Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Pulang


__ADS_3

Monica sudah tiba di apartemen yang dulu diberikan Ken kepadanya. Sebenarnya ia ingin langsung pulang ke rumah Isabella namun mengingat keadaannya yang sedang kacau Monica langsung mengurungkan niatnya itu.


Monica meringkuk di atas kasur sambil menatap langit-langit, satu persatu bulir air mata mulai jatuh saat dirinya mengingat apa yang baru saja terjadi pada dirinya.


Monica merasa sedih dan terpuruk. Tidak ada lagi semangat dan kekuatan dalam dirinya. Ia hanya terus merasa sedih dan membenci dirinya sendiri.


entah kemana Monica harus pergi dan entah apa yang harus Monica tuju sekarang.


***


Malam itu ..


Monica setengah berlari menuju lift. Tak bisa dipungkiri bahwa sekarang tubuhnya terasa sangat lemas dan tidak berhenti bergetar. Monica mencoba untuk tegar dan terus berjalan menuju lift sambil menggenggam baju robek yang menempel di tubuhnya.


sesekali Monica mengusap-usap pipi yang basah karena air mata yang tidak bisa dibendung sejak tadi dan itu membuat beberapa kali tubuhnya tersingkap.


di tengah langkahnya yang tertatih Monica kemudian melihat seorang pelayan Ia pun gegas berlari menuju pelayan tersebut .


namun ditengah langkahnya tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar, orang itu terlihat sedang Mengunci pintu Kemudian menoleh kearah Monica.

__ADS_1


seorang pria itu menatap kearah Monica dengan tatapan heran, pria itu memicingkan matanya kemudian menatap Monica dari ujung rambut hingga ujung kaki .


pria itu melihat Monica yang sangat berantakan dengan rambut yang kusut baju yang compang-camping Bahkan Monica tidak memakai alas kaki.


pria itu lantas menghampiri Monica. "kamu Kenapa?" tanya pria itu. "hmm Kamu Monica Kan?" imbuhnya.


Monica menatap pria itu sambil melangkah mundur, kenapa orang itu mengenali dirinya padahal dirinya sama sekali tidak mengenali orang itu. Monica melangkah mundur dengan takut-takut sampai tubuhnya menempel di dinding.


"Pake Ini.." ucap Johan sambil memberikan sebuah jaket yang baru saja di lepaskan dari tubuhnya. "jangan takut ini aku, Johan. Kita pernah berkenalan di Red Apple." imbuh pria itu sambil terus mendekat.


" aku tidak mengenalmu!!" ucap Monica sambil bergemetar dan semakin mencengkram bagian depan bajunya.


Monica masih mematung di tempatnya berdiri, Ia masih merasa sedikit trauma.


"cepat pakai ini, aku akan mengantarkanmu pulang." ucap Johan sambil menyodorkan jaket itu lagi.


kemudian Monica menerima jaket itu dan menggunakannya. "kamu bukan orang jahat kan?" tanya Monica .


Johan terkekeh geli saat mendengar pertanyaan itu, Johan menggelengkan kepalanya dan tersenyum. "apa tampang ganteng ku ini menyeramkan?" ucapnya dengan percaya diri.

__ADS_1


dan akhirnya Monica memberikan kepercayaan kepada Johan dan meminta Johan untuk mengantarkannya pulang ke Apartemen.


saat berada di dalam mobil mereka hanya terdiam tanpa bicara apapun. Johan ingin bertanya kepada Monica sebetulnya apa yang terjadi pada Monica? namun niat itu urung karena Monica tampak sedang kacau sekali saat ini.


ini bukan waktu yang pas.. Gumam Johan dalam hati.


"Kenapa kamu tidak menghubungiku? bukanya dulu aku memberikan sebuah kartu nama?" tanya Johan saat mereka sudah hampir tiba di tempat tujuan.


"ponsel dan tas ku hilang." jawab Monica.


" Oh benarkah?" tanya Johan lagi.


Monica tidak menjawab pertanyaan itu, hingga akhirnya mereka pun tiba di tempat tujuan.


Monica turun dari mobil dan mengucpkan terimakasih saat Johan kembali menawarkan diri untuk mengantar Monica sampai di unit Apartemenya.


Johan kemudian hanya bisa tersenyum simpul saat Monica menolak niat baiknya itu. Johan kemudian melambaikan tangan dan menatap punggung Monica yang perlahan berjalan memasuki gedung.


***

__ADS_1


__ADS_2