
Sesaat setelah tiba di rumah sakit Monica langsung masuk ke dalam ruangan IGD dengan tergesa-gesa. Ken pun jadi ikut panik dan setengah berlari mengimbangi langkah Monica.
"Permisi, sus. Pasien atas nama Ny. Isabella?" tanya Monica kepada salah satu perawat yang berpapasan dengannya.
"Apa nona keluarganya?" tanya perawat itu.
"Iya, sus. Saya anak Ny. Isabella." tutur Monica.
"Oh, nona Monica? silahkan masuk, sejak tadi Ny. Isabella terus memanggil nama anda." ujar perawat itu sambil mempersilahkan masuk.
"Trimakasih, sus!"
Monica langsung masuk dan menghambur memeluk ibunya yang terbaring di brankar. "Ibuuu.." ucapnya sambil merengkuh tubuh Isabella dan Isabella pun langsung menggenggam tangan Monica lalu ikut menangis juga.
Ken yang melihat pemandangan pertama saat seorang anak begitu akrab dengan sang ibu menjadi ikut terharu juga. Andai ia juga bisa merasakan itu, Ah persetan! gumamnya. Ibuku hanya wanita matrealistis tanpa kasih sayang macam itu. Rutuknya dalam hati.
"Ibu gak paApa kan? gimana sekarang? udah mendingan?" tanya Monica sambil meraba bagian wajah Isabella yang terluka. "Nino gimana bu? dimana dia?" tanya Monica lagi sambil menatap sang ibunda.
"Mo-Mon.." jawab Isabela terbata. "Alfian.." hiks hiks hiks.. Isabella langsung menangis lagi.
"Bu! maksudnya? gimana? Nino di bawa Alfian?" ucap Monica sambil berdiri karena kaget serta panik.
Isabella hanya memejamkan mata dan mengangguk pertanda meng-Iyakan pertanyaan Monica. Dan bagai di sambar petir, Seketika Monica merasa lunglai dan jiwanya melayang.
__ADS_1
Nino? anak mommy 😭
Lutut Monica bergetar hebat begitupun jantung yang menggantung di dadanya. Monica langsung menjatuhkan tubuhnya di lantai dan menangis.
"Hei, calm down.." ucap Ken yang ikut berlutut sambil berusaha mengusap air mata Monica yang bercucuran.
"Ken, tolong aku. Alfian nyulik Nino.." ucap Monica lirih sambil menatap Ken.
"Alfian? siapa dia?" tanya Ken sambil mengernyitkan dahi.
"Kevin! Alfian adalah Kevin, Ken.." jawab Monica lagi.
Ken langsung merasa frustasi, apa benar apa yang dikatakan Monica bahwa Kevin adalah mantan suaminya? bahkan nama aslinya adalah Alfian? Meskipun Ken mencintai Monica, namun satu sisi Kevin adalah kaki tangan terhandal baginya. Ken belum merasa yakin karna belum mendengar ucapan yang sama selain dari Monica.
Yang mencukiknya? apa Ken tidak percaya bahwa Kevin adalah Alfian? Gumam Monica dalam hati.
"Kamu tenang dulu ya, Alex ada di depan." ucap Ken dan membantu Monica berdiri juga merapihkan diri.
Ken kemudian bergegas ke luar ruangan dan menemui Alex yang sudah menunggu di luar gedung.
Setelah kepergian Ken, Monica berusaha menahan isak tangisnya agar tidak terus menerus berjatuhan. Monica tidak boleh selemah ini, dia harus kuat dan tegar. Monica meyakinkan diri bahwa Alvino baik-baik saja dan tentu saja Monica akan menemukan Alvino dan membawa Alvino ke pelukannya lagi.
***
__ADS_1
Ken dan Alex pun pergi ke sebuah restaurant karna Ken belum sarapan sejak bangun pagi tadi.
"Saya sudah mengerahkan kepala Polisi ke kediaman Monica, Mister.." jelas Alex mengawali pembicaraan saat Boss-nya telah selesai makan.
"Bagus.. beritahu aku setiap perkembangan nya!" ucap Ken.
"Belum ada jejak yang merujuk ke pelaku, Mister." jawab Alex.
"Tunggu saja!" ucap Ken dengan datar namun tegas.
"Baik, Mister.." jawab Alex.
"Cari tahu profil Kevin se-detail mungkin!" perintah Ken dengan penekanan.
"Kevin?" tanya Alex dengan heran.
"Lakukan saja!" ucap Ken lagi.
"Baik, Mister."
Setelah selesai makan, kemudian Ken kembali menemui Monica lagi di rumah sakit. Cinta sungguh membuatnya buta, ini kali pertama Ken harus ikut masuk ke dalam kehidupan bahkan masalah seseorang. Hati nya sudah terketuk untuk menjadi lembut perlahan.
Isabella sudah dipindahkan ke ruang rawat inap, Monica sudah mengurus semua administrasi dan juga obat-obat yang diperlukan Isabella. Bathin Monica menjerit, ia ingin sekali berlari mencari Alvino saat ini juga. tapi kemana? ia bahkan tidak tahu Alfian tinggal dimana dan membawa Alvino kemana. Monica hanya bisa berharap kekuasaan Ken mampu membantu.
__ADS_1