Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Sampel


__ADS_3

Monica menjawab setiap pertanyaan yang diberikan Ibu mengenai Ken, meski tidak semuanya tetapi Monica membiarkan Ibu tahu tentang Ken. Monica jadi senyum-senyum sendiri saat bercerita dan mengenang bagaimana Ken memperlakukan dirinya.


Cih, Rasanya Monica sedang mengalami masa pubertas lagi..


Meskipun Monica mulai membuka kisah tentang dirinya dan Ken kepada ibu, namun tetap saja Monica menyembunyikan tentang jabang bayi yang sedang tumbuh dalam perutnya.


Monica merasa ini belum waktunya.


Lagipula, Monica juga masih menerka-nerka kapan terakhir kali dia pergi berkonsultasi dengan dokter kandungan. Melupakan jadwal kontrol kontrasepsinya begitu saja.


Seingat Monica terakhir kali ia ke dokter adalah bersama Ken. Saat dirinya mengobati luka-luka lebam bekas penyiksaan saat Alfian menculiknya.


Dan artinya, setelah melupakan kontrasepsinya ia juga pernah ditiduri Johan saat mabuk. Monica harus menyelidiki ini terlebih dahulu sambil melihat sejauh mana ketulusan Ken yang katanya mencintai dirinya. Karena bagaimanapun, ada sedikit rasa trauma untuk Monica mengenai cinta.


***


Selesai bercerita tentang Ken dan ibu yang juga berkisah bagaimana ibu tahu tentang keluarga Lucatu, Monica terlihat pergi kesuatu tempat diantar oleh driver yang Ken siapkan. Yaaa, Ken kini tidak mengizinkan Monica untuk pergi sendirian. Takut-takut wanita itu menghilang lagi dan membuat dirinya cemas bukan main. Ditengah kesibukan Ken, ia tidak melulu bisa ada disamping Monica. Maka dari itu Ken menerapkan beberapa basic untuk keamanan Monica.


Walaupun awalnya menolak karena merasa risih, tapi akhirnya Monica mengalah dan membiarkan Ken melakukan apapun yang ia mau, seperti biasanya.


"Did u send a spy for me?" tanya Monica saat Ken membahas tentang seorang driver yang akan mengantar kemanapun Monica ingin pergi.


("Apa kau mengirim mata-mata untukku?")


"It's not that, I just want you to be safe when I'm not with you.." jawab Ken sambil menatap lekat wajah Monica.


("Bukan begitu, aku hanya ingin kau aman ketika aku tidak bersamamu.")


Dan saat perdebatan itu tidak berujung, akhirnya Monica memilih untuk mengalah dan membiarkan Ken memberikannya seorang driver. Dengan catatan driver itu tidak boleh membatasi ruang gerak Monica.


Disinilah Monica, ia akan mensurvei sebuah toko yang akan dibelinya untuk ibu. Toko yang akan menjual berbagai macam bakery buatan ibu, seperti mimpi ibu yang dulu pernah terhenti karena tokonya harus dijual untuk melunasi hutang.


Monica akan mewujudkan mimpi ibu dan membuat wanita itu selalu tersenyum, Monica berjanji untuk itu.


"Kau tunggu saja dimobil, tidak perlu mengikuti kemana aku pergi!" ucap Monica ketika driver itu membukakan pintu untukanya.


"Tapi nona..." driver itu menyangkal tapi belum selesai berbicara, Monica sudah memotongnya terlebih dulu.


"Tugasmu hanya mengantarku, bukan menguntitku. Jadi tunggulah dimobil!!" Monica semakin gemas ketika driver itu malah mengikuti langkahnya.

__ADS_1


"Mister menugaskan saya untuk melindungi anda juga, jadi...."


"Masuk atau aku akan melaporkan kau bekerja kurang baik!!" Monica mengancam. Hormon kehamilan membuat dirinya tampak menakutkan.


"Ba-baik nona.." driver itu menunduk kemudian masuk kedalam mobil sesuai perintah Monica.


Kenapa Mister jatuh cinta pada wanita menyeramkan begitu sih!! Driver bergumam.


Detik selanjutnya Monica melangkahkan kaki menuju toko yang ia maksut. Menemui pemilik toko untuk bernegosiasi. Dan setelah merasa cocok Monica langsung membayarnya dengan kartu unlimited yang dulu Ken berikan.


"Semoga ibu senang.." ucap Monica ketika toko itu sudah resmi menjadi miliknya. Monica duduk dikursi, menatap seisi ruangan itu.


"Hallo little baby.." ucap Monica sambil mengusap perutnya yang masih rata. Monica berbincang seolah bayi itu sudah bisa diajak bicara. "Semoga kau tumbuh sehat diperutku."


Tiba-tiba Monica jadi teringat tentang siapa ayah bayi dalam perutnya. Meskipun ia meyakini itu adalah Ken, tapi kenyataan mengatakan Johan juga pernah menabur benihnya. Dan Monica harus melakukan tes DNA untuk merasa yakin.


Monica mengambil ponsel, mencari kontak Johan yang sebenarnya sudah ia blokir. Menghubungi pria itu untuk mulai mengumpulkan bukti untuk sampel DNA.


"Hallo.." suara panggilan sudah terhubung.


"Hallo, Monica. Akhirnya lo nelpon gue!! Gue nyariin lo dan ngehubungin lo ratusan kali, ya lord!! Lo dimana?" Suara diseberang sana terdengar nyaring sekali.


"Gue nyesel ninggalin lo sendirian diklinik malem itu, kalo tau lo bakalan ngilang lagi."


"Sorry.. gue kan udah bilang besoknya mau balik.. Oh ya, lagi dimana?"


"Gue diflat.. Lo dimana? biar gue yang nyamperin lo kesitu."


"Eh gak usah.. Hmm gue yang ke tempat lo aja gimana?"


***


Flat johan..


"Lo gak kenapa-napa kan? sumpah gue khawatir waktu gue balik ke klinik dan lo udah gak ada disana." ucap Johan sambil membawakan dua gelas dingin untuknya dan Monica.


"Gue udah berulang kali bilang baik-baik aja, lo aja yang panik." jawab Monica sambil menerima gelas dari Johan.


"Terus kenapa ponsel lo gak bisa dihubungin?" tanya Johan sambil duduk disebelah Monica.

__ADS_1


"Mm itu.. hp gue kan jatoh waktu dibasement, ini baru nyala lagi, hehe." Monica berbohong.


Ayolah cepat Mon, jangan berbasa-basi. Jangan lupa kau datang bersama siapa kemari. Gumam Monica.


"Lo gak pernah bawa cewek lo kesini?" tanya Monica.


"Cewek? haha. Cuma elo cewek yang pernah masuk kesini." jawab Johan sambil tertawa kecil.


"Emang lo gak punya pacar gitu? atau mungkin istri?" tanya Monica lagi, mengorek sesuatu untuk sesuatu.


Grekk.. uhukk.. uhukk.. Johan tersedak minumannya.


"Come on, Don't insult me. I'm a single man." jawab Johan sambil menatap Monica.


("Ayolah, jangan menghinaku. Aku seorang pria lajang.")


Tidakkah kau merasakan perasaanku terhadapmu, Monica. Johan bergumam.


"Really?" Monica masih bertanya lagi dan Johan hanya mengedipkan mata tanda mengiyakan.


"Oh okay.. May I borrow your bathroom." setelah merasa informasinya cukup, Monica tidak ingin beralama-lama lagi.


("Boleh aku pinjam kamar mandimu?")


"Sure.." Johan mempersilahkan.


Monica sudah berada dikamar mandi dan bergegas untuk mencari apa yang ia maksut. Ia berharap ada sisa-sisa rambut Johan yang rontok agar bisa memudahkan untuknya mendapatkan sebuah sample.


"Ayo cari, Monica!" ujarnya sambil celingukan disana. Tapi sayangnya kamar mandi Johan terlihat sangat bersih. Mana mungkin ada sisa rambut disini.


Namun sepertinya Keberuntungan sedang ada di pihak Monica, ia menemukan sisir yang sepertinya ada rambut yang terjatuh disana.


*


z


z


*

__ADS_1


"Hallo, Mister.. nona mengunjungi sebuah apartemen dikawasan X!!" Driver itu berkhianat padahal sudah diwanti-wanti untuk tutup mulut.


__ADS_2