Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Pertanyaan


__ADS_3

Hari sudah berganti malam, Ken dan Monica pulang bersama menuju apartemen setelah menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan dan juga berjalan-jalan sebentar di sebuah taman.


"Lusa aku akan pergi perjalanan dinas keluar kota. Apa kamu mau ikut?" ucap Ken saat melihat Monica yang sedang asyik mengeluarkan belanjaan yang ada dalam paper bag nya.


"Berapa hari?" kata Monica tanpa menoleh ke arah Ken.


"3 atau 4 hari mungkin." jawab Ken sambil berjalan menghampiri Monica


"Baiklah, aku akan ikut.. Sepertinya aku juga butuh liburan dan udara segar. Mm By the way kita mau pergi kemana?" tanya monica sambil sedikit mendongakkan kepalanya karena kini Ken sudah berdiri disampingnya yang sedang duduk di tepian ranjang.


"kita akan pergi ke Bali, sayang .." lalu Ken sedikit membungkukkan tubuhnya dan mensejajarkan pandangan mata antara dirinya dengan Monica. "sibuk sekali dirimu dengan barang barumu! kamu lupa bahwa aku sedang ada di sini?"


Cup.. Ken mendaratkan kecupan Kilas dibibir Monica.


"Hehehe maaf.. aku terlalu excited dengan barang-barang Baruku." ucap Monica sambil tersenyum manis. "Baiklah aku akan menyimpannya dulu.. mau Vodka? Imbuh Monica.


"tawaran yang bagus, tentu saja.." jawab Ken.


Mereka saling tatap kemudian saling tersenyum lalu Monica pun gegas berjalan menuju dapur . Monica membuka kitchen set dan mengambil 2 botol Minuman itu, Monica juga mengambil es batu dan dua buah gelas .


Setelah mendapatkan semuanya Monica membawa itu semua ke ruang Tengah di mana Ken berada.


Mereka berdua pun mulai menenggak alkohol itu dan sesekali bercanda seperti biasanya. Mereka bercerita tentang hal konyol dan itu sukses membuat perut mereka kram karena terlalu lama tertawa.


Ken kemudian menatap lekat kearah Monica yang sedang tertawa terpingkal-pingkal itu. Dalam hatinya ia tersenyum senang melihat wanitanya terlihat bahagia.

__ADS_1


"Sayang boleh aku bertanya?" ucap Ken sambil membelai pipi Monica.


 


"jangan terlalu serius, Ken. Aku pengen have fun malam ini." jawab Monica sambil tersenyum.


Ken hanya mampu membalas senyuman Monika dengan tersenyum simpul saat mendengar jawaban dari Monica. Padahal Ia ingin sekali bertanya tentang kepergian Monica seminggu yang lalu itu. Namun di satu sisi Ken pun tidak bisa memaksa Monica untuk berterus terang.


"Ok, as you want !" ucap Ken.


Mereka pun kembali larut dalam suasana hingga akhirnya Ken menghentikan kegiatan Monica yang sudah terlalu banyak minum.


"Sudah cukup, Sayang. Ini sudah terlalu banyak.." Ken mengambil gelas yang ada di tangan Monica kemudian menaruhnya di atas meja.


"No, it's enough baby !" Jawab Ken sambil mencubit hidung Monica pelan .


"Ouuucchh.." Monica meringis .


Monica menatap kearah Ken sambil memegang hidungnya." Saakiiit..!!" rengeknya dengan ekspresi yang dibuat-buat.


"Benarkah ?" Ken pun mendekatkan wajahnya ke arah Monica Lalu Ken mengecup hidung Monica kemudian detik selanjutnya bibir yang menempel di hidung Monica perlahan turun menuju bibir Monica. Tangan Ken juga sudah melingkar di pinggang Monica.


Tanpa basa-basi Ken langsung melumat bibir Monica. Ken juga menarik tubuh Monica mendekat ke tubuhnya. Mereka mulai saling melumat dan menghisap juga membelitkan lidah didalam sana.


tangan Monica sudah melingkar di leher Ken dan mereka pun mulai larut dalam Cumbuan itu.

__ADS_1


Ken menarik kaki Monica ke atas pangkuannya sambil terus berpagutan.. kemudian Ken mengangkat tubuh Monica dan membawanya ke atas ranjang.


dengan bibir yang masih saling mengecup perlahan Ken merebahkan tubuh Monica dan semakin lama cumbuan itu semakin memanas .


mereka semakin larut dan terbuai dalam cumbuan dan pengaruh alkohol juga hingga tanpa disadari pakaian mereka sudah berhamburan di lantai.


Ken mulai menyusuri setiap bagian tubuh Monica dan meninggalkan bekas-bekas merah tanda kepemilikan . Detik demi menit berlalu setelah pemanasan yang sangat panas, akhirnya Ken memulai penyatuan itu.


Ken mulai mendorong tubuhnya memasuki tubuh Monica. Desahan dan lenguhan terus menghiasi kegiatan mereka hingga tiba-tiba saja Monica berteriak.


"Hentikan, lepaskan aku, Al! Aku mohon.." jeritnya dengan cukup lantang


Ken Yang sedang menikmati kegiatan itu langsung membuka matanya dan menatap ke arah Monica dan lagi-lagi Monica sedang Meracau. Hentikan, lepaskan.. Monica mengucapkan kata itu berulang-ulang hingga akhirnya Ken menghentikan kegiatannya .


"Hei, Ada Apa Denganmu?Siapa yang kau maksud?" Tanya Ken.


namun Monica yang terpejam tidak menjawab pertanyaan itu. Monica malah terus meracau bahkan sampai menangis.


Ken merasa semakin bingung dibuatnya. Ia Pun menggerak-gerakkan tubuh Monica supaya bangun namun mungkin karena pengaruh alkohol juga Monica tetap tidak menggubris.


Ken melepaskan diri dan membiarkan Monica terus meracau dan menangis sampai akhirnya setelah beberapa menit Monica pun tertidur.


Apa maksudnya itu, Monica? siapa Al? Kenapa kamu sangat ketakutan?.. Gumum Ken dalam hatinya


Di sela kebingungannya, Ken juga merasakan sakit di bagian pangkal pahanya. Bagaimana tidak? Ken harus berhenti saat dirinya belum mencapai puncak.

__ADS_1


__ADS_2