambil mendekati Monica dan kemudian mengecup kilas bibir Monica. "Mimpimu indah bukan? sekarang aku akan memberikan yang lebih indah, dan itu, terjadi di dunia nyata.. bukan mimpi.." ucap Ken berbisik dengan suara erotis tepat ditelinga Monica.


"Aaaahhh.. geli, Ken.." ucap Monica sambil menggidikan sebelah bahunya.


"Kau selalu membuatku gila, sekarang giliran kamu yang ku buat gila." ucap Ken.


slurpp!


Ken langsung memagut bibir ranum Monica, menikmatinya, menghisapnya, meresapi bahwa bibir merah cherry itu benar-benar manis.


Ken melancarkan aksinya. Melanjutkan permainan yang tertunda beberapa jam yang lalu. Ken mulai merajut tali dan benang pertcintaan itu.


Sesapan dan gigitan kecil berulang kali terjadi, Monica sampai susah untuk mengambil pasokan oksigen dibuatnya. Sesekali desahan juga lolos dari mulut Monica, meskipun mulutnya sedang penuh dijajal oleh lidah Ken yang sedang membelit didalamnya. Ken benar-benar akan membuat Monica gila.


Ciuman itu perlahan turun, menelusuri rahang Monica. Menyusur hingga daun telinga lalu menuju batang leher. Ken menambah beberapa tanda kepemilikan lagi disana. Tangan Ken tidak tinggal diam untuk melewatkan adegan yang meng-asyikan itu, tangan kanan dan kirinya singkron beroperasi dengan baik. Yang satu merengkuh bola sintal, yang satu bermain dibagian inti.


Aaaaahh.. sssshhh...


Monica hanya melenguh, sesekali dia hanya mampu menggigit bibir bawahnya. Apalagi saat Ken memainkan put1n9 dan clyt0risnya bersamaan. Ken benar-benar membuatnya merem melek.


"Keeeeenn.. sssshhh..." racau Monica.


Dan Ken hanya tersenyum, sesungguhnya yang ingin ia dengar adalah *Hei, Ken. aku sudah panas, masuki aku sekarang!* Aaaahhh.. sepertinya Monica akan semakin sexy jika mengatakan itu. Benak Ken.


Tapi bukan Ken namanya jika ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Kenapa sayang?" ucap Ken, menghentikan sebentar aktivitas mulutnya.


Sssshhh.. Monica hanya mendesis merdu.


Leup!! satu jari berhasil mengoyak bagian inti Monica, membuatnya semakin terbang ke angkasa, terbuai dengan kenikmatan yang Ken ciptakan.


Aaaaahh.. Keeeenn.. Sssssshhh... Desahnya lagi.


"Katakan sayang.." ucap Ken, gemas. Ken kemudian menjulurkan lidah nya lalu menyapu bagian bawah rahang Monica.


"Fvck me, Ken.. Sssshhh.." Ucap Monica, ia sudah menggoyangkan pinggulnya berkali-kali. Menahan nikmat yang teramat, namun Monica menginginkan yang lebih dari ini.


Ayolah, Ken.

__ADS_1


"Kamu menginginkanku?" tanya Ken, didepan daun telinga Monica sambil menghembuskan nafas memburu nya.


"Yeah, baby." Ummm... Monica tidak bisa berhenti meloloskan desahan-desahan tanda nikmatnya kegiatan mereka berdua.


"Katakan kau menginginkan ku.." ucap Ken lagi, bahkan Ken masih mepertahankan celana yang melingkar dipinggangnya, seolah ia tak menginginkan Monica, padahal aslinya ia sungguh sudah tidak tahan lagi.


"Aku menginginkanmu, Ken. fvck me so hard, pleaseee.." ucap Monica dengan mata yang masih terpejam nikmat.


Apa yang Monica katakan? mengapa terkesan ia yang gatal? tapi yasudahlah, yang penting Ken senang. Dan yang paling penting ia tidak munafik, ia memang menginginkan Ken.


Cap..cip..cup..


Ken langsung menghujani Monica dengan kecupan-kecupan. Satu jari dibagian inti bertambah jadi 2 dan bertambah juga ritme kecepatannya.


Aaaaahh.. aaaahh.. ahhhhh...


Monica mendesah panjang. Ada cairan yang mengalir dibawah sana, terasa hangat saat cairan itu menerpa jari-jari Ken.


Monica terkulai lemas, mata nya terpejam, nafas nya tersengal. Sungguh, ini sangat nikmat sekali. Dengan permainan jari saja, Ken sudah berhasil membuat Monica tak berdaya.


Pelaku nya hanya tersenyum bangga, ia bahkan langsung mengecupi liang Monica yang masih basah. Menjilat dan mempermainkan ****0r1s Monica yang masih linu rasanya. Memancing kembali hasrat Monica agar menggebu.


Dan saat Monica mulai menjambaki rambut Ken, menjadi pertanda bahwa Monica sudah On kembali. Ken yang sebenarnya sudah tidak tahan sejak tadi langsung melucuti kain yang menempel ditubuhnya. Ia langsung menyembulkan kejantananya yang perkasa.


Tanpa pikir panjang dan embel-mebel mem-foreeplay Monica lagi, langsung saja Ken membenamkan kejantanannya itu. Memasukinya hingga titik terdalam.


Aaaaahhh.. bahkan didalam sana masih berkedut-kedut.. Bathin Ken.


Malam panas itu terasa sangat panjang, dingin yang menusuk tulang rasanya hanya sebuah hoax semata. Nyatanya, mereka berdua sedang berkeringat sekarang.


Cengkraman dan lenguhan membuktikan nikmat yang tak tertahan itu nyata, desahan dan kecupan menjadi melodi yang sangat indah diruangan itu. Dengan segala posisi yang sudah mereka lakukan, akhirnya puncak ternikmat itu semakin mendekat.


Ken semakin cepat memompa diatas tubuh Monica, bahkan sesekali Monica berteriak karena Ken menghujamnya dengan sangat keras dan dalam.


Hingga akhirnya Ken pun ikut meloloskan desahan yang menandakan bahwa punyak diringa sudah sangat dekat.


"Ken, i'm coming..." seru Monica.


Aaaaaagghhh.. agghhh... ahhhhh..


Keduanya mendesah, menandai bahwa puncak ternikmat itu berhasil mereka gapai. Dengan keringat dan nafas yang hampir habis, Ken mengambrukan dirinya disamping Monica.


"Kamu gila, Ken." ucap Monica.


"U make me crazy, baby." balas Ken.


Dan keduanya kembali berpagutan, bergumul untuk sebuah penutupan acara spektakuler yang baru saja selesai. Hingga akhirnya mereka terpejam dan membunuh malam, bersama hingga sang fajar kembali menampakkan dirinya.


*


z


z


z

__ADS_1


*


Lagi? 🤭


__ADS_2