
Hari sudah berganti pagi, Monica membuka mata nya dan menyesuaikan cahaya yang masuk. Tubuh nya terasa lengket dan pegal karna semalaman Alfian menyiksanya.
Tanganya masih terikat dan Alfian masih tertidur disampingnya sambil memeluk perutnya yang rata.
Monica mencoba bergerak dan menggigit tali yang mengikatnya untuk melepaskan diri, namun usahanya gagal karna cukup sulit mulut mungilnya untuk memggapai itu.
Ditambah lagi pergerakan tubuhnya yang berhasil membangunkan Alfian dari tidurnya.
"Morning sayang.." Ucap Alfian sambil mengusap wajahnya dan memijat kedua bola matanya lalu Kemudian wajah Alfian memdekat ke arah Monica. "Morning kiss.." Imbuh Alfian sambil menempelkan bibirnya.
Monica jadi teringat kebiasaanya bersama Alfian saat mereka masih berstatus suami istri, ritual ini adalah ritual wajib saat mereka bangun tidur.
Tapi kini keaadaanya berbeda, tidak ada cinta dan kasih sayang lagi. Monica benar-benar membencinya apalagi setelah apa yang Alfian perbuat padanya saat ini.
Monica yang merasa semakin jijik pun langsung membuka mulutnya dan menggigit bibir Alfian.
"Aaaaaggghhh.." seketika Alfian menjerit.
Alfian mengusap bibirnya dan terlihat bercak darah di ibu jarinya. Alfian langsung menatap ke arah Monica. "Owh.. mau main kasar yaa.." Ucap Alfian sambil memainkan jari nya di perut Monica.
"Hentikan, aku mau mandi.. aku lapar!" Teriak Monica.
"Hey, kenapa kamu jadi buas begini sayang?" Ucap Alfian santai sambil merem*as payudara Monica dan menghisapnya kilas.
"Alfian tolong hentikan, pleaseee.. Aku mohon, lepaskan aku.." Ucap Monica lirih, ia tak tahu lagi harus bagaimana agar bajingann ini melepaskanya.
__ADS_1
Lagi-lagi Alfian tak memghiraukan nya sama sekali, jarinya sibuk berputar-putar di atas perut Monica dan perlahan turun ke v*gina. Alfian memainkanya dengan sangat lembut dan lihai.
Monica yang mendapat perlakuan itu hanya bisa memejamkan mata dan menggigit bibirnya, cuih jika dia harus menikmati nya. Monica terus mencoba bertahan saat tangan Alfian semakin liar dan jarinya sedang keluar masuk di bawah sana.
"Lepaskan sayang, mendesahlah.. Nikmati semuanya.." Ucap Alfian sambil memandangi Monica.
"Hentikan, ku mohon.." jawab Monica.
"Kamu gak kangen sama aku? Aku kangen lho di service sama kamu.." Ujar Alfian sambil terus melancarkan aksinya.
Monica semakin bingung untuk melepaskan diri kemudian terlintas ide bahwa dia harus menikmati ini dan berpura-pura masih memiliki rasa pada Alfian. Mungkin dengan cara ini dia melepaskanya, setidaknya melepaskan ikatan di tanganya.
"Apa yang kamu mau?" Ucap Monica berusaha tegar.
"Aku mau kamu kembali sama aku.. Aku akan memperbaiki segalanya. Aku sayang banget sama kamu, aku gak bisa lupain kamu.." Alfian menghentikan pergerakanya dan menatap Monica.
Alfian menarik nafasnya kemudian merangkak menuju lengan Monica, Ia membuka ikatan itu. "Maafin aku.."
Monica yang sudah lepas dari ikatan itu langsung bersandar dan mengusap kedua pergelangan tanganya bergantian.
"Kamu mau maafin aku kan?" Ucap Alfian lirih.
"Kalo sekedar maafin mungkin bisa, tapi aku gak akan pernah bisa lupain.."
"Aku bukan ninggalin kamu, aku pergi juga ada alasanya.."
__ADS_1
"Apapun itu aku gak mau tau, hampir 3 tahun lho ini. Aku menguburnya susah payah, jangan mengungkitnya lagi! Aku mau pulang!"
"Gak, gak bisa! kamu itu cuma milik aku!"
Sabar Monica, kamu harus lembut setidaknya sampai kamu bisa mandi dan keluar tempat ini. setelah itu kamu bisa lari.. Ayo berakting.. Gumam Monica dalam hati.
"Aku laper, aku mau mandi.."
"Mau makan apa?" tanya Alfian.
"Apa aja."
"Yaudah sana mandi, aku beli makanan dulu. Jangan macam-macam apalagi coba kabur!" Ucap Alfian sambil menatap tajam. Alfian memungut pakaian yang berserakan di lantai kemudian menggunakanya lalu pergi dan mengunci pintu dari luar.
.
.
.
Di lain tempat
Ken mencoba menghubungi Monica tapi sejak tadi panggilanya tidak terhubung, berkali-kali Ken mengirimkan pesan namun tidak ada balasan juga.
Ken terus mengumpat dan memaki ponsel nya. "Sial! kenapa semuanya jadi sulit sekarang!" Ken yang semakin kesal akhirnya beranjak menuju apartemen Monica.
__ADS_1
Saat sudah sampai di apartemen Ken juga tidak menemukan Monica, bahkan keadaan di ruangan itu masih sama saat dia dan Monica pulang bersama seminggu yang lalu.
Ken berdecak kesal kemudian mengambil ponselnya untuk menelpon pengawalnya dan menyuruhnya mencari keberadaan Monica.