
Awas kebakaran!!!
Monica mengira bahwa Alfian sudah berada dibawah tanah dengan nisan yang menancap diatasnya, mengingat Ken yang tidak segan untuk menghilangkan nyawa musuhnya. Apalagi urusan kali ini orang yang diganggunya adalah wanitanya, dan orang yang melakukan itu adalah anak buahnya sendiri.
Sungguh orang bernyawa sepuluh yang berani mengusik Ken, terlebih jika orang itu sudah tahu bagaimana dan siapa seorang Ken.
"Jadi kamu tidak membunuhnya?" tanya Monica.
Ken menengok ke wajah Monica dan menatapnya. "Apa kau menginginkan itu?" Ken balik bertanya. "Jika kau mau, akan ku lakukan." tambahnya.
"Nggak, bukan gitu. Jangan enteng gitu kalo ngomong, yang kita bahas tuh nyawa seseorang tauk!" ucap Monica sambil mencebik manyun.
"So.. kamu mau apa? kenapa kamu bertanya?" Ken nampak malas dengan obrolan ini.
"Aku hanya... aku sekedar bertanya, Ken." ucap Monica.
"Tiada ampun untuk kedua tikus itu, aku akan membuat mereka menyesal pernah lahir ke dunia." ucap Ken. Perkataan itu sangat tenang saat dikatakan, padahal arti dari kata itu sangatlah menyeramkan.
"Kenapa kamu ingin menyiksa istrinya juga, apa kesalahan dia sehingga dia harus membayarnya juga?" tanya Monica lagi.
"Bagiku.... Orang seperti mereka tidak layak hidup." ucap Ken.
Yaampun! memangnya siapa dirimu? sehingga berani menentukan siapa yang layak atau tidak untuk tetap hidup?
Ken juga mengatakan bahwa Alfian dan Chyntia___istri Alfian, akan dihukum satu minggu lagi. Entah apa hukuman yang akan diberikan Ken, dan entah apa juga kesalahan Chyntia sehingga ia juga jadi ikut-ikutan dihukum.
"Kau ingin menyaksikan saat mereka tersiksa?" tanya Ken lagi.
"Aku?"
"Kenapa? apa kau akan mengatakan tidak tega dan apalah itu?!"
"Keeenn, bagaimanapun dia adalah...
"Kau akan menyaksikannya!"
"Tidak!! aku tidak akan mau jika harus menyaksikan adegan pembunuhan, sekalipun kamu memaksaku! Tidak!!"
"Apa kau benar-benar mengklaim diriku seorang pembunuh?"
"Tidak.. Bukan seperti itu.. hanya saja yang ia lakukan memang sangat keterlaluan dan...
"Kau tahu itu! Dia keterlaluan dan tidak bisa ku maafkan!" Ken menyesap bagian akhir rokoknya kemudian menekan batang rokok itu kedalam asbak. "Aku sudah banyak berbicara untuk ini, apa aku akan mendapatkan imbalan?"
__ADS_1
"Imbalan?"
"Ya! kau membuatku banyak berbicara hal tidak penting, dan kau harus membayarnya!"
Aaaaaaaa... tolong!!!!!!!
"Stop it! kamu menghajarku dari pagi, yang benar saja!" tolak Monica.
"I wanna try something new, jangan menolak." ucap Ken, ia langsung menarik lengan Monica untuk mengikutinya menuju dapur.
Hayoooo.. mau ngapain ke dapur😁
Ken meminta Monica untuk melepas pakaian lalu memakai heels tinggi. Setelah itu Ken memberikan celemek berwarna pink untuk Monica kenakan. Sungguh, fantasi bercinta Ken sedang gila. Dan ini.. entah fantasi seperti apa lagi. Monica hanya menuruti apa yang Ken inginkan.
Kini Monica hanya menggunakan Celemek dan celana dalam, juga heels tinggi berwarna hitam.
"R u ready, beibeeeehh.." ucap Ken dengan senyuman nakalnya.
Monica berdiri sambil menyendar dimeja dapur yang besar. Ia menunggu Ken mengambil sesuatu, entah apa itu.
Tidak lama kemudian Ken kembali dengan membawa tangga kecil ditangannya. Ia berjalan dengan senyuman yang masih terukir diwajah.
"Can u take strawberry cream for me?" ucap Ken.
"Disana.." tunjuk Ken ke arah rak kitchen set yang paling atas. "Go.." tambahnya.
Monica hanya menuruti. Perlahan ia berjalan menuju tangga itu dan menapakinya satu persatu, ia membuka rak itu dan mencari krim strawberry yang Ken maksut.
Sementara dibawah sana, Ken menyingkap celemek yang Monica gunakan. Ia meraup bongkahan pantat Monica sambil mengecupnya juga.
"Owh.. Stop doing that old man!!" ucap Monica.
"R u seriously saying i'm an old man?" ucap Ken sambil menepuk pantat Monica hingga mengasilkan bunya plakk!! yang lumayan nyaring.
"Hahaha.." Monica hanya tertawa.. "Yeay, i got it." tambahnya sambil me-mamerkan toples berisi krim strawberry.
"Hussy!!" ucap Ken. Ia kemudian memangku Monica untuk turun dari tangga dan mendaratkannya diatas meja didekat kompor.
Cap..cip..cup..
Mereka langsung berpagutan, berciuman dengan basah dan sangat berisik. Amatir.
Setelah merasa sudah mulai panas, Ken kemudian melepaskan ciuman itu dan mengecup bibir Monica sebagai penutup. Ia kemudian meminta krim strawberry yang tadi Monica ambil.
__ADS_1
Ken memutar tubuh Monica. Membuatnya menungging sempurna. Ia kemudian melepaskan celana dalam yang masih tersisa.
"Mendesah lebih sexy sayang.." ucap Ken sambil menepuk pantat Monica lagi.
Ken berlutut. Menyaksikan bongkahan pantat Monica se-dekat itu, Ia kemudian meremasnya, mengecupnya, menepuknya.
Aaawhhh..
Ken kemudian mengoleskan krim strawberry itu disana, ia membentuk sebuah gambar hati dan kemudian menyapu krim itu dengan lidahnya. Ken benar-benar bermain-main sesukanya.
Awwwhg.. awwwhhhg.. awwhhg..
Hanya itu yang keluar dari mulut Monica.
Ken berulang kali melakukan itu, menaruh krim dan menjilatnya lagi. Dan setelah puas, ia menaikan kaki kanan Monica ke atas Meja. Membuat belahan intinya terlihat jelas.
Ken meremas pantat Monica lagi sebelum jari-jarinya merambat menuju liang kenikmatan milik Monica. Satu jari kemudian masuk dan mengoyak didalam sana.
Aaawhhhg.. kamu gila! ini enak banget!!.. Racau Monica sambil merem melek.
Mendengar desahan dan racauan Monica yang terdengar sangat sexy membuat Ken semakin bergairah, ia menambah lagi satu jari untuk masuk kedalam sana. Ia kemudian mengocoknya dengan lihai. Sementara tangan satunya ia gunakan untuk memutar cl1t0r1z Monica. Ken benar-benar sibuk.
Aaawwwhh.. Awhhh.. Awwwhh.. Desahan Monica semakin merdu seiring kocokan jari-jari Ken.
Lalu..
Detik selanjutnya, Ken meninggalkan permainannya. Ia kemudian memangku Monica sambil menciumnya dengan rakus, mendudukan Monica dimeja besar sambil masih berpagutan.
Mata Monica terlihat sayu karena tidak berhenti mendesah dan merem melek sejak tadi. Dalam permainan itu bahkan Ken juga ikut-ikutan meloloskan desahannya.
Sungguh fantasi epic bagi keduanya.
Tanpa menunggu lama lagi Ken melucuti pakaiannya dan langsung membenamkan kejantanan miliknya.
Aaawwhh.. Ken merasakan kejantanan miliknya sedang dipijat dan diremas didalam sana. Ia sampai mendesah tak kalah dengan Monica.
Mpot ayam wkwkwk..
Ken kemudian mulai memompa, menciptakan decitan kulit yang beradu. Ruangan itu dipenuhi dengan desahan mereka berdua. Tidak peduli siapapun yang akan mendengar dan melihat kegiatan mereka. Mereka asyik menikmati surga dunia itu.
Nafas mereka semakin terengah, sudah berbagai posisi yang mereka lakoni untuk mencapai puncak nirwana itu. Keringat dan desahan seakan berlomba untuk menghiasi adegan itu. hingga akhirnyaaaaaaa...
Ea..ea..eaaa..
__ADS_1
Awas basah wkwkwk..